BIREUEN, ACEH — Warga Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli dan Gampong Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, kembali terisolir dan akses terputus. Pasalnya, jembatan utama masih hancur pascabanjir bandang dan longsor yang terjadi pada November 2025, dan jembatan sementara penghubung antar kecamatan itu baru-baru ini juga rusak diterjang debit arus sungai tinggi saat hujan deras pada Ahad (15/02/2026).
Untuk melakukan aktivitas dan melintas, kini mereka kembali menggunakan jembatan sling darurat dengan inisiatif gotong royong antarwarga yang saling tarik-menarik di kedua sisinya. Jika menggunakan jalur alternatif, perlu memakan waktu sekitar dua jam mengitari perkebunan sawit dan jalur darat ekstrem.



Selain menghantam jembatan, banjir bandang dan longsor di sana turut menghanyutkan 30 rumah di Dusun Bivak, Desa Krueng Simpo, dan 64 rumah di Gampong Salah Sirong. Bapak Nur dan Ibu Sivia merupakan penyintas lansia yang selamat meski rumahnya hanyut ditelan bencana hidrometeorologi tersebut.
“Sudah 30 tahun kami tinggal di rumah itu, kini hanyut tidak tersisa dan hanya membawa badan saja. Kejadian itu malam setelah waktu maghrib, ketika air makin tinggi, kami pun langsung lari ke rumah anak menantu,” kenang Bu Sivia.
“Banjirnya besar sekali, jembatan pun rusak. Warga bikin jembatan darurat, baru dua hari lalu rusak lagi. Sehari-hari saya dagang di warung kelontong, tapi sejak bencana dan sampai sekarang belum buka lagi. Listrik mati dan akses terputus,” jelas Ibu Yusnidar, anak menantu dari Bapak Nur dan Ibu Sivia.
Baca juga: Dompet Dhuafa Terima 1.000 Mowilex Kit untuk Respons Bencana Sumatra



Dompet Dhuafa yang berkolaborasi bersama Mowilex—jenama produk cat premium PT Mowilex Indonesia—menembus medan sulit di area belantara sawit, menyambangi Dusun Bivak dan Gampong Salah Sirong, Selasa (17/02/2026). Berupaya memenuhi amanah penyaluran bantuan bagi para penyintas bencana yang masih rentan membutuhkan di hampir tiga bulan pascabencana ini.
Gayung bersambut. Meski hujan dan kabut tipis turun sejak pagi, warga tetap antusias menyambut kedatangan tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa dan Mowilex di sana.
“Realita pascabencana Sumatra ini kondisi belum sepenuhnya pulih. Masih banyak warga terdampak bencana yang bertahan dalam kondisi rentan, akses terbatas, listrik mati, dan jauh dari sentuhan bantuan terutama mereka yang tinggal di pedalaman. Ini yang perlu kita ketahui bersama agar solidaritas terus ada dari mereka yang peduli Sumatra,” sebut Kepala DMC Dompet Dhuafa, Shofa Qudus.
“Alhamdulillah, bantuan kemanusiaan dari Mowilex ini, bisa terus menguatkan respons kemanusiaan bagi penyintas yang masih membutuhkan,” lanjutnya.
Baca juga: Sambut Ramadan, Dompet Dhuafa Gelar Meugang Bersama Warga di Titik-Titik Pengungsian Banjir Aceh



Donasi kemanusiaan sebanyak 1.000 Mowilex Kit digulirkan untuk mendukung respons kemanusiaan dalam bencana banjir di wilayah Sumatra. Bantuan berupa bahan pangan dan hygiene kit itu tersebar di wilayah Bireuen dan Aceh Tamiang.
Selain itu, ESG Specialist Mowilex, Matthew Nathanael, turut membersamai penyaluran bantuan di wilayah Bireuen. Ia terjun langsung dalam distribusi bantuan di Dusun Bivak, dan menyeberangi sungai menggunakan jembatan sling darurat, sambil membawa bantuan ke Gampong Salah Sirong.
Ia akui, aksi heroik itu dilakukan untuk yang pertama kalinya tanpa ragu, seperti ada perasaan kuat yang mendorongnya. “Melihat situasi di sini, berinteraksi, dan mendengar cerita dari penyintas, menggerakkan saya untuk terlibat menyalurkan langsung,” sebut Matthew.
“Saya ikut haru namun bahagia melihat warga yang juga bahagia menerima bantuan Mowilex Kit ini. Rasanya sangat tepat Mowilex berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa dalam respons kemanusiaan ini,” tambahnya.



“Bantuan ini berguna sekali untuk tambah persediaan Ramadan ataupun lebaran nanti. Bersyukur sekali bantuan masuk ke desa kami di pedalaman ini,” ungkap Ibu Yusnidar.
Diharapkan bantuan ini bisa menyediakan kebutuhan dasar bagi masyarakat di wilayah terdampak. Amanah bantuan yang kita berikan sangat berarti bagi mereka di sana. Terus kuatkan mereka melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/prayforsumatera. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Dhika
Penyunting: Dedi Fadlil

