JAKARTA — Sebuah sejarah hangat tercipta untuk Indonesia dari dinginnya olahraga hockey di Thailand. Muhammad Abyan Putra Arlan, atau yang akrab disapa Abyan, berdiri di podium tertinggi SEA Games 2025. Dengan medali emas mengalung di lehernya, Abyan bukan sekadar atlet yang menang, namun ia juga bukti nyata amanah dana zakat mampu melampaui batas-batas kemustahilan.
Perjalanan Abyan menuju puncak Asia Tenggara tidak dimulai di arena es, melainkan di ruang-ruang kelas SD Islam Al Syukro Universal, Ciputat. Sekolah Al Syukro merupakan salah satu mandat pendidikan yang dikelola oleh Dompet Dhuafa.
Melalui pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf), Dompet Dhuafa membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya mengedepankan kognitif, tetapi juga karakter dan penggalian potensi minat bakat. Di ruang pendidikan inilah, karakter, minat, serta bakat Abyan terbentuk, pada sebuah lingkungan yang mendukung kemandirian. Dana zakat yang dititipkan oleh para muzaki bermetamorfosis menjadi fasilitas sekolah, kualitas guru, dan kurikulum yang membebaskan siswanya untuk bermimpi—bahkan untuk cabang olahraga yang langka di Tanah Air seperti Ice Hockey.
Baca juga: SMP Islam Alsyukro Universal Gulirkan Urban Farming, Lahirkan Jiwa Enterpreneurship
Olahraga Ice Hockey atau Hoki Es merupakan olahraga dengan fasilitas yang terbatas di Indonesia. Namun, disiplin yang tertanam sejak bangku sekolah dasar membuat Abyan teguh. Sebagai alumni Al Syukro, ia membawa nilai-nilai kerja keras yang menjadi nafas pengelolaan dana umat: transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil terbaik.
Puncaknya, pada Desember 2025, Abyan bersama Timnas Hoki Es Indonesia berhasil menundukkan sang raksasa tuan rumah, Thailand, dengan skor dramatis 3-2. Gol demi gol yang tercipta adalah representasi dari setiap rupiah zakat yang dikelola secara produktif. Abyan adalah potret Penerima Manfaat yang telah bertransformasi menjadi Pemberi Kebanggaan bagi bangsa.
Kisah Abyan adalah pengingat bagi kita semua bahwa zakat bukanlah sekadar ritual menggugurkan kewajiban atau sekadar memberi makan bagi yang lapar untuk satu hari saja.
Zakat yang dikelola secara strategis melalui program pendidikan seperti yang dilakukan Dompet Dhuafa di Al Syukro Universal adalah sebuah investasi peradaban. Zakat kita sedang membantu lahirnya Abyan-Abyan baru di masa depan—generasi yang tidak terhambat oleh keterbatasan ekonomi untuk mengguncang dunia.
Baca juga: Berkebun Di Sekolah, Siswa-siswi TK Al Syukro Riang Jajakan Sayuran Hasil Panen
Sahabat, zakatmu adalah energi bagi mereka untuk berlatih, adalah buku bagi mereka untuk belajar, dan adalah medali emas bagi Indonesia di mata dunia.
Melalui pengelolaan yang amanah, kita bisa memastikan bahwa kemiskinan tidak akan pernah bisa memadamkan api prestasi anak negeri. Salurkan zakatmu melalui Dompet Dhuafa, dan mari kita cetak lebih banyak sejarah bersama. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Dhika, Al Syukro
Penyunting: Dedi Fadlil

