Rifa Soleha: Bidan Muda Dompet Dhuafa yang Abdikan Diri Tingkatkan Kesehatan Masyarakat di Ujung Barat Indonesia

ACEH — Di usianya yang baru menginjak 25 tahun, Rifa Soleha sudah menempuh perjalanan pengabdian yang tak biasa. Ia bukan hanya seorang bidan, tetapi juga bagian dari barisan muda yang memilih terjun langsung melayani masyarakat lewat Program Bidan untuk Negeri (BUN) Dompet Dhuafa. Sejak Agustus 2023, Rifa ditugaskan di Kota Sabang, pulau paling barat Indonesia yang dikenal sebagai destinasi wisata, namun menyimpan tantangan tersendiri dalam hal pelayanan kesehatan masyarakat.

Rifa mengaku bahwa mengabdi kepada masyarakat adalah visi hidupnya sejak duduk di bangku kuliah. Meski telah menyelesaikan pendidikan profesi dan bisa membuka praktik mandiri di rumah, namun saat dikabari ada Program Bidan untuk Negeri Dompet Dhuafa, Rifa tetap bergegas mendaftarkan diri.

“Awalnya saya dapat info dari teman kalau Dompet Dhuafa sedang buka Program Bidan untuk Negeri. Saya baru selesai profesi dan sempat buka praktik mandiri di rumah. Saat tahu ini program pengabdian, saya langsung daftar,” kenang Rifa.

Rifa pun tak menyangka bahwa ia akan menjadi satu-satunya peserta yang lolos seleksi tingkat provinsi.

“Dari banyak pendaftar, yang lulus hanya satu orang, dan itu saya. Awalnya saya kira akan ditempatkan di pelosok Aceh, ternyata di Sabang,” ujarnya.

Baca juga: Sehatkan Generasi Penerus Bangsa Melalui Program Bidan Untuk Negeri

Rifa Soleha (rompi biru), menjadi satu-satunya Bidan yang terpilih mendampingi masyarakat Sabang, Aceh, dalam Program Bidan Untuk Negeri Dompet Dhuafa.
Rifa Soleha rompi biru menjadi satu satunya Bidan yang terpilih mendampingi masyarakat Sabang Aceh dalam Program Bidan Untuk Negeri Dompet Dhuafa

Meski Sabang dikenal sebagai kota wisata, namun bukan berarti tak ada tantangan bagi perjalanan pengabdian Rifa. Di sana, ia menjalankan berbagai layanan kesehatan masyarakat yang mencakup empat indikator utama, yaitu kesehatan ibu dan anak, stunting, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan sanitasi lingkungan.

Selama satu tahun pengabdiannya, Rifa menginisiasi berbagai kegiatan untuk kembali menghidupkan partisipasi masyarakat, terutama di Desa Emile dan Desa Payasenara.

“Awalnya, kunjungan ke posyandu itu sangat rendah. Jadi kami buat inovasi seperti voucher belanja agar ibu-ibu semangat datang lagi ke posyandu,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga mengadakan kegiatan Senam Sehat Mingguan setiap Ahad pagi pukul 07:00 waktu setempat. Dari yang awalnya hanya dihadiri 20 orang, kini peserta kegiatan senam itu bisa mencapai 50 orang.

“Bahkan kalau kami libur senam, ibu-ibu suka nanya, ‘besok senam, Mbak? Jangan nggak senam, ya’,” kata bidan muda ini.

Rifa Soleha (rompi biru), menjadi satu-satunya Bidan yang terpilih mendampingi masyarakat Sabang, Aceh, dalam Program Bidan Untuk Negeri Dompet Dhuafa.
Rifa Soleha rompi biru menjadi satu satunya Bidan yang terpilih mendampingi masyarakat Sabang Aceh dalam Program Bidan Untuk Negeri Dompet Dhuafa

Baca juga: Dedikasi Sepenuh Hati Bidan Ayu di Pelosok Negeri

Selain senam, Rifa juga aktif memberikan penyuluhan tentang ASI eksklusif, MPASI, manajemen laktasi, serta demo memasak sehat untuk balita dan lansia. Ia juga memperluas jangkauan edukasi dengan melakukan screening Penyakit Tidak Menular (PTM) di berbagai titik agar lebih mudah diakses masyarakat.

Menjadi satu-satunya peserta Bidan untuk Negeri di Sabang bukanlah hal mudah bagi Rifa. Semua program ia jalankan secara mandiri, dengan dukungan puskesmas sebagai mitra diskusi.

“Saya di sini benar-benar sendiri, tidak bergantung pada puskesmas. Tapi Alhamdulillah, dukungan dari pihak puskesmas dan desa luar biasa,” ujarnya.

Rifa masih ingat bagaimana awalnya masyarakat sempat ragu kepadanya, karena usianya yang masih sangat muda.

“Banyak yang kaget, dikira saya belum bidan beneran. Tapi waktu istri kepala desa datang berobat pertama kali, masyarakat mulai percaya,” kenangnya.

Rifa Soleha (rompi biru), menjadi satu-satunya Bidan yang terpilih mendampingi masyarakat Sabang, Aceh, dalam Program Bidan Untuk Negeri Dompet Dhuafa.
Rifa Soleha rompi biru menjadi satu satunya Bidan yang terpilih mendampingi masyarakat Sabang Aceh dalam Program Bidan Untuk Negeri Dompet Dhuafa

Kini, ia sudah menjadi bagian dari warga desa. Kehadirannya diterima, bahkan dirindukan setiap kali kegiatan berlangsung.

Lulusan D4 Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh dan Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Semarang ini, kini juga tengah menempuh studi S2 Kesehatan Masyarakat di Universitas Muhammadiyah Aceh. Meski lahir di Kabupaten Pidie, jarak dan laut bukan penghalang baginya untuk terus mengabdi.

“Orang tua awalnya khawatir, apalagi saya ditempatkan sendiri di desa. Tapi setelah melihat lingkungan yang aman dan masyarakat yang ramah, mereka jadi tenang,” ceritanya.

Di tahun kedua pengabdiannya, Rifa berharap program yang telah ia jalankan dapat terus berlanjut meski masa tugasnya usai.

“Harapannya, kegiatan seperti Senam Sehat dan nanti Kebun Sehat bisa diteruskan oleh kader dan desa. Supaya manfaatnya tetap berlanjut untuk masyarakat,” tuturnya penuh harap.

Baca juga: Dompet Dhuafa Tempatkan Bidan di Pelosok Lombok Barat

Rifa Soleha, menjadi satu-satunya Bidan yang terpilih mendampingi masyarakat Sabang, Aceh, dalam Program Bidan Untuk Negeri Dompet Dhuafa.
Rifa Soleha rompi biru menjadi satu satunya Bidan yang terpilih mendampingi masyarakat Sabang Aceh dalam Program Bidan Untuk Negeri Dompet Dhuafa

Bagi Rifa, menjadi bagian dari Bidan untuk Negeri Dompet Dhuafa bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan hati.

“Saya ingin apa yang saya lakukan bisa menjadi keberlanjutan kebaikan, bukan hanya selama saya di sini, tapi juga setelahnya,” ujar Rifa.

Program Bidan untuk Negeri merupakan inisiatif Dompet Dhuafa yang menghadirkan tenaga kesehatan profesional untuk mengabdi di wilayah dengan keterbatasan akses kesehatan. Melalui peran para bidan muda seperti Rifa, Dompet Dhuafa terus berupaya memastikan setiap ibu dan anak di pelosok negeri mendapatkan hak kesehatan yang layak. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Surnawati
Penyunting: Ronna