Bantuan Kebaikan Zakat Nyalakan Semangat UMKM dari Musibah

Smiling man in a brown shirt sits behind a small shop counter, holding a sign about aid to mustahik from ROISOK.

JAKARTA — Aroma masakan rumahan kembali menyeruak dari Warung Nasi Teteh Kuningan di Jalan Manggarai Selatan II No. 174, Jakarta Selatan. Di balik etalase sederhana yang kini dipenuhi aneka lauk khas Sunda, tersimpan kisah perjuangan Pak Kasnadi (65), seorang perantau asal Kuningan yang harus menghadapi salah satu ujian terberat dalam hidupnya.

Bagi Pak Kasnadi, warung tersebut bukan sekadar tempat berjualan. Dari usaha yang telah lama digelutinya itu, ia dan keluarga menggantungkan penghidupan sehari-hari. Bersama sang istri dan keluarga, ia menjalankan warung makan sederhana yang telah menjadi sumber penghasilan keluarga selama bertahun-tahun.

Urban street scene with a green wall, trees lining the road, and a 30 km/h sign; motorcycles parked along the right sidewalk and a rider in the distance.

Namun, pada 30 Maret 2026 lalu, musibah datang tanpa diduga. Saat itu, Pak Kasnadi sedang berada di kampung halamannya di Kuningan ketika kabar buruk datang menghampirinya. Kebakaran terjadi diduga akibat kebocoran gas yang memicu ledakan kompor di warung miliknya.

“Dikabarin dari sana. ‘Mang, warung kebakaran’. Saya langsung kaget dan buru-buru pulang ke sini. Kalau sudah dengar begitu, pasti panik,” kenang Pak Kasnadi.

Saat kejadian, warung sedang dijaga oleh anggota keluarga. Ledakan yang dipicu kebocoran gas tersebut menyebabkan api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan beserta seluruh isinya.

Baca juga: ROIS OJK Bersama Dompet Dhuafa Tebar Hewan Kurban 30 Ekor Sapi di Nusa Tenggara Timur

Three people clearing rubble inside a burnt, partially collapsed building with charred beams and yellow walls.

Sesampainya di lokasi, ia mendapati warung yang menjadi tumpuan ekonomi keluarganya telah hangus dilalap api. Peralatan usaha, perabotan rumah tangga, hingga berbagai barang berharga tidak sempat diselamatkan. Kerugian yang dialami ditaksir mencapai Rp50 juta.

“Barang-barang semua habis. Enggak ada yang bisa diambil,” ujarnya.

Musibah tersebut tidak hanya menghentikan aktivitas usaha keluarga, tetapi juga meninggalkan cobaan yang lebih berat. Dalam kejadian itu, adik ipar Pak Kasnadi mengalami luka bakar dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Di tengah kondisi usaha yang terhenti dan sumber pendapatan yang hilang, keluarga harus menghadapi beban biaya pengobatan yang tidak sedikit.

Middle-aged man in a brown polo shirt sits in front of wooden shelves filled with snacks and bags behind him.

Pak Kasnadi mengaku sempat kebingungan mencari biaya perawatan. Saat itu, ia belum memiliki perlindungan kesehatan yang dapat langsung digunakan, sehingga terpaksa meminjam dana dari saudara dan kerabat untuk menutupi kebutuhan pengobatan. Total biaya rumah sakit yang harus ditanggung mencapai puluhan juta rupiah.

“Biaya rumah sakit sampai puluhan juta. Saya juga pinjam ke saudara untuk bayar pengobatan. Alhamdulillah pihak rumah sakit memberi keringanan waktu pembayaran,” tuturnya.

Selama masa pemulihan, roda usaha keluarga nyaris berhenti. Aktivitas sehari-hari lebih banyak dihabiskan untuk mengurus keluarga dan mencari cara agar warung dapat kembali beroperasi. Beruntung, bantuan dari keluarga dan kerabat membantu mereka bertahan di tengah kondisi yang serba sulit.

Harapan baru kemudian datang melalui bantuan ROIS OJK yang disalurkan oleh Dompet Dhuafa. Sebagai penyalur amanah zakat, Dompet Dhuafa menyerahkan bantuan senilai Rp15 juta kepada Pak Kasnadi untuk membantu meringankan beban yang ditanggung keluarga pascamusibah kebakaran.

Two men hold a large donation sign in Indonesian, standing at a shop doorway with water bottles on shelves behind them.

Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk membantu mencicil biaya pengobatan anggota keluarga yang mengalami luka bakar sekaligus menambah modal usaha agar Warung Nasi Teteh Kuningan dapat kembali beroperasi.

“Bantuan ini sangat membantu. Sebagian untuk biaya rumah sakit, sebagian lagi untuk kebutuhan usaha. Jadi beban kami sedikit berkurang,” ungkapnya.

Perlahan namun pasti, Warung Nasi Teteh Kuningan kembali berdiri. Setelah melalui proses renovasi dan penataan ulang selama kurang lebih satu bulan, warung tersebut kini kembali melayani pelanggan seperti sediakala. Meski masih dalam tahap pemulihan, pelanggan mulai berdatangan dan aktivitas usaha kembali berjalan.

Assorted hot dishes in metal buffet trays; a floral plate with noodles and herbs rests on a tray at the center of the line.

Bagi pria 65 tahun itu, harapan ke depan terbilang sederhana. Ia ingin usahanya kembali normal, kesehatan keluarganya terjaga, dan rezeki yang halal terus mengalir untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Harapannya bisa normal lagi, bisa jualan lagi. Yang penting sehat dan rezeki ada. Alhamdulillah, terima kasih kepada Dompet Dhuafa dan ROIS OJK atas bantuannya. Semoga bantuan kemanusiaan seperti ini terus berjalan,” kata Pak Kasnadi.

Baca juga: Upaya Dompet Dhuafa dan ROIS OJK Berdayakan Petani Lokal

Man sits outside a shop, smiling and looking to his left, wearing a brown polo shirt with a green door frame in the background and a water bottle on a counter beside him

Kisah Pak Kasnadi menjadi pengingat bahwa di balik setiap musibah, selalu ada harapan yang tumbuh melalui kepedulian sesama. Bantuan yang diberikan bukan hanya membantu membangun kembali warung yang sempat hangus terbakar, tetapi juga menghidupkan kembali semangat dan optimisme sebuah keluarga untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan.

Mari terus hadirkan manfaat bagi lebih banyak keluarga melalui Donasi Dompet Dhuafa. Karena setiap kebaikan yang dititipkan dapat membantu mereka bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Nurul
Penyunting: Dhika