JAKARTA — Edukasi mengenai zakat sering kali identik hanya bagi orang dewasa. Berbeda dari biasanya, pada Rabu (5/3/2025), para siswa Embun Pagi Islamic School (EPIS) berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa menggelar Pelatihan Amil Zakat di Gedung EPIS, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Sebanyak 30 siswa riuh memenuhi ruangan untuk hadir dalam pelatihan yang terdiri dari dua sesi. Sesi pertama diisi oleh Kepala Layanan Dakwah Dompet Dhuafa, Ahmad Pranggono, yang menyampaikan materi Fadilah menjadi Amil Zakat dan Muzaki. Kemudian dilanjut pada sesi kedua oleh Manager Fundraising Dompet Dhuafa, Yudha Andilla, yang akan memandu para siswa melakukan simulasi Layanan Zakat Fitrah.


Kepala Sekolah SMP EPIS, Syahrul Arifin, mengaku materi mengenai pengelolaan zakat tak ada di kelas atau bahkan kurikulum. Kolaborasinya dengan Dompet Dhuafa kali ini bertujuan agar para siswanya mendalami soal fikih zakat fitrah. Di samping itu para siswa juga memiliki kegiatan untuk mengelola sampai mendistribusikan zakat fitrah yang diperuntukkan bagi mustahik di sekitar lingkungan sekolah.
“Kami memberi kesempatan kepada 30 siswa dari tingkat SMP-SMA ini untuk belajar, bagaimana pengelolaan zakat fitrah sesuai syariat. Nantinya mereka yang akan mengelola zakat fitrah bagi siswa-siswa di sini. Rencananya akan disalurkan bagi mereka yang membutuhkan di sekitar sekolah saja. Mereka juga yang akan mengedukasi siswa lain soal zakat. Agar mereka belajar berbagi. Luar biasa Dompet Dhuafa bisa memfasilitasi pelatihan ini!” tutur Arif.
Materi pelatihan yang disampaikan oleh Ustaz Ahmad Pranggono kepada para siswa terdiri dari pengertian zakat, amil, muzaki, dan mustahik; penerimaan dan pengelolaan zakat; dan distribusi zakat dengan terobosan terbaru, yakni melalui program pemberdayaan bagi masyarakat.



Tak hanya materi, Ustaz Ahmad Pranggono juga menayangkan cuplikan video dokumenter dari penerima manfaat Program Pemberdayaan Ekonomi Dompet Dhuafa di Gedung Sekolah Embun Pagi Islamic School, Duren Sawit, Jakarta Timur.
“Saya sangat salut, ya, dengan para siswa dan guru di EPIS. Mereka concern dengan profesi amil. Saya tadi menyampaikan materi terkait pengelolaan zakat secara profesional. Zaman sekarang yang terpenting adalah digitalisasi, transparansi, dan inovasi program. Saya juga menyampaikan penyaluran zakat yang dapat berbentuk program pemberdayaan masyarakat, itu yang banyak orang tidak tahu. Terlebih mereka akan praktik mengelola zakat, memang perlu pemahaman yang baik untuk menentukan penerima manfaat atau mustahik,” jelas Ustaz Ahmad.
Yudha menambahkan bahwa penting untuk membangun karakter guna melayani penerimaan dan pengelola zakat. Tak hanya membutuhkan kemampuan intelektual, interaksi sosial pun menjadi hal yang perlu diperhatikan.
“Saya menguapkan terima kasih pada kesempatan untuk berbagi ilmu bersama adik-adik dari EPIS. Tadi kami melakukan praktik penerimaan zakat, siswa berperan sebagai amil dan muzaki. Penting untuk diperhatikan adalah pelayanan atau interaksi antaramil dan muzaki. Semoga materi hari ini menjadi aset yang luar biasa ke depannya,” tutur Yudha.



Arif berharap ilmu yang didapat para siswa dapat diaplikasikan dalam waktu terdekat ini yakni bulan Ramadan 1446 H dan masa yang akan mendatang.
“Semoga mereka dapat langsung mengaplikasikannya saat mengelola zakat siswa EPIS bulan Ramadan ini. Terima kasih untuk Dompet Dhuafa, semoga Allah memberkahi dan menjaga Dompet Dhuafa dalam mengemban amanah meningkatkan kesejahteraan kehidupan bangsa,” tutupnya. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Hany Fatihah Ahmad
Penyunting: Dhika

