JAKARTA — Mengawali tahun 2026, Dompet Dhuafa menyampaikan laporan kinerja kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas atas berbagai program kerja dan capaian sepanjang tahun 2025 dalam pengelolaan Ziswaf (zakat, infak, sedekah, dan wakaf). Laporan tersebut disampaikan melalui agenda tahunan Indonesia Humanitarian Summit (I-HitS) yang digelar pada Kamis (15/1/2026) di Nusantara TV Tower, Pulomas, Jakarta Timur.
Melalui kolaborasi Dompet Dhuafa dan Nusantara TV (NTV), I-HitS 2026 dirancang sebagai ruang penggerak perubahan yang mengusung tema “Empowerment to The Next Level”. Merefleksikan tekad Dompet Dhuafa yang tidak berhenti pada penyaluran bantuan semata, melainkan berfokus pada penyediaan solusi berkelanjutan berbasis pemberdayaan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong para mustahik keluar dari lingkar kemiskinan dan bertransformasi menuju kehidupan yang lebih mandiri.
Hadir pula dalam gelaran tersebut Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia, Waryono Abdul Gofur; Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Anis Matta; Entrepreneur, Sandiaga Uno; Rahmad Riyadi, Anggota Pembina Dompet Dhuafa, Anggota Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Yudi Latif; Ahmad Juwaini, Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Direktur IDEAS, Agung Pardini; Ketua Bidang Inovasi dan Literasi Forum Zakat, Eko Muliansyah; Direktur Komersial NTV, Dede Apriandi; Owner Batik Trusmi, Sally Giovanny; Founder dan CEO Agradaya, Andhika Mahardika; serta Penerima Manfaat Dompet Dhuafa, M Attiatul Muqtadir.



Saat ini, Indonesia tengah dihadapkan dengan ketidakpastian global melingkupi berbagai sektor. Inflasi yang tinggi, konflik berkepanjangan, perubahan iklim, dan gejolak geopolitik membuat jutaan masyarakat di berbagai negara kehilangan rasa aman dan arah masa depan. Situasi tersebut turut berimbas ke Indonesia. Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih terjadi di banyak sektor, lapangan pekerjaan semakin terbatas, dan ketimpangan ekonomi makin terasa di berbagai daerah.
Kelompok menengah yang selama ini menjadi penopang ekonomi nasional, kini banyak yang terjun menjadi rentan miskin. Meskipun data BPS per Maret 2025 menyatakan penurunan persentase penduduk miskin Indonesia yakni 8,47% dari jumlah penduduk atau 23,85 juta orang, faktanya di lapangan berbanding terbalik dengan kondisi yang dialami oleh masyarakat. Kesenjangan sosial semakin tinggi terutama di wilayah dengan lapangan kerja terbatas dan biaya hidup yang terus naik.
Oleh itu, Dompet Dhuafa terus berkomitmen dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, dakwah dan budaya yang terukur, berdampak, dan berkelanjutan.
Baca juga: Penghimpunan Dompet Dhuafa Tumbuh 7,28% di Semester Pertama 2025


Membuka gelaran I-Hits 2026, Rahmad Riyadi menegaskan, bahwa secara keseluruhan selama 32 tahun ini Dompet Dhuafa berperan sebagai jembatan kebaikan guna mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan yang merata. Beliau juga mengajak seluruh mitra untuk tidak berhenti melangkah dalam kebaikan dan bersama melakukan pemberdayaan yang lebih kuat dan berdampak.
“Peran utama Dompet Dhuafa selama tiga dekade ini merupakan pelopor pengelola ZISWAF modern, kemudian sebagai penggerak industri komunal yang dimiliki oleh masyarakat yang berada di industri nanas dengan Subang, kita seleksi masyarakat di pabrik yang memiliki sebagai standar mustahil kemudian sebagai penyelenggara layanan gratis dan berkualitas melalui lima pilar utama. Dompet Dhuafa juga menyediakan layanan akses untuk menjangkau pemerintah,” kata Rahmad.

Dalam rangkaiannya, I-Hits menjadi kesempatan bagi Dompet Dhuafa untuk membedah program dan praktik baik, melalui sesi Public Expose. Sesi ini dibawakan oleh Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, yang menyampaikan pertumbuhan penyaluran ZISWAF Dompet Dhuafa dalam periode 2025. Masuk lebih dalam, Ahmad menyampaikan tentang bagaimana perkembangan Dompet Dhuafa sekaligus menggambarkan rangkaian yang akan dilakukan di tahun 2026.
“Laporan tahunan ini bukan sekadar rangkuman aktivitas, tetapi cerminan perjalanan panjang Dompet Dhuafa sebagai Lembaga Filantropi Islam dalam mengelola amanah masyarakat selama lebih dari tiga dekade. Beragam inisiatif program di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, dakwah dan budaya terus dikembangkan, sejalan dengan dinamika kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks. Melalui inovasi, kolaborasi, dan penguatan kapasitas, kami meyakini bahwa setiap inisiatif pemberdayaan yang dirancang dengan tepat mampu menumbuhkan perubahan nyata sekaligus memperkuat kemandirian mereka yang membutuhkan,” ujar Ahmad.
Lebih lanjut, dalam paparan Ahmad Juwaini, sepanjang tahun 2025 mendapati total Penghimpunan Dompet Dhuafa sebanyak Rp426.519.076.822,-. Sementara total penyaluran melalui berbagai program yang berbasis lima pilar kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial, dakwah dan budaya- sebanyak Rp422.942.586.574,-. Dengan catatan kenaikan penyaluran tahun 2025 sebesar 103%, kinerja penyaluran Dompet Dhuafa sangat efektif menurut Allocation to Collection Ratio, Zakat Core Principle. Dari angka penghimpunan di atas, total penerima manfaat pada tahun 2025 sebanyak 2.828.823 jiwa dan melalui 3.632.925 layanan.
Baca juga: Penyaluran Zakat PT Agrinesia Raya Dorong Pengembangan UMKM di Bogor



Dalam sambutan pembukanya, Waryono, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, menyampaikan bagaimana keberhasilan lembaga zakat bukan pada penghimpunan tetapi seberapa penerima manfaat yang bisa berubah dari mustahik ke muzakki. Hal ini terus diupayakan bahwa menjadikan mustahik sebagai muzakki itu pekerjaan yang sangat berat dan membutuhkan waktu yang lama.
“Selamat kepada Dompet Dhuafa yang selalu memberikan kontribusi kepada kita semua, bersinergi bersama negara untuk mengentaskan kemiskinan. Karena menurut kami, tolak ukur keberhasilan LAZ (Lembaga Amil Zakat) tidak semata pada pengumpulan, tapi justru yang menurut saya sangat penting seberapa banyak masyarakat menerima manfaat yang hari ini masih membutuhkan,” tutur Waryono.

Selaras dengan hal tersebut, mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Mariman Darto, memaparkan cara pandangnya tentang lembaga atau instansi dapat memberikan ruang waktu tenaga pemikiran pengetahuan dan keberpihakan dan sekolah memiliki tempat yang strategis untuk saling memberi. Pendidikan filantropi sebagai investasi sosial yang bagus untuk kita, menyelesaikan masalah bersama.
“Kami sepakat di mana letak pembelajaran filantropi dan kurikulum kepada murid sekolah adalah merupakan bentuk sikap pribadi yang peduli bukan sekarang menggalang bantuan, pengalaman belajar. Bagaimana setiap satuan pendidikan di Indonesia ini bisa digerakkan begaia investasi sosial di masa depan, pendidikan filantropi pada akhirnya adalah pendidikan tentang menjadi manusia yang utuh budaya sekolah yang inklusif, budaya yang bertanggung jawab dan budaya yang konsisten menyampaikan yang dikerjakan berulang meskipun kecil,” ujar Mariman.

Anis Matta, Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia menegaskan, bahwa dari kerja-kerja filantropi ini adalah pada dasarnya mengajarkan tradisi memberi itu merupakan fungsi mental health, fungsi healing secara psikologis. Karena dalam Islam, kikir itu adalah penyakit jiwa, dan obat dari kikir itu adalah memberi, punya fungsi konvertor.
“Lembaga Dompet Dhuafa dan semua lembaga ini mengkonversi pendapatannya menjadi rezeki. Kerja filantropi ini merupakan instrumen kohesi sosial, alat untuk menciptakan persatuan dalam masyarakat yang kita lakukan adalah membuat orang-orang yang kaya nyaman dengan hartanya tapi membuat orang-orang miskin memiliki harapan hidup yang lebih baik,” kata Anis Matta.

Bukan hanya itu, Dompet Dhuafa juga menghadirkan pentas seni dan budaya serta berbagai programnya dalam pameran program dan booth pemberdayaan, yang diramaikan oleh Mitra Pelaksana Program (MPP), antara lain Great Edunesia yang menghadirkan Institut Kemandirian, beasiswa program literasi lainnya.
Sementara bidang kesehatan ada Yayasan Rumah Sehat Terpadu (YRST) yang menghadirkan pemeriksaan mata gratis, layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan games edukasi & mental health, Indonesia Berdaya memamerkan produk pemberdayaan ekonomi dan produk UMKM Zona Madina, Disaster Management Center (DMC), Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM).


Capaian laporan dalam gelaran I-HitS 2026 ini sebagai hasil kerja kolektif yang ditopang oleh kepercayaan para donatur, kolaborasi mitra strategis, dedikasi relawan, serta kontribusi seluruh Insan Dompet Dhuafa di berbagai wilayah. Kepercayaan publik dipandang sebagai amanah penting yang mendorong Dompet Dhuafa untuk terus memperkuat tata kelola dan memperluas dampak kebermanfaatan. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Anndini Dwi Putri
Penyunting: Dhika

