YOGYAKARTA — Di balik ketenangan parasnya, tersimpan sebuah perjalanan panjang tentang kehilangan, ketangguhan keluarga, dan harapan yang tak pernah padam. Radha Heryani Putri tumbuh dalam lingkungan keluarga yang akrab dengan dunia strategi. Sang ayah dan kedua kakaknya adalah penggerak utama tradisi ini bagi mereka, permainan catur bukan sekadar hiburan, melainkan ruang hangat untuk mengasah logika sekaligus mempererat kebersamaan.
Namun, November 2019 menjadi titik balik yang menyakitkan bagi Radha. Sang ayah, sosok panutan yang menjadi teman berbagi cerita itu, berpulang setelah berjuang melawan sakit. Kepergian sang ayah meninggalkan duka mendalam. Kehidupan seolah berhenti sejenak saat pandemi yang menyusul kemudian membatasi ruang gerak, dan kebersamaan keluarga pun perlahan memudar seiring kakaknya yang mulai menapaki jalan hidup masing-masing.
Di tengah situasi tersebut, sang ibu memikul beban ganda. Menjadi orang tua tunggal sekaligus tulang punggung keluarga, sang ibu berjuang keras menyambung hidup, mulai dari berjualan gas dan galon di rumah hingga menjadi reseller produk daring. Belum lagi tanggung jawab moral untuk merawat kakek dan neneknya yang mulai menua, sebuah pengorbanan tulus yang setiap hari disaksikan oleh Radha sebagai pelajaran hidup tentang kasih sayang yang tak berbatas.


Di tengah keterbatasan ekonomi dan tantangan hidup, Radha memilih untuk tidak menyerah pada keadaan. Saat duduk di bangku SMA, ia memberanikan diri keluar dari zona nyaman. Ia beralih ke dunia bridge olahraga otak yang menuntut strategi dan logika tajam. Langkah kecil itu membawanya pada rangkaian prestasi dan membangun kembali rasa percaya diri yang sempat hilang.
Baca juga: Dobrak Keterbatasan: Kisah Rahmad, Anak Yatim Piatu yang Meniti Angan Lewat Beasiswa YES
Kini, sebagai mahasiswi jurusan Akuntansi, ia memiliki mimpi yang lebih besar. Radha tak sekadar ingin menjadi akuntan profesional yang piawai membaca angka, tetapi juga seseorang yang mampu membangun kepercayaan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Mimpinya melampaui ambisi pribadi. Radha bercita-cita mendirikan panti asuhan yang hangat dan perpustakaan umum yang dapat diakses hingga malam hari bagi lingkungan di sekitarnya. Baginya, akses terhadap ruang belajar yang nyaman masih menjadi barang mewah di lingkungannya, dan ia ingin mengubah itu.
Kisah perjalanan Radha adalah cerminan dari jutaan anak muda Indonesia lainnya yang meski dihantam kehilangan dan keterbatasan, tetap menyimpan bara semangat untuk maju. Inilah alasan mengapa kolaborasi antara Matahari Department Store dan Dompet Dhuafa menjadi begitu krusial. Program ini hadir bukan sekadar memberikan bantuan finansial, tetapi menjadi investasi pada harapan. Melalui program beasiswa YES (Youth Excellence Scholarship), sinergi ini membuka pintu bagi mereka yang memiliki tekad tinggi namun terkendala akses.




Baca juga: Emban Kuliah di ITS Sambil Bantu Jualan Sayur, Cerita Penerima Beasiswa YES
Bagi Radha, dukungan dari program tersebut adalah bahan bakar untuk terus melangkah. Ia membuktikan bahwa kehilangan satu jalan tidak berarti akhir dari segalanya. Dengan semangat belajar yang tak pernah surut dan kepedulian pada sesama, Radha kini sedang menata masa depan.
Sinergi antara Matahari dan Dompet Dhuafa adalah bukti nyata bahwa ketika kesempatan bertemu dengan tekad, akan lahir cerita-cerita inspiratif yang mampu menggerakkan perubahan. Setiap dukungan yang diberikan melalui Sedekah untuk Yatim, Ikhtiar Meneladani Rasulullah, adalah langkah kecil untuk memastikan bahwa setiap anak muda seperti Radha, terlepas dari latar belakangnya, memiliki ruang untuk bertumbuh, meraih mimpi, dan akhirnya membawa kebermanfaatan bagi bangsa. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Roseta, Dedi Fadlil
Penyunting: Dhika

