Delegasi Dompet Dhuafa Berangkat ke Turki, Gabung Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0

Indonesian delegation at an airport holding a banner for Global Sumud Flotilla 2.0, with Palestinian and Indonesian flags on either side.

JAKARTA — Pada Selasa (28/04/2026), Dompet Dhuafa kembali memberangkatkan delegasinya bersama Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dari Indonesia menuju Turki, untuk bergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Delegasi tersebut adalah Herman Budianto Sudarsono dan Ronggo Wirasanu, bersama tiga peserta lain dan satu awak media, yang akan tergabung dalam kontingen laut GSF 2.0.

Dalam misi kemanusiaan tersebut, Dompet Dhuafa kembali menegaskan peran, dukungan, dan gaung kepedulian untuk Palestina. Gerakan ini juga bertujuan menekan blokade kemanusiaan di Gaza, sekaligus mendorong solusi damai atas konflik Palestina melalui forum internasional.

“Ini merupakan gerakan global dari seluruh bangsa yang memahami tentang pentingnya perjuangan kemanusiaan karena terjadi genosida yang luar biasa dahsyat di Palestina. Adanya GSF ini adalah sebuah usaha dari masyarakat dunia yang mencari alternatif melalui jalur lain yaitu laut. Dulu pertama kali ini bisa masuk tahun 2008 dan 2010. Memang tantangannya cukup berat, dengan persiapannya fikriyah, ruqyah, dan jasadiyah, sekarang usaha ini kembali kita lakukan pada 2025 dan sekarang 2026,” sebut Herman Budianto, delegasi Dompet Dhuafa.

Herman juga berharap, bahwa masyarakat di dunia semakin aware terkait dengan Palestina, serta terus bersama-sama menyatukan hati dan langkah agar saudara-saudara kita bisa mendapatkan bantuan, kedamaian, dan mudah-mudahan kemerdekaan seperti yang kita harapkan.

Two men stand side by side as a crowd surrounds them, taking photos with smartphones in a grand, decorated hall with palm trees and arches.

Baca juga: Kongres Parlemen GSF 2026 Cetuskan Deklarasi Brussels, Delegasi Indonesia Desak Dunia Bertindak untuk Palestina

Global Sumud Flotilla (GSF) merupakan inisiatif solidaritas global yang melibatkan lebih dari 80 kapal sipil dari berbagai negara, dengan tujuan utama menembus blokade Gaza dan membuka jalur kemanusiaan bagi masyarakat Palestina. Misi ini menjadi simbol perlawanan sipil global terhadap krisis kemanusiaan yang berkepanjangan di Gaza, sekaligus seruan moral kepada dunia internasional untuk bertindak lebih tegas.

“Palestina sangat membutuhkan perhatian kita semua. Kita sesama masyarakat merdeka punya tanggung jawab internasional untuk memperjuangkan Palestina,” tutur Bambang Nuroyono, perwakilan GPCI.

Perjalanan GSF 2.0 dimulai dari Barcelona, sebagai titik pelepasan awal konvoi laut internasional pada 12 April lalu. Selanjutnya, armada bergabung dengan kapal-kapal lain dari Italia pada 26 April. Kini melanjutkan etape perjalanan menuju Yunani dan Turki sebagai titik konsolidasi akhir sebelum mendekati perairan Gaza.

Selain konvoi laut, GSF 2.0 juga mencakup berbagai upaya advokasi global. Pada 22 April 2026, telah diselenggarakan Kongres Parlemen di Brussel yang mempertemukan anggota parlemen, aktivis kemanusiaan, dan perwakilan masyarakat sipil dari berbagai negara.

Forum ini bertujuan memperkuat tekanan politik internasional untuk menghentikan blokade Gaza dan memastikan perlindungan terhadap warga sipil Palestina. Indonesia juga mengirimkan wakil dari MUI, akademik, aktivis, dan praktisi hukum seperti Prof. Sudarnoto, Prof. Heru Susetyo, Wanda Hamidah, Gustika Hatta, Arif Rahmadi Haryono, dan Feri Amsari.

Keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut merupakan bentuk kontribusi oleh masyarakat sipil dalam mendorong terciptanya solusi damai atas berbagai konflik global yang berdampak pada krisis kemanusiaan. Melalui pendekatan dialog dan kolaborasi lintas negara, para delegasi tersebut diharapkan dapat menyampaikan perspektif Indonesia yang menjunjung tinggi nilai keadilan, kemanusiaan, dan perdamaian.

Back of a person wearing a beige jacket with a red-and-white flag patch and the words 'GLOBAL PEACE CONVOY' and 'ROAD TO FREEDOM FOR PALESTINE' visible on the back.

Baca juga: Dompet Dhuafa Kembali Berangkatkan Misi Global Sumud Flotilla 2.0 ke Palestina

Indonesia ingin terus memberikan tekanan kepada Pemerintah Israel beserta sekutunya, agar mematuhi hukum humanitarian. Tekanan ini diwujudkan dalam ragam cara, pertama; konvoi kapal-kapal kemanusiaan yang berlayar langsung menembus blokade Gaza, kedua; melalui jalur darat, dan ketiga; melalui diplomasi internasional.

Di jalur darat, misi ini juga diperkuat dengan konvoi darat kemanusiaan yang akan bergerak dari Mauritania, berkumpul di Libya pada 7 Mei dan bersama menuju Gaza. Dari Indonesia, peserta GPCI akan berangkat ke Libya pada 5 Mei, bergabung dengan lebih dari 1.000 peserta dari puluhan negara.

Partisipasi kontingen Indonesia dalam misi ini merupakan wujud komitmen masyarakat sipil Indonesia dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan global, sejalan dengan amanat konstitusi untuk menolak segala bentuk penjajahan di dunia.

“Insya Allah misi ini akan menjadi bagian dari sejarah, di mana Indonesia kembali berperan dalam menembus blokade Gaza, serta mewakili Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” tegas Jajang Nurjaman, perwakilan GPCI.

Kontingen Indonesia dijadwalkan bergabung dengan peserta internasional lainnya di Turki dalam beberapa hari ke depan, sebelum melanjutkan tahap berikutnya dari misi Global Sumud Flotilla 2026.

“Poin penting dari misi ini bukanlah keberangkatan GPCI, melainkan terus mengangkat isu blokade Gaza. Terlebih di situasi Timur Tengah saat ini, Gaza seolah-olah semakin terlupakan. Kami berharap masyarakat Indonesia tidak lupa untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” papar Asep, perwakilan GPCI.

Busy airport terminal with a large signboard directing to international departures, arrivals, a prayer room, and airline offices.

“Mohon doa dan restunya dari masyarakat Indonesia, semoga perjalanan dan upaya dalam Global Sumud Flotilla ini disertai kemudahan dan keselamatan akan terbukanya koridor kemanusiaan bagi Gaza,” ucap Ronggo Wirasanu, delegasi Dompet Dhuafa.

Semangat kepedulian untuk Palestina harus terus kita suarakan dan kita dukung bersama. Gaungkan kepedulian, kuatkan harapan, dan bantu solidaritas Global Sumud Flotilla 2.0, temani perjuangan Palestina. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Dhika
Penyunting: Dedi Fadlil