Dompet Dhuafa Hadir Berbagi Perhatian dan Bantuan untuk Keluarga Korban Kecelakaan Beruntun di Bekasi

Woman in a hijab holds a white envelope while a smiling man in a khaki uniform sits beside her.

BEKASI, JAWA BARAT — Duka masih terasa kental di sebuah kediaman sederhana di Kelurahan Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Di tempat yang biasanya diwarnai canda dan cerita keseharian itu, Melani (34), terlihat masih larut dalam kesedihan sambil menatapi kenangan lewat foto-foto sang suami tercinta, Sukanta (44), yang telah berpulang.

“Saya masih sedih,” katanya pelan, saat menyambut kedatangan tim Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa yang berkunjung untuk bersilaturahmi pada Rabu (01/07/2026).

Sukanta menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan beruntun yang terjadi di persimpangan Unisma, Bekasi, pada Senin (29/06/2026). Insiden nahas ini dipicu oleh sebuah truk yang diduga mengalami kegagalan sistem pengereman sehingga oleng dan menghantam sejumlah pengendara sepeda motor di titik pertemuan jalan tersebut. Akibatnya, satu orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka.

Bagi Melani, kepergian Sukanta bukan sekadar kehilangan pasangan hidup, melainkan runtuhnya penopang utama keluarga. Sukanta mengembuskan napas terakhirnya justru dalam perjalanan pulang setelah seharian bekerja mencari nafkah untuk keluarganya. Sebagai satu-satunya pencari nafkah, ia meninggalkan seorang istri dan tiga putri yang usianya masih belia—dua di antaranya masih menempuh pendidikan di tingkat SMP dan SD, sedangkan si bungsu bahkan belum memasuki usia sekolah.

Baca juga: Bantuan Kebaikan Zakat Nyalakan Semangat UMKM dari Musibah

Di usia yang masih terbilang muda, kini Melani harus menanggung beban hidup seorang diri—membesarkan sekaligus menopang masa depan ketiga anaknya tanpa lagi ada sosok ayah di sisi mereka.

Open gate to a small home with shoes scattered on the tiled floor and clothes drying above, a person inside by the doorway.

Mendengar kabar duka ini, LPM Dompet Dhuafa bergerak cepat untuk hadir di tengah-tengah keluarga korban. Kehadiran tim LPM bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan bentuk ikatan emosional dan kepedulian antarsesama.

Selain memberikan dukungan moral dan penguatan psikologis bagi Melani dan anak-anaknya, LPM Dompet Dhuafa juga menyalurkan santunan duka serta berkomitmen untuk memberikan pendampingan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Perwakilan LPM Dompet Dhuafa, Fachri, menyampaikan bahwa Dompet Dhuafa akan terus berupaya hadir melayani masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang tertimpa musibah mendadak dan kehilangan tulang punggung keluarga.

Woman in a hijab and glasses holds up a smartphone showing a photo of a smiling mother and child on the screen.

Baca juga: LPM Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Kepada Veteran Kemeredekan di Hut ke-77 RI

“Kami ikut merasakan duka yang mendalam atas apa yang dialami Ibu Melani dan keluarga. Melalui amanah bantuan donatur ini, kami berharap dapat sedikit meringankan beban ekonomi seketika, serta memberikan kekuatan moral agar anak-anak almarhum dapat terus melanjutkan sekolah dan meraih masa depan mereka,” ujarnya.

Kisah Ibu Melani adalah potret nyata di mana kepedulian kita sangat dinantikan. Mari bersama Dompet Dhuafa, kita rapatkan barisan untuk membantu meringankan beban sesama yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan di masa-masa sulit mereka. Sinergi kebaikan Anda adalah penyambung harapan bagi anak-anak yatim dan keluarga yang kehilangan pilar utamanya. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: LPM, Afriza
Penyunting: Dhika