Sebuah Kehormatan, Dai Ambassador jadi Juri Lomba Tilawah Internasional di Korea Selatan

SEOUL, KOREA SELATAN — Dua hari jelang Hari Raya Idulfitri 1446 H, tepatnya pada Sabtu (29/03/2025), Dai Ambassador Dompet Dhuafa yang bertugas di Korea Selatan, Ustaz M Minanur Rochman, mendapat kehormatan untuk menjadi salah satu juri dalam Lomba Tilawah Internasional. Acara yang diselenggarakan oleh Gmoney Trans—perusahaan pengiriman uang asal Korsel—ini berlangsung di Bombay Restaurant, Itaewon, Seoul, dan diikuti oleh peserta dari berbagai negara. Hal ini mencerminkan bagaimana keberagaman komunitas muslim di Negeri Gingseng.

Lomba Tilawah Internasional ini menjadi bagian dari rangkaian acara Mega Iftar, sebuah kegiatan buka puasa bersama yang rutin diadakan setiap tahunnya oleh Gmoney Trans, guna mempererat ukhuwah islamiyah di tengah komunitas muslim internasional Korsel. Acara ini juga dihadiri oleh berbagai tamu kehormatan, termasuk perwakilan kedutaan besar dari negara-negara muslim serta tokoh-tokoh Islam yang aktif dalam pembinaan umat di perantauan.

Dai Ambassador Dompet Dhuafa penugasan Korea Selatan, Ustaz M Minanur Rohman, ditunjuk sebagai salah satu juri dalam Lomba Tilawah Internasional di Korsel.
Dai Ambassador Dompet Dhuafa penugasan Korea Selatan Ustaz M Minanur Rohman ditunjuk sebagai salah satu juri dalam Lomba Tilawah Internasional di Korsel

Baca juga: Dai Ambassador Takjub dengan Kuatnya Ukhuwah Islamiyah di Antara Muslim Korea Selatan

Sebagai juri dalam lomba tilawah, Ustaz Minanur Rohman menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan acara yang tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran dan dakwah bagi umat muslim di Korea Selatan.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Gmoney Trans dalam menyelenggarakan acara ini. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi umat muslim di Korea untuk lebih mendalami Al-Qur’an serta merasakan kebersamaan di bulan Ramadan. Harapan kami, acara seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi motivasi bagi generasi muda muslim untuk lebih mencintai Al-Qur’an serta mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ustaz Minanur Rohman.

Antusiasme tinggi pun terlihat dari para peserta. Mereka menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan irama dan tartil yang indah. Dewan juri yang terdiri dari para pakar di bidang tilawah menilai peserta berdasarkan kefasihan, tajwid, suara, dan penghayatan dalam membaca ayat-ayat suci.

Lomba Tilawah Internasional oleh Gmoney Trans di Korea Selatan.
Lomba Tilawah Internasional oleh Gmoney Trans di Korea Selatan diikuti oleh banyak muslim dari berbagai belahan dunia

Baca juga: Lahan Pemakaman jadi Sarana Dakwah Masjid-Masjid di Thailand, Tunjukkan Kuatnya Solidaritas Muslim

Selain lomba tilawah, acara Mega Iftar juga dimeriahkan dengan tausiah singkat serta sesi doa bersama, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di tengah kehidupan muslim perantauan. Banyak peserta dan tamu undangan yang mengaku merasa terharu dengan momen ini, mengingat bahwa Ramadan sering kali menjadi waktu yang penuh tantangan bagi mereka yang jauh dari keluarga di Tanah Air.

Dengan suksesnya acara ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an terus tumbuh di kalangan umat muslim Korea Selatan. Lomba Tilawah Internasional dan Mega Iftar tahun ini bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga menjadi bukti bahwa Islam tetap tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat muslim yang beragam di Korea Selatan. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Dai Ambassador penugasan Korea Selatan, Ustaz Minanur Rochman
Penyunting: Ronna