BANGKOK, THAILAND – Jejak awal perjalanan dakwah mancanegara membawa Ustaz Solahuddin Al Ayubi, Dai Ambassador Dompet Dhuafa 2026 menjejakkan kaki di Negeri Gajah Putih. Pada Rabu, 18 Februari 2026 lalu, tepat pukul 16.30 waktu setempat, Ustaz Solahuddin Al Ayubi bersama Ustaz Rosyid Adi Noor Rochman tiba di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok. Mereka berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 13.05 WIB menggunakan maskapai Thai Airways. Perjalanan udara yang ditempuh selama beberapa jam menjadi awal dari amanah besar yang kini benar-benar dimulai.
Setibanya di Bandara Suvarnabhumi, dua Dai Ambassador Dompet Dhuafa 2026 untuk penempatan Thailand disambut hangat oleh tim KBRI Bangkok. Senyum ramah dan sapaan bersahaja menjadi kesan pertama yang menenangkan di tengah suasana bandara internasional yang sibuk. Tak berselang lama, rombongan bertolak menuju KBRI Bangkok. Perjalannya menghadirkan kesan awal tentang kota tersebut. Di tengah padatnya Bangkok, para dai singgah menunaikan salat di Masjid Nurul Ibadah.

“Masjid itu berdiri besar, dan terasa begitu istimewa. Ada keunikan yang menghangatkan hati: masjid-masjid di sini umumnya memiliki sekolah. Dari ruang-ruang itulah pelajaran keagamaan diajarkan, menandai bahwa masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan dan pembinaan generasi Muslim,” cerita Ustaz Solahuddin Al Ayubi kepada tim Dompet Dhuafa.
Sambutan Hangat Saudara Muslim Di Bangkok
Dari Masjid Nurul Ibadah, perjalanan menuju KBRI Bangkok kembali dilanjutkan. Di tengah lalu lintas kota Bangkok yang padat, suasana jalan raya terasa relatif tenang. Kendaraan melaju ramai, namun hampir tanpa suara klakson. Sebuah pemandangan sederhana yang menghadirkan kesan tertib dan menenangkan.
“Setibanya di KBRI Bangkok, kami dijamu makan malam bersama pimpinan Majlis Taklim Masjid As-Safir KBRI Bangkok. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Atase Udara KBRI Bangkok, Bapak Zaki, menyampaikan bahwa kehadiran para dai telah lama dinantikan oleh jamaah di Thailand. Beliau mengungkapkan, antusiasme masyarakat muslim, khususnya WNI di Thailand, begitu terasa,” tambah Solahuddin.

Ia kembali mengungkapkan bahwa sebelum kedatangan para Dai Ambassador Dompet Dhuafa, sejumlah jamaah telah menanyakan informasi dan meminta nomor telepon para dai. Tidak hanya itu, beberapa kegiatan keagamaan rutin seperti pengajian dan kelas mengaji, ngajikok untuk sementara diliburkan. Hal tersebut lantaran jamaah ingin fokus mengikuti rangkaian kegiatan Dai Ambassador Dompet Dhuafa 2026.
“Para jamaah sangat menantikan kehadiran para dai. Mereka berharap kedatangan dai membawa cahaya yang dapat menerangi perjalanan kehidupan WNI di sini,” ujar Bapak Zaki.
Pernyataan tersebut menjadi penguat bagi kami bahwa amanah dakwah ini tidak sekadar agenda kegiatan, melainkan jawaban atas harapan dan kerinduan umat di perantauan. Bangkok menjadi titik mula perjalanan ini. Sebuah awal dari rangkaian aktivitas dakwah Dai Ambassador Dompet Dhuafa 2026 di Thailand, untuk menyampaikan nilai-nilai Islam, memperkuat ukhuwah, menghadirkan manfaat bagi umat serta menyebarkan dakwah ZISWAF pada kacah global, sebagai wujud Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Teks dan foto: Ustadz Solahuddin Al-Ayubi (Dai Ambassador Dompet Dhuafa 2026, penugasan Thailand)
Editor: Taufan YN

