Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Nusadaya Hadir Menguatkan UMKM dan Menopang Ekonomi Masyarakat di Pasir Angin Kabupaten Bogor

Ribbon-cutting ceremony at Food Court Nusa Daya Pasir Angin under a teal-and-white canopy, with officials in formal attire lined up in front of the sign.

BOGOR, JAWA BARAT — Dompet Dhuafa melalui Mitra Pengelola Program (MPP), Yayasan Indonesia Berdaya, kembali menelurkan program pemberdayaan yang bernas di bidang ekonomi. Pada Rabu (11/06/2026), Dompet Dhuafa meresmikan Foodcourt Nusadaya Pasir Angin, di Griya Alam Sentosa, Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Program ini lahir dari berkolaborasi dengan Yayasan OK OCE Kemanusiaan, Universitas Indonesia Halal Center, dan Pemerintah Kecamatan Cileungsi, sebagai implementasi dari zakat produktif untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan penopang ekonomi masyarakat.

Nusadaya hadir sebagai pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan fokus pada penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha, serta serta penciptaan ruang usaha yang layak dan berkelanjutan.

Outdoor dessert stand with a green frame, serving Gria Dessert; menu boards and a large dessert banner visible, trees in the background.

Sebanyak 10 pengusaha UMKM terpilih untuk mengikuti Program Foodcourt Nusadaya Pasar Angin. Melalui program ini, para penerima manfaat memperoleh dukungan menyeluruh berupa modal usaha, penyediaan kios, pelatihan dan pembinaan bisnis, pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga fasilitas sertifikasi halal yang bekerja sama dengan UI Halal Center.

Ahmad Juwaini, Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, menyebut bahwa Nusadaya dirancang untuk melahirkan pengusaha-pengusaha baru dari kalangan usaha mikro, khususnya bagi masyarakat yang sebelumnya belum memiliki sumber penghasilan tetap.

Man in a light gray shirt speaks into a handheld microphone on a stage, with a large banner and logos behind him.

Para peserta didorong untuk memiliki usaha yang mampu menjadi sumber pendapatan bagi keluarga mereka. Program ini juga telah didesain dengan masa pendampingan selama dua tahun.

Setelah periode tersebut, para pelaku usaha diharapkan mampu mandiri, melanjutkan dan mengembangkan usahanya, sehingga akan bertumbuh dari skala mikro menjadi usaha kecil hingga menengah.

Group of people at a community event wearing black aprons with a logo, standing in front of a banner.

Baca juga: Romi Menemukan Harapan di Food Court Nusadaya Dompet Dhuafa

“Ini adalah bagian dari program membantu masalah ekonomi bangsa Indonesia, dengan ada 10 pengusaha baru kita fasilitasi mendapat lowongan kerja, mendapatkan penghasilan dan mereka bisa tumbuh memenuhi kebutuhan hidupnya kita berharap mereka juga mampu memberikan kontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat bersama-sama,” ujar Ahmad Juwaini dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan tersebut.

Peresmian program Foodcourt Nusadaya Pasir Angin ditandai dengan pengguntingan pita sekaligus memasangkan apron secara simbolis kepada para penerima manfaat.

Male speaker with a microphone on a stage during an economic empowerment program launch, banners and logos visible in the background.

Sementara itu, menurut Iim Rusyamsi, Ketua Dewan Pembina Yayasan OK OCE Kemanusiaan, program Foodcourt Nusadaya Pasir Angin diperkuat dengan pemanfaatan dana zakat produktif, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu, program ini juga menempatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai tujuan utama, sehingga para penerima manfaat dapat terlibat langsung dalam proses pemberdayaan dan pembangunan ekonomi di lingkungannya.

“Kami memilih penerima manfaatnya adalah para UMKM khususnya mereka yang ultra mikro yang di bawah mikro lagi dan tujuannya adalah khususnya para pesertanya hampir 70 persen adalah perempuan ya buat mereka bisa menambah penghasilannya sehingga bisa menghidupkan ekonomi rumah tangga, tapi juga penopang ekonomi bangsa,” kata Iim.

Customer with a backpack talks to a smiling female vendor at a food stall; a sign above reads 'Foodcourt Nusadaya Pasiringin' and shows stall number 3.

Ketua Pengurus Indonesia Berdaya Dompet Dhuafa, Anna Rahmawati, menegaskan bahwa salah satu hal yang menjadi kekuatan program pemberdayaan Dompet Dhuafa adalah pendampingan usaha yang dilakukan secara berkelanjutan.

Pendekatan ini tidak berhenti pada pemberian bantuan fisik atau pelatihan singkat. Lebih dari itu, selama prosesnya para pelaku UMKM dibantu menghadapi berbagai tantangan yang kerap menghambat perkembangan usaha, mulai dari ketidakkonsistenan dalam menjalankan bisnis, sering berganti produk, hingga persoalan pengelolaan keuangan yang masih bercampur dengan kebutuhan rumah tangga.

Man in a white shirt shows a menu to two customers at a street food stall under teal and white canopy.

Melalui pendampingan ini, para penerima manfaat didorong untuk membangun usaha yang lebih tertata, menjaga kualitas produk, serta mengembangkan strategi penjualan yang lebih efektif. Harapannya, usaha yang dirintis tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga terus bertumbuh, dengan peningkatan omzet yang nyata.

“Kita saling memanfaatkan kelebihan masing-masing, kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah setempat yang sudah memberikan arahan penentuan lokasi yang strategis, kemudian memberikan referensi siapa yang menjadi penerima manfaat. Kepada UIHC juga yang telah men-support dalam sertifikasi halal, serta Yayasan OK OCE Kemanusiaan yang memiliki ketertarikan dengan UMKM, namun belum memiliki model seperti ini, jadi kami saling berkolaborasi,” tutur Anna.

Baca juga: Food Court Nusadaya Jawa Barat Resmi Hadir Perkuat UMKM Berbasis Zakat

Woman in a brown hijab serves pastries at a Kang Pisang street stall.

Saat ini, Program Foodcourt Nusadaya Pasir Angin, menjadi program pemberdayaan kelima. Dalam waktu dekat ini, Dompet Dhuafa juga akan meresmikan Foodcourt Nusadaya di wilayah Kuningan dan Padang.

Sekretaris Camat Kecamatan Cileungsi, M Yunan Hatala, mengapresiasi kolaborasi kebaikan ini. Ia menyampaikan terima kasih kepada Dompet Dhuafa, Yayasan OK OCE Kemanusiaan, dan UI Halal Center atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat Pasir Angin. Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para penerima manfaat.

Outdoor food court stall with green-and-white banner reading 'Food Court Nusa Daya Pasir Angin', people queueing under a canopy in a market area.

Sahabat, di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini, ada banyak tantangan yang terkadang membuat cemas, seperti tekanan biaya hidup, melemahnya nilai rupiah yang berdampak pada daya beli, termasuk informasi kenaikan harga BBM yang cukup menggemparkan. Namun di tengah tantangan tersebut, ternyata masih ada secercah harapan, bersama saling menguatkan.

Melalui kolaborasi kebaikan ini, Program Foodcourt Nusadaya menawarkan solusi nyata yang tidak hanya membantu masyarakat memperoleh penghasilan, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi agar lebih tangguh. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Anndini Dwi Putri
Penyunting: Dhika