Dompet Dhuafa Hadir di Rakernas ABP-PTSI 2025: STIM Budi Bakti dalam Mendorong Transformasi Pendidikan Tinggi Swasta yang Berdaya Saing

BANDUNG – Kehadiran Ahmad Juwaini selaku Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI) di Bandung pada Rabu (16/07/2025), menegaskan komitmen Dompet Dhuafa terhadap penguatan pendidikan tinggi. Lebih dari itu, keikutsertaannya menjadi sorotan, mengingat Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Budi Bakti adalah salah satu manifestasi nyata dari visi pendidikan Dompet Dhuafa.

Rakernas ABP-PTSI 2025 yang mengangkat tema “Penguatan Kelembagaan PTS sebagai Pilar Kemandirian Bangsa” menjadi wadah strategis bagi Dompet Dhuafa untuk berdiskusi dengan para pemimpin kampus. Dalam forum tersebut, Ahmad Juwaini berdiskusi hangat dengan berbagai tokoh, termasuk Rina Fatimah, Kepala STIM Budi Bakti, yang dikenal aktif mendorong transformasi kampus sebagai pusat inovasi sosial. Ini menggarisbawahi posisi STIM Budi Bakti sebagai institusi pendidikan yang selaras dengan misi filantropi Dompet Dhuafa.

Baca juga: Buka Jalan ke Dunia Internasional, Universitas Budi Bakti Gandeng Kampus Malaysia

Ahmad Juwaini secara khusus menekankan pentingnya peran pendidikan tinggi sebagai katalis perubahan sosial. “Kampus bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi harus menjadi pusat pembentukan karakter, pengabdian, dan pemberdayaan. Di sinilah titik temu antara misi Dompet Dhuafa dan visi PTS yang progresif,” ujarnya. Pandangan ini sejalan dengan filosofi pendirian STIM Budi Bakti oleh Dompet Dhuafa, yang bertujuan mencetak pemimpin berkarakter dan berdaya saing.

Keberadaan Ahmad Juwaini di forum strategis ini sekaligus menegaskan STIM Budi Bakti, sebagai bagian dari Dompet Dhuafa, adalah mitra strategis dalam berbagai program, mulai dari beasiswa, pengembangan SDM, hingga riset sosial. Di sela-sela Rakernas, beliau dan Rina Fatimah dari STIM Budi Bakti secara khusus mendiskusikan penguatan program pendidikan inklusif dan kewirausahaan sosial bagi mahasiswa.

Baca juga: Gelar Wisuda XXIII, STIM Budi Bakti Siap Lahirkan Lulusan Berjiwa Sociotechnopreneur

“Sinergi semacam ini penting agar kampus tidak berjalan sendiri, tetapi terhubung dengan kekuatan masyarakat sipil. Kita ingin mahasiswa bukan hanya kompeten, tapi juga peduli dan solutif terhadap problem sosial,” tambah Rina Fatimah. Penekanan pada kewirausahaan sosial dan kepedulian sosial adalah ciri khas kurikulum dan pendekatan pendidikan di STIM Budi Bakti, yang dirancang untuk menjawab tantangan zaman dan menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga berjiwa sosial tinggi.

Rakernas ABP-PTSI 2025 di Bandung menjadi ruang strategis untuk menjalin kolaborasi lintas sektor—antara kampus, lembaga sosial, dan dunia usaha. Bagi Dompet Dhuafa, forum ini semakin memperkuat posisi STIM Budi Bakti sebagai garda terdepan dalam mewujudkan pendidikan yang berdampak nyata bagi kemandirian bangsa. (Dompet Dhuafa)

Teks dan Foto: STIM Budi Bakti
Penyunting: Dhika