Pengentasan Stunting dengan Zakat dari HUMIA Trust

Paket makanan bergizi yang diterima dan sedang dinikmati oleh seorang balita dalam program Pos Gizi di Posyandu Mawar, Kelurahan Mangempang, Kabupaten Barru.

BARRU, SULAWESI SELATAN — Pada Rabu pagi (22/10/2025) sekitar pukul 09.00 WITA, sekelompok ibu-ibu beserta anak-anak balita berkumpul di Posyandu Mawar di Kelurahan Mangempang, tak jauh dari pusat Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Banyak mainan terhampar, pasca anak-anak balita dengan ceria memainkannya.

Mereka sedang menunggu masakan spesial dari tangan para ibu dan kader posyandu, pada hari itu menunya adalah ikan kembung, sayur capcay dengan tahu, bakwan dadar jagung, nasi putih, buah pisang, dan puding yang menarik setiap anak-anak balita untuk segera menyantapnya.

Posyandu Mawar menjadi salah satu titik realisasi program Pos Gizi yang diinisiasi oleh Dompet Dhuafa melalui Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Sulawesi Selatan. Fokusnya ada pada pendampingan perbaikan kasus stunting pada anak di seribu hari pertama kehidupan.

Sebanyak 20 balita mengikuti program ini selama tiga bulan ke depan, setiap anak akan dievaluasi kondisinya pada pra dan pasca program Pos Gizi dilaksanakan. Apabila anak mengalami kenaikan berat badan dan tinggi badan, maka anak perlu pendampingan berkelanjutan untuk mendapatkan asupan gizi yang lebih, namun bila tidak ada perkembangan atau stagnan, maka sang anak akan dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penapisan lebih lanjut.

Para ibu dan balita sedang menyantap bersama masakan yang dimasak bersama antara kader dan orangtua di Posyandu Mawar, Kelurahan Mangempang, Kabupaten Barru.
Para ibu dan balita sedang menyantap bersama masakan yang dimasak bersama antara kader dan orangtua di Posyandu Mawar Kelurahan Mangempang Kabupaten Barru

Stunting yang Meningkat

Bukan tanpa sebab program Pos Gizi ini bergulir, data stunting Kabupaten Barru yang dirilis oleh Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dari tahun 2022 hingga 2024, bukan menunjukan angka perbaikan namun justru sebaliknya. Setidaknya, angka stunting membaik di tahun 2022 yaitu sebesar 14,1%, namun pada tahun 2023 naik ke angka 22,1%.

Di tahun 2024, angka statistik stunting ini naik sebesar 26,9%, angka yang cukup memprihatinkan mengingat di periode tahun sebelum tahun 2022 angka stunting telah membaik. Tingginya data statistik stunting di tahun 2024 menjadikan kabupaten yang dijuluki ‘Bumi Colliq Pujié’ bertengger di lima besar kabupaten/kota dengan persentase stunting terendah di Sulawesi Selatan.

Audiensi Tim LKC Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Barru.
Audiensi Tim LKC Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Barru

Ermy Eka Niswan selaku Sekretaris Dinas Kesehatan Kab. Barru menyatakan stunting jangan sekedar dilihat sebagai angka tetapi harus dilihat sebagai ancaman serius masa depan anak.

“Ibu-ibu yang mempunyai balita banyak yang belum paham, berat badan dan tinggi badan anak yang tidak sesuai dengan usianya mengancam tumbuh kembang mereka saat ini, dampaknya dirasakan nanti di masa depan ketika anak tumbuh dewasa,” tutur Ermy Eka Niswan.

Selain stunting, Dinas Kesehatan Barru masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup banyak. Antara lain; cakupan ASI eksklusif masih di bawah angka 70%, kasus kematian ibu dan bayi yang tinggi, serta jangkauan edukasi makanan tambahan bergizi bagi balita yang masih rendah. Semua ini tidak bisa dibebankan hanya kepada dinas kesehatan, ini adalah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama-sama.

Balita didampingi Ibunda menikmati makanan bergizi dari program Pos Gizi di Posyandu Mawar, Kelurahan Mangempang, Kabupaten Barru.
Balita didampingi Ibunda menikmati makanan bergizi dari program Pos Gizi di Posyandu Mawar Kelurahan Mangempang Kabupaten Barru

Baca juga: Berkah Zakat Bantu Ita dan Fatih Lawan Stunting

Zakat sebagai Pengentasan Stunting

Zakat kini tidak lagi dipahami semata hanya sebagai perpindahan harta dari muzakki kepada mustahik. Seiring perkembangan zaman dan kompleksitas tantangan sosial, zakat telah berevolusi menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu menghadirkan perubahan nyata. Dompet Dhuafa melihat bahwa pengelolaan zakat yang tepat, terukur, dan berkelanjutan dapat berperan signifikan dalam mengatasi persoalan keumatan, salah satunya menekan angka stunting. Melalui intervensi gizi, kesehatan, dan pemberdayaan keluarga mustahik, zakat semakin relevan sebagai solusi strategis dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif.

Tingginya angka stunting di Kab. Barru mendorong LKC Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan untuk menghadirkan intervensi melalui Program Pos Gizi. Upaya ini tidak berjalan sendiri, program Pos Gizi ini terwujud melalui zakat maal yang ditunaikan oleh Humia Trust, sebuah Himpunan Umat Muslim Indonesia di Auckland, Selandia Baru. Jarak yang terbentang jauh antara Selandia Baru dan Indonesia tidak mengurangi kepedulian mereka terhadap masa depan anak bangsa, justru memperkuat komitmen untuk menghadirkan generasi yang lebih sehat dan berdaya.

“Stunting sendiri sangat erat kaitannya dengan tingkat kemampuan ekonomi, ketidakmampuan ekonomi sendiri mengacu pada asnaf (penerima zakat) yaitu fakir dan miskin, para penerima manfaat atau mustahik mendapatkan hak mereka dengan program ini,” ujar Wulan Cahya, Fasilitator Program Pos Gizi.

Selain faktor ekonomi, faktor pendidikan atau literasi yang rendah juga punya andil besar dalam menyumbang tingginya angka stunting. Wulan Cahya melihat fenomena ini terjadi di Kelurahan Mangempang. Anak-anak sudah terbiasa sedari bayi mengkonsumsi makanan ultra process food (UPF) sebagai ganti dari makanan real food. Fenomena ini terjadi karena orangtua menganggap UPF adalah makanan yang ‘sehat’, mereka tidak mendapat informasi bagaimana efek UPF apabila dikonsumsi dalam jangka panjang.

Wulan Cahya selaku Fasilitator Program Pos Gizi menyerahkan paket nutrisi secara simbolis kepada salah satu mustahik di Posyandu Mawar, Kelurahan Mangempang, Kabupaten Barru.
Wulan Cahya selaku Fasilitator Program Pos Gizi menyerahkan paket nutrisi secara simbolis kepada salah satu mustahik di Posyandu Mawar Kelurahan Mangempang Kabupaten Barru

Peningkatan Literasi Stunting

Secara tidak langsung bergulirnya program Pos Gizi turut membangun kesadaran orangtua akan makanan yang baik dan bergizi bagi anak. Nur Indah Sari sebagai ketua kader Posyandu Mawar sangat senang bisa berkolaborasi dengan LKC Sulawesi Selatan dalam program ini. Ia menerangkan terdapat perbedaan yang signifikan baik pada balita maupun para orangtua, sejak hadirnya intervensi Pos Gizi dibandingkan dengan pola yang selama ini berjalan.

“Sangat membantu, dulu balita kurang berat badan nah kami bingung bagaimana intervensinya, hanya timbang dan ukur saja, sekarang ada Pos Gizi kami dan orangtua balita lihat sendiri bahan makanan dan mengolahnya bersama, semua jadi sama-sama belajar,” terang Nur Indah Sari.

Kader Posyandu Mawar sedang menyajikan makanan dalam wadah yang akan dibagikan ke balita yang ada di Posyandu Mawar, Kelurahan Mangempang, Kabupaten Barru.
Kader Posyandu Mawar sedang menyajikan makanan dalam wadah yang akan dibagikan ke balita yang ada di Posyandu Mawar Kelurahan Mangempang Kabupaten Barru

Pos Gizi dilaksanakan dalam tiga bulan yang dibagi dalam tiga tahap di setiap bulannya. Bulan pertama dalam durasi 12 hari orang tua dilibatkan untuk masak bersama, makan bersama, pembagian paket nutrisi untuk dibawa pulang. Bulan selanjutnya pemantauan berat badan di posyandu secara rutin. Di bulan ketiga kunjungan pendampingan langsung ke rumah balita.

Salah satu mustahik dari program Pos Gizi adalah balita bernama Fitra. Ibunda dari Fitra, Irna merasakan dampak secara langsung, Ia senang anaknya bisa makan lahap tidak pilih-pilih makanan dan susah makan lagi. Justru kini Irna agak dibuat kerepotan mengingat paket nutrisi yang didapat harus dimasak dan dibagi bersama ketiga kakak Fitra lainnya.

“Fitra hari ini makan banyak, saya diajarkan banyak siasat kalau anak susah makan, kita harus rajin dan sabar, semua demi kebaikan dia supaya berat badannya naik,” imbuh Irna sambil menggendong Fitra.

Kunjungan evaluasi program Pos Gizi ke rumah balita Fitra sebagai penerima manfaat / mustahik.
Kunjungan evaluasi program Pos Gizi ke rumah balita Fitra sebagai penerima manfaat mustahik

Baca juga: Tekan Stunting, Pos Gizi dan Darling Masuk Desa Karihkil

Pos Gizi sebagai Role Model

Selain mengapresiasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Barru menilai metode yang dijalankan dalam Pos Gizi ini adalah sesuatu yang baru. Metode Pos Gizi bisa menjadi role model dalam program menekan angka stunting serupa di kemudian hari. Metode dengan pendekatan sekaligus edukasi ke masyarakat mulai dari pengolahan dan pemberian makanan, sehingga dapat mandiri dan berdaya.

Sebelumnya ada program serupa dengan metode berbeda dengan makanan dibuat dari oleh pihak ketiga dan didistribusikan langsung ke posyandu atau ke rumah-rumah lalu anak-anak baru bisa menikmatinya. Evaluasi dari program tersebut, makanan tidak segar karena proses distribusi yang panjang, makanan rawan kontaminasi, orangtua tidak dilibatkan dan tidak ada proses edukasi yang berjalan.

Pos Gizi lebih mengedepankan metode pemberdayaan masyarakat. Orang Tua diajarkan memilih bahan makanan, orang tua dilibatkan dalam proses pembuatan atau pengolahan makanan, orangtua belajar resep atau menu baru berbasis bahan makanan lokal agar anak tidak bosan. Jika anak hanya sekadar mendapat makanan lalu dimakan maka habis, tapi jika sang ibu diberikan ilmu bagaimana membuat makanan sehat dan bergizi, maka anak akan hidup terhindar dari ancaman stunting.

Seorang ibu menggendong balita menunjukan paket nutrisi yang didapatkan dari program Pos Gizi di Posyandu Mawar, Kelurahan Mangempang, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Seorang ibu menggendong balita menunjukan paket nutrisi yang didapatkan dari program Pos Gizi di Posyandu Mawar Kelurahan Mangempang Kabupaten Barru Sulawesi Selatan

HUMIA Trust melalui Dompet Dhuafa menyalurkan dan mengelola dana zakat untuk menekan angka stunting di Indonesia. Semoga langkah kebaikan ini menjadi pemantik kesadaran bersama untuk ambil bagian dalam upaya bersama untuk menanggulangi stunting. Ayo, turut serta bantu menekan angka stunting untuk masa depan anak bangsa melalui digital.dompetdhuafa.org/zakat/maal. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Aryo Prasojo, Ronggo Wirasanu
Penyunting: Dedi Fadlil