DD Farm Madiun Jadi Jembatan Ilmu bagi Para Peternak Lokal

JAWA TIMUR — Di balik gemuruh aktivitas di DD Farm Madiun, tersimpan misi besar, yaitu memberdayakan para peternak kecil agar lebih mandiri dan sejahtera, baik secara finansial maupun sosial. Selain menjadi tempat belajar bagi para Anak Buah Kendang (ABK), DD Farm Madiun juga rutin menggelar pelatihan-pelatihan ternak bagi peternak lokal. Inilah bagian dari upaya Dompet Dhuafa untuk mengangkat derajat para peternak melalui jalur yang produktif.

Melalui kemitraan dengan peternak-peternak lokal, DD Farm Madiun juga menjadi penyuplai utama hewan untuk program Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa setiap tahun, baik berupa domba, kambing, maupun sapi.

Salah satu program andalan yang rutin digelar adalah Sekolah Ternak, pelatihan yang setidaknya diselenggarakan dua kali dalam setahun. Kelas pelatihan ini berbayar, sebagai bentuk komitmen peserta agar lebih sungguh-sungguh mengikuti setiap sesi hingga tuntas. Selain mendapatkan materi, peserta juga menerima berbagai fasilitas seperti kaus, alat tulis, bahan pelatihan, hingga konsumsi selama kegiatan berlangsung.

Baca juga: Kurban via Dompet Dhuafa Sembari Dukung Berdayakan Peternak Lokal

Salah satu kandang DD Farm Madiun.
Salah satu kandang DD Farm Madiun
Salah seorang ABK sedang memberi makan domba-domba di salah satu kandang DD Farm Madiun.
Salah seorang ABK sedang memberi makan domba domba di salah satu kandang DD Farm Madiun

Antusiasme peternak terhadap program ini pun luar biasa. Tak hanya dari Madiun, peserta datang dari berbagai daerah, seperti Surabaya, Solo, Yogyakarta, bahkan Kalimantan.

“Tanggapan masyarakat sekitar sangat positif. Mereka senang dengan kehadiran DD Farm. Para peternak di sekitar sini kami gandeng untuk aktif terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk pelatihan peternakan,” ujar Benny Wijaya, Kepala DD Farm Madiun.

Benny berharap, DD Farm Madiun dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak peternak di berbagai daerah. Baginya, inilah bukti bahwa aktivitas filantropi Islam, termasuk zakat produktif, mampu memberdayakan masyarakat miskin, yang selama ini kerap terkucilkan oleh para pengepul yang bermain curang.

Salah satu contoh nyata dari perubahan itu adalah Ahmad Jati Kusuma (24), ABK DD Farm Madiun yang berasal dari Desa Jatisari, Kecamatan Geger. Lahir dari keluarga peternak kecil, Ahmad menyaksikan sendiri bagaimana sang ayah akhirnya memilih bekerja sebagai buruh pabrik karena penghasilan yang lebih pasti, meskipun itu kecil nilainya.

Baca juga: Tebar Hewan Kurban: Upaya Memerdekakan Peternak Lokal

Ahmad sedang memeriksa domba-domba di salah satu kandang DD Farm Madiun.
Ahmad sedang memeriksa domba domba di salah satu kandang DD Farm Madiun

Sejak bergabung dengan DD Farm Madiun pada 2020, Ahmad yang hanya lulusan SMP, mulai menemukan harapan baru. Ia sebelumnya sempat membantu ayahnya di peternakan kelompok dan bekerja di produksi tempe, namun memilih untuk belajar lebih dalam tentang dunia peternakan.

“Seru kerja di sini, banyak pengalaman. Banyak belajar peternakan, siapa tahu nanti bisa punya ternak sendiri,” ucap Ahmad penuh semangat dan harap.

Setiap hari, Ahmad sibuk dengan aktivitas di kandang, seperti memberi makan ternak, meracik pakan, merawat domba yang sakit, hingga membersihkan kandang. Ia juga beberapa kali mengikuti kelas Sekolah Ternak di DD Farm Madiun. Mimpinya sederhana, namun besar. Suatu saat nanti, dengan bekal ilmu yang diperoleh, ia ingin memiliki peternakan sendiri dan mengangkat derajat keluarganya.

DD Farm Madiun tak sekadar menjadi tempat beternak. Ia tumbuh menjadi sekolah kehidupan, tempat para peternak kecil bermimpi, belajar, dan bangkit menuju masa depan dengan penuh harapan. Se-ngaruh itu kurban di Dompet Dhuafa yang berdampak besar bagi peternak-peternak kecil. Setiap pekurban yang berkurban melalui digital.dompetdhuafa.org/kurban di Dompet Dhuafa telah ikut berkontribusi memberdayakan para peternak kecil. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Riza Muthohar
Penyunting: Dhika