BRUSSELS, BELGIA — Delegasi kemanusiaan Global Sumud Flotilla termasuk Indonesia, turut berpartisipasi dalam Global Sumud Parliamentary Congress yang berlangsung di Brussels, Belgia, pada Selasa (22/04/2026) waktu setempat.
Pada Congress tersebut menghasilkan Deklarasi Brussels, sebuah dokumen yang menekan pentingnya pembukaan akses kemanusiaan ke Gaza, kepatuhan terhadap serta peningkatan tekanan politik global untuk melindungi warga sipil.
Selain itu, deklarasi ini juga mendukung kolaborasi lintas parlemen dan masyarakat sipil dalam memperjuangkan keadilan. Partisipasi Delegasi Indonesia, dalam agenda ini menegaskan komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam diplomasi kemanusiaan, memperluas jejaring internasional serta memperkuat suara dunia dalam mewujudkan perdamaian.
Ketua Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Maimon Herawati, mendesak dunia untuk tidak lagi diam dan segera mengambil langkah nyata untuk Palestina. Maimon hadir secara daring, mengingat dirinya masih di tengah pelayaran GSF di Laut Mediterania.
“Saya berada di sini saat ini karena pemerintah di seluruh dunia telah gagal menghentikan genosida. Ketika mereka yang memiliki kekuasaan memilih diam, maka menjadi tanggung jawab moral bagi masyarakat biasa untuk bertindak,” kata Maimon dalam forum melalui video, Rabu (22/04/2026).
Baca juga: Semangat, Keputusan Berat, dan Dukungan yang Kuat bagi Indonesia Global Peace Convoy
Selain itu, ia juga mengingatkan amanat konstitusi pada UUD 1945, yang menolak segala bentuk penjajahan dan penindasan terhadap negara manapun.
“Konstitusi kita, UUD 1945, secara tegas mengamanatkan sikap menentang kolonialisme dan penindasan. Ini bukan sekadar posisi politik, melainkan komitmen moral dan historis yang seharusnya menjadi pedoman dalam setiap tindakan kita hari ini,” katanya.
Lebih lanjut, Maimon berharap forum parlemen di Brussels dapat menjadi momentum penting bagi negara-negara di dunia untuk mengambil sikap yang lebih tegas. Dalam kesempatan itu, Maimon mengaku tidak mampu terus-terusan melihat anak-anak di Gaza menjadi korban kekejaman zionis Israel.
Sementara itu, Wanda Hamidah suarakan hentikan genosida di Palestina. Aktris sekaligus aktivis kemanusiaan itu, meminta agar seluruh negara di dunia agar menyetop seluruh hubungan apapun dengan Israel termasuk Amerika Serikat demi menghentikan genosida di Palestina.
Kongres mulai digelar hari ini diikuti oleh sejumlah anggota Parlemen, pengacara, hingga influencer lebih dari 100 negara. Wanda menyampaikan, zionis Israel tidak hanya mengokupasi Gaza, namun juga kota-kota di Palestina lainnya termasuk Ramallah, West Bank, hingga Hebron.
“Saya berharap bahwa, dunia, government of the world, bisa menghentikan genosida yang ada di Palestina dengan cara memblokade dan mengisolasi zionis Israel dan imperialis Amerika, dan tidak bekerja sama dengan mereka,” katanya.
Baca juga: Global Peace Convoy Indonesia Berangkat ke Brussel, Dorong Solusi Damai di Forum Internasional
Setelah pertemuan pada Global Sumut Flotilla, para Delegasi melanjutkan dengan aksi longmarch sampai dengan di depan gedung parlemen di Brussels. Sejalan dengan para semangat para Delegasi lainnya, Arif Rahmadi Haryono, General Manager Advokasi Dompet Dhuafa juga turut menyuarakan agar Ia menegaskan terutama kepada parlemen di berbagai negara, agar mendorong pemerintah masing-masing berhenti bersikap kompromistis terhadap kejahatan genosida yang dilakukan Israel.
“Kita perlu memberikan tekanan kepada dunia terutama kepada parlemen di seluruh negara untuk bisa menyuarakan pemerintahnya masing-masing untuk bisa jangan lagi komplisit dengan kejahatan genosida yang dilakukan oleh Israel, mudah mudahan ini bisa diikuti oleh semua negara, semua delegasi. Kami berharap setelah pertemuan ini akan ada gerakan advokasi lanjutan untuk memberikan pesan kepada pemerintah atau parlemen di masing-masing masing negara untuk bisa mengikuti dan mematuhi hukum-hukum internasional dan Deklarasi Brussels,” ungkap Arif.
Seusai pertemuan, Arif juga berharap lahir langkah advokasi lanjutan yang menyampaikan pesan tegas kepada pemerintah maupun parlemen di tiap negara untuk mematuhi hukum internasional serta Deklarasi Brussels.
Dukung dan kawal misi kemanusiaaan Global Sumud Flotilla, karena solidaritas tidak cukup berhenti pada pernyataan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan keberpihakan yang jelas pada kemanusiaan. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: GPCI, Anndini
Penyunting: Dhika

