Hadirkan Solusi Air Bersih, Sumur Bor Kolaborasi Dompet Dhuafa, La Galigo Foundation, dan Ivtar Jadi Penyelamat Warga Pascabanjir di Bireuen Aceh

Nine people stand outdoors beside a sign that reads 'Pray for Sumatera' in a tropical yard with palm trees and simple buildings.

BIREUEN, ACEH — Duka akibat banjir bandang dahsyat yang menerjang Kabupaten Bireuen, Aceh, pada November 2025 lalu kini perlahan berganti dengan senyum penuh syukur. Memasuki fase pemulihan (recovery), Dompet Dhuafa bergerak nyata menyalurkan amanah dari mitra kebaikan, La Galigo Foundation dan Ivtar (Indonesian Vegetarian Iftar), dengan membangun fasilitas Sumur Bor bagi warga terdampak.

Ditemui langsung pada Selasa (14/07/2026), warga di Kampung Lueng Daneun, Dusun Cot Aweuh, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, mengatakan bahwa kehadiran fasilitas Sumur Bor air bersih ini menjadi tulang punggung kehidupan mereka sehari-hari.

Bencana yang melanda akhir tahun lalu itu memang menyisakan dampak yang masif. Kepala Dusun Cot Aweuh, Taufiqurrahman, mengenang bagaimana hujan deras yang tak henti selama seminggu membuat air sungai meluap pada waktu subuh hingga merendam rumah-rumah warga setinggi 1,5 hingga 3,5 meter. Peristiwa tersebut bahkan merenggut korban jiwa, memutus aliran listrik hingga satu bulan, serta melumpuhkan sektor ekonomi akibat 73 hektar sawah tertimbun lumpur.

Man wearing a cap untangles a rope, lowering a green bucket into a concrete well in a rural backyard.
Outdoor irrigation valve/post with a blue hose on dirt, weeds growing nearby.

Baca juga: Hadirkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Banjir di Aceh melalui Pembangunan 5 Sumur Bor

Penderitaan warga kian bertambah karena akses air bersih lumpuh total. Sumur-sumur manual andalan warga tertimbun lumpur pekat dan jaringan PDAM rusak parah hingga belum bisa digunakan secara optimal sampai saat ini. Warga terpaksa menempuh jarak hingga satu kilometer ke Meunasah (surau) terdekat demi mendapatkan air.

“Adanya sumur bor ini sangat bermanfaat, terutama jelas untuk ibadah sebagai air wudhu. Karena 100% penggunaannya bersumber dari sini, di Meunasah ini. Hingga hari ini, masyarakat masih terus memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari,” sebut Taufiqurrahman, mewakili 80 KK/sekitar 400 jiwa Dusun Cot Aweuh.

Aqif, salah satu warga setempat, turut mengutarakan rasa terima kasihnya atas kepedulian para donatur. Bagi warga yang sebelumnya terbiasa mengambil air sumur secara manual, infrastruktur baru ini membawa perubahan besar bagi sanitasi mereka.

“Adanya sumur bor ini sangat menguntungkan kami, apalagi air bor ini jauh lebih bersih daripada sumur biasa. Sampai hari ini kami gunakan terus untuk air minum, mencuci baju, dan kebutuhan harian lainnya,” ujar Aqif lega.

Woman wearing a black hijab washing her hands at a wall-mounted faucet in a tiled room, water running from the tap.

Man in a cap stands by tiled wall, holding a green bucket under outdoor taps and giving a thumbs up while washing.

Baca juga: Sumur Bor di Tengah Lumpur Jadi Harapan Baru Warga Meurah Dua

Kehadiran sumur bor di wilayah terdampak banjir Bireuen ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian yang kita disalurkan melalui kolaborasi kemanusiaan tidak hanya hadir saat darurat bencana, melainkan terus menemani proses bangkitnya para penyintas. Terima kasih La Galigo Foundation, Ivtar, dan seluruh donatur yang telah mengalirkan kembali kehidupan di tanah Serambi Mekah. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Dhika
Penyunting: Dedi Fadlil