KALIMANTAN TENGAH — Siang itu, Selasa (11/11/2025), Siti Solikatin (29) tengah menimang putra keduanya dengan penuh sukacita. Solikatin adalah salah satu penerima manfaat Program Kawasan Sehat di Desa Jaya Makmur, Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, yang sudah berjalan sejak Mei 2025 lalu.
Selama beberapa bulan Kawasan Sehat berjalan, Solikatin mengikuti Kelas Ibu Hamil, mendapatkan Paket Nutrisi dan sebagai penerima bantuan jamban sehat dari program kolaborasi antara Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa dan PT Pagatan Usaha Makmur (PUM).


Dulu, sungai adalah segalanya bagi Solikatin. Di sanalah ia mencuci pakaian, mandi, hingga buang air besar dan kecil. Bahkan saat kehamilan anak pertama, ia tetap harus turun ke tepi sungai, menunggu klotok berlalu atau pedagang ikan menjauh sebelum bisa melanjutkan aktivitasnya.
Malam hari terasa lebih berat. Setiap kali ingin ke sungai, ia harus membangunkan suami atau menahan rasa tidak nyaman, apalagi ketika kehamilan membuatnya lebih sering buang air kecil.
“Dulu sebelum punya jamban itu ke sungai, di depan semua di sungai itu. Jadi kalau mau BAB, anaknya nangis ga bisa ditinggal,” cerita Solikatin.
Baca juga: Sarana Sanitasi Baru Dorong Semangat Siswa MI Auladul Fazri
Sebelum hadirnya Program Kawasan Sehat, keterbatasan sanitasi dan minimnya pengetahuan kesehatan menjadi tantangan sehari-hari bagi Solikatin dan banyak ibu lain di Desa Jaya Makmur. Sungai yang menjadi urat nadi kehidupan di sana justru menjadi tempat buang air. Privasi nyaris tak ada, rasa aman pun jauh dari kata cukup, terutama bagi perempuan dan ibu hamil.
Solikatin juga belum sepenuhnya memahami kesehatan kehamilan dan perawatan bayi. Semua dijalani apa adanya, mengikuti kebiasaan yang sudah turun-temurun.

Perubahan mulai terasa ketika Solikatin mengikuti Kelas Ibu Hamil yang difasilitasi oleh Sulrahmi melalui Program Kawasan Sehat. Dari sanalah ia menerima paket nutrisi berupa telur, buah-buahan, makanan tambahan, serta minuman bergizi. Ia mengikuti kelas tersebut sebanyak tiga kali dan menerima paket nutrisi dua kali, sejak usia kehamilan lima bulan hingga mendekati persalinan.
Di kelas itu, Solikatin tak hanya menerima bantuan, tetapi juga pengetahuan. Ia belajar senam ibu hamil, memahami tanda bahaya selama kehamilan dan pasca nifas, hingga cara merawat bayi.
“Saya jadi bisa ngurus sendiri, sekarang tau kalau bayi kecil itu kalau habis nyusu harus sering disendawakan, bermanfaat banget,” sambungnya.


Pemeriksaan kesehatan rutin juga dilakukan. Ketika kadar hemoglobin (Hb) diperiksa, ibu dengan Hb rendah mendapatkan paket nutrisi tambahan sebagai langkah pencegahan anemia. Selain itu, Solikatin menerima bantuan stimulan jamban sehat berupa satu kloset, pipa paralon, dan tiga sak semen. Tak lama, jamban itu berdiri dan langsung bisa digunakan.
“Sekarang sudah bisa buang air degan tenang setiap waktu, sekarang sudah dapat jamban sehat jadi ga perlu ke sungai lagi sudah ada jamban di rumah, Alhamdulillah nyaman dan gak keluar lagi malam-malam, apalagi kalau hamil ini sering pipis sekarang sudah berani karena WC nya sudah di rumah jadi ga perlu bangunin suami lagi,” ungkap Solikatin.
Tak ada lagi rasa cemas ketika klotok melintas atau orang berhenti berjualan di depan rumah. Solikatin bisa buang air dengan tenang, kapan pun dibutuhkan.

Baginya, bantuan jamban sehat menjadi “pancingan”, sebab keinginannya membangun jamban sebenarnya sudah ada, namun selalu tertunda karena keterbatasan biaya. Dengan adanya stimulan dan pendampingan fasilitator, motivasi itu akhirnya terwujud.
“Alhamdulillah senang, ada pancingan kan jadi kita itu termotivasi, yang tadinya tuh mau bikin jamban tapi nanti-nanti aja nunggu dana, kalau ada stimulan itu kan jadi pancingan apalagi ada fasilitator ke sini memantau, kalau ga ada itu mungkin ga tau lagi kapan bikinnya,” pungkas Solikatin.

Di Desa Jaya Makmur sendiri, berbagai kegiatan telah menjangkau ratusan penerima manfaat, mulai dari Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi sekitar 150 bayi dan balita, kunjungan ibu nifas dengan paket nutrisi, hingga Kelas Ibu Hamil yang berhasil menekan kasus Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anemia hingga nol.
Pendampingan berlanjut melalui Kelas Ibu Balita, pemberian paket nutrisi bagi balita malnutrisi, serta demo masak pangan bergizi yang membuka wawasan ibu-ibu bahwa stunting bukan hanya soal makanan, tetapi juga pola asuh, sanitasi, dan lingkungan.
Program Kawasan Sehat tidak sekadar menghadirkan fasilitas dan layanan, tetapi menanamkan kesadaran bahwa hidup sehat adalah hak sekaligus tanggung jawab bersama. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Anndini Dwi Putri
Penyunting: Dhika

