Dalil Kurban Berdasarkan Al-Quran
1. Wujud Cinta yang Besar pada Allah Swt
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: ‘Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!’ Ia menjawab: ‘Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insyaallah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar’.”
(QS. As-Saffat: 102)
Ayat di atas menunjukkan bahwa ujian Nabi Ibrahim as sangatlah berat. Sekaligus menunjukkan bahwa rasa cintanya kepada Allah Swt lebih besar dari apa pun. Sebagai orang tua, tidak pernah terpikirkan oleh Nabi Ibrahim untuk menyembelih Nabi Ismail, anak satu-satunya. Namun, Nabi Ibrahim rela menyembelih anak yang sudah lama ditunggu kehadirannya itu. Aksi ini tentu didorong oleh ketakwaan dan rasa cinta Nabi Ibrahim yang teramat besar kepada Allah Swt.
Ibadah kurban mengajarkan arti kecintaan Nabi Ibrahim pada Allah Swt. Hal-hal bersifat duniawi rela ditanggalkannya atas dasar cinta terhadap Allah Swt. Perilaku Nabi Ibrahim ini tentunya harus bisa menjadi teladan bagi kita semua untuk melawan rasa cinta yang berlebihan terhadap dunia.
2. Wujud Kepatuhan pada Perintah Allah Swt
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya…”
(QS. Al-Hajj: 34)
Melalui ayat di atas, Allah mensyariatkan ibadah kurban bagi umat-Nya. Dengan berkurban, berarti seseorang telah menumpahkan darah binatang untuk mendekatkan diri kepada Allah, sekaligus mencari keridaan-Nya.
Allah memerintahkan kepada orang-orang yang berkurban agar mereka menyebut dan mengagungkan nama-Nya saat menyembelih binatang kurban, dan agar mereka mensyukuri nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada mereka. Ayat di atas juga dapat dipahami bahwa orang-orang yang beriman dilarang mengagungkan nama apa pun selain nama Allah Swt. Bila kita menjalankan ibadah kurban dengan sungguh-sungguh sesuai perintah-Nya, maka itu wujud kepatuhan kita pada perintah Allah Swt.
2. Ketakwaan Paripurna pada Allah
“Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!”
(QS. Al-Kautsar: 2)
Dengan melaksanakan keinginan Allah seperti ayat di atas dengan tujuan berharap rida-Nya, berarti kita telah menjalankan ketakwaan dengan sebenar-benarnya.
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya…”
(QS. Al-Hajj: 37)
Perlu diingat bahwa kurban bukanlah sesajen dan Allah tidak membutuhkan darah dan daging. Lebih dari itu, yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan dari tiap-tiap kita yang berkurban. Dalam ibadah ini ada sikap melawan rasa cinta terhadap harta dan sifat kikir, sekaligus peduli dan berbagi kepada fakir miskin demi mendekatkan diri kepada Allah. Semoga ketakwaan kita senantiasa bertambah setiap harinya.
Baca juga: Hukum Berkurban Bagi yang Mampu, Apakah Menjadi Wajib?

Dalil Kurban Berdasarkan Hadis
“Nabi Muhammad Saw berkurban dengan dua kambing gemuk dan bertanduk. Saya melihat Nabi Saw meletakkan kedua kakinya di atas pundak kambing tersebut, kemudian Nabi Saw membaca basmalah, takbir, dan menyembelih dengan tangannya sendiri.”
(HR Bukhari)
Rasulullah memberikan teladan dengan melaksanakan perintah berkurban semata-mata untuk Allah Swt. Sebagai umat Islam, senantiasa kita mencontoh perilaku yang diajarkan oleh Rasulullah. Melakukan penyembelihan hewan kurban akan memberikan makna kepada kita bahwa setiap insan manusia harus mengorbankan kepunyaan yang mereka miliki dan sebagai simbol penghambaan kepada Allah Swt. Allah Swt menerima bukti ketakwaan kita dengan melakukan penyembelihan hewan kurban yang telah kiat niatkan untuk beribadah kepada Allah dan menjalankan sunnah Rasulullah.
Memaknai Dalil Kurban
1. Meningkatkan spiritualisme dalam beribadah, salah satu dalil kurban
Ibadah kurban memiliki banyak filosofis yang mendalam terkait bukti pengorbanan cinta Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT. Jika kita memaknai pengorbanan Nabi Ibrahim AS begitu besar, hal tersebut mampu meningkatkan spiritualisme dalam beribadah. Kita senantiasa mengingat fitrahnya seorang hamba adalah mencintai Allah SWT, tidak terlalu menghambakan harta, jabatan, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
2. Meningkatkan kesabaran
Apakah kita bisa membayangkan, betapa besarnya kesabaran Nabi Ibrahim AS saat menerima perintah dari Allah SWT untuk menyembelih anak kesayangannya sendiri? Wujud kesabaran seorang hamba akan senantiasa diuji oleh Allah SWT. Jika kita memaknai Ibadah kurban, ada spirit kesabaran yang harusnya kita contoh sebagai umat Islam, dalam melaksanakan perintah-Nya. Nabi Ibrahim AS memberikan kita bukti nyata, bagaimana memiliki kesabaran yang luar biasa. Semoga kita bisa mencontoh kesabaran yang dimiliki Nabi Ibrahim AS.
3. Meningkatkan rasa cinta terhadap sesama
Ibadah kurban tidak sebatas bukti cinta seorang hamba kepada Allah SWT, melainkan aksi nyata peduli sesama. Penyembelihan hewan kurban akan bermanfaat bagi kaum dhuafa yang selama ini jarang memakan daging karena harganya yang mahal. Mereka seringkali merasakan kelaparan dan pada Idul Adha ini, mereka bisa bergembira dan mendapatkan rezeki pula. Manfaat dari Ibadah kurban tidak hanya berupa pahala yang akan kita kejar, namun manfaat yang bisa kita berikan kepada sekitar.
Baca juga: Mana yang Lebih Baik, Kurban Kambing atau Sapi?

Kurban di Dompet Dhuafa
Ibadah kurban memberikan kita kebermaknaan secara spiritualisme dan manfaat terhadap sekitar. Dalam menjalankan Ibadah kurban memang diperlukan niat, kesungguhan dalam mengelola keuangan agar bisa memberikan alokasi dana untuk berkurban dan ikhlas dalam beribadah. Kamu sudah gak sabar ingin mendonasikan biaya kurban? Yuk, wujudkan Ibadah kurban melalui lembaga Dompet Dhuafa. Kamu bisa patungan sapi atau kambing bersama keluarga atau sahabat-sahabatmu, loh! Klik di sini untuk wujudkan Ibadah kurbanmu tahun ini.


