JAKARTA — Menyambut Hari Iduladha 1446 H, Dompet Dhuafa kembali menggabungkan program unggulannya yakni Tebar Hewan Kurban (THK) 1446 H dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (15/5/2025) di Antara Heritage, Jakarta Pusat. Menginjak THK ke-31 tahun, Dompet Dhuafa kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mendistribusikan hewan kurban kepada masyarakat prasejahtera, namun juga sarana strategis untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya peternak lokal.
Sejak tahun 1994, Dompet Dhuafa melalui Program Pemberdayaan Ternak telah konsisten mendorong kemandirian peternak lokal. Melalui program THK, Dompet Dhuafa tidak hanya memfasilitasi pelaksanaan ibadah kurban, namun juga menghadirkan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat prasejahtera.

Salah satu ciri khas dari THK adalah distribusi daging kurban hingga ke pelosok negeri, terutama ke wilayah yang sering luput dari perhatian distribusi kurban konvensional. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa masyarakat terpencil juga bisa merasakan nikmatnya daging kurban yang jarang mereka konsumsi sehari-hari.
“Dompet Dhuafa memang tugasnya membantu masyarakat prasejahtera, kurban ini ada satu sisi kita memberikan bantuan langsung ya, berbentuk daging segar kepada masyarakat tapi pada sisi lain itu juga memberikan manfaat ekonomi kepada peternak atau perantara yang menjadi penghubung. Jadi kita berorientasi agar semua program kita itu sebagai upaya dari meningkatkan kesejahteraan orang-orang yang masih ada dalam taraf belum sejahtera,” terang Ahmad Juwaini selaku Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa.
Baca juga: Kurban Bantu Masyarakat Somalia Hadapi Krisis Kelaparan Berkepanjangan


Inilah yang dimaksud dengan tema tahun ini, “Kurban Se-ngaruh Itu”. Dwi Tanty Kurnianingtyas sebagai Ketua THK 1446 H Dompet Dhuafa memaparkan bahwa dampaknya tak berhenti di pekurban dan penerima daging kurban, tetapi juga menjangkau peternak lokal yang kehidupannya ikut terangkat. Kurban menjadi jalan rezeki dan harapan bagi banyak keluarga di penjuru negeri.
Tahun ini, Dompet Dhuafa menargetkan distribusi 35.000 setara domba/kambing ke 28 provinsi dan 105 kabupaten/kota, serta ke tiga negara yang mengalami krisis kemanusiaan seperti Palestina, Somalia, dan Myanmar. Distribusi dilakukan dalam bentuk daging segar, kaleng, dan frozen disesuaikan dengan kondisi infrastruktur masing-masing wilayah.

Dompet Dhuafa memberikan jaminan terhadap hewan kurban yang disalurkan melalui prinsip 4P, yaitu kepastian bahwa hewan yang dikurbankan Pasti Jantan, Pasti Lolos Quality Control, Pasti Distribusi Hingga Pelosok Negeri, serta Pasti Laporan Cepat. Prinsip ini menjadi bentuk komitmen Dompet Dhuafa dalam menjaga kepercayaan masyarakat dan memastikan bahwa setiap kurban yang dititipkan benar-benar memberikan manfaat secara menyeluruh.
Hadir pula Taufik Mawaddani sebagai Mitra Ternak Dompet Dhuafa Program THK Dompet Dhuafa memaparkan Dompet Dhuafa hadir menjadi solusi atas kebutuhan dari para peternak karena turut memperkuat ekosistem peternakan rakyat.
Baca juga: Kurban Bawa Harapan, Penopang Ekonomi Herdianto

Dengan menyerap hewan ternak secara masif dari peternak kecil, program ini memberikan harga yang kompetitif dan mendorong keberlangsungan usaha peternakan lokal. Kurban pun menjadi sarana pemberdayaan yang mampu menghidupkan kantong-kantong ekonomi di daerah.
“Ketika prosesnya sudah bagus maka keberhasilan kami ternyata peternak bisa mendapatkan keuntungan dari sisi ekonomi, edukasi dan jaringan, bagaimana kami bisa mendistribusikan daging ini ke wilayah wilayah terpencil atau yang jauh dari pemukiman,” ujar pria yang akrab disapa Dani.
Salah satu inovasi utama tahun ini adalah hadirnya kategori Domba Ekonomis, dengan bobot 20–22 kg, yang ditujukan bagi masyarakat dengan daya beli terbatas namun tetap ingin berkurban sesuai syariah. Langkah ini dinilai strategis dalam memperluas partisipasi dan dampak sosial kurban.


Baca juga: Distribusi Hewan Kurban Sumut ke Desa di Atas Air Hingga Desa di Atas Bukit
Selain aspek ekonomi, menurut Esti Nurwanti sebagai seorang Ahli Gizi mengapresiasi peran Dompet Dhuafa juga menyoroti pentingnya peran kurban dalam meningkatkan status gizi masyarakat. Daging kurban yang kaya zat besi dapat membantu ibu hamil, balita, dan anak-anak mencegah anemia dan stunting, terutama di fase MPASI.
Distribusi daging kurban ke wilayah-wilayah dengan tingkat kerentanan gizi tinggi diharapkan bisa menjadi intervensi nyata dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia ke depan. Terus luaskan manfaat kurban melalui digital.dompetdhuafa.org/kurban. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Anndini , DDTV
Penyunting: Dhika

