JAKARTA – Dompet Dhuafa melalui mitra pelaksana program pendidikan inovatifnya, Great Edunesia (Yayasan Pendidikan Umar Usman), terus menunjukkan komitmennya dalam menyebarkan dampak positif di berbagai lapisan masyarakat. Data terkini, Rabu (25/06/2025), mengungkapkan bahwa program ini kini telah berhasil menjangkau lebih dari 77.280 penerima manfaat di seluruh Indonesia, sebuah capaian signifikan yang patut diapresiasi.
Angka 77.280 penerima manfaat ini mencerminkan jangkauan yang luas dan inklusif. Mayoritas penerima manfaat berasal dari kalangan individu, yang menunjukkan fokus program dalam memberdayakan setiap individu secara langsung. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi terbesar penerima manfaat datang dari segmen siswa, mencapai angka impresif 51.400 orang. Selain itu, program ini juga berhasil menyentuh 21.100 masyarakat umum, 3.200 mahasiswa, dan 1.500 warga di tingkat desa, membuktikan diversifikasi target dan relevansi program bagi berbagai kelompok usia dan latar belakang.
Secara geografis, jangkauan program Great Edunesia tersebar di berbagai provinsi. Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah penerima manfaat terbanyak, mencapai 23.039 orang, diikuti oleh Nusa Tenggara dengan 9.506 penerima manfaat. Ini menunjukkan upaya dalam pemerataan akses terhadap program-program bermanfaat hingga ke daerah-daerah.
Salah satu program unggulan yang menjadi pilar penting dalam capaian ini adalah Beasiswa ETOS ID. Beasiswa ini merupakan upaya Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi Islam untuk menjawab permasalahan akses pendidikan berkualitas di Indonesia, utamanya bagi masyarakat marjinal dan dhuafa yang terkendala kesenjangan ekonomi. Dengan semangat pemberdayaan, Dompet Dhuafa menghadirkan beasiswa ETOS ID untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera melalui pendidikan.
Baca juga: Tampil Tunggal, Tegar Penerima Beasiswa Etos ID Sabet Juara 2 di InspireX 2025

Managing Director Riset IDEAS Great Edunesia,Haryo Mojopahit, mengatakan:
“Dompet Dhuafa berperan besar dalam mendorong akses kepada pendidikan tinggi melalui Beastudi Etos Improvement and Development (ETOS ID). Program ini telah bekerja sama dengan lebih dari 30 perguruan tinggi di seluruh Indonesia dengan penerima manfaat dan alumni sebanyak 77.280 orang sejak didirikan. Mereka tidak hanya diberi uang saku dan UKT, tapi juga dibina dalam aspek integritas, profesionalisme dan kepemimpinan untuk melakukan perubahan sosial (transformatif)”.
Beasiswa ETOS ID sendiri pertama kali diluncurkan pada tahun 2003 dengan nama Beasiswa Best of The Best (BoB), kemudian bertransformasi menjadi Beastudi Etos, dan sejak tahun 2019 kembali berubah nama menjadi Beasiswa ETOS ID. Sejak tahun 2003 hingga 2023, Beasiswa ETOS ID secara khusus telah mencetak lebih dari 2.500 mahasiswa berprestasi yang berasal dari 24 kampus unggulan di Indonesia.
“Untuk mendorong aktivisme mahasiswa, Dompet Dhuafa juga membuka Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) di lebih dari 20 kampus di Indonesia. Pembinaan para aktivis mahasiswa ini telah melahirkan banyak kader-kader pemimpin di masyarakat melalui berbagai leadership project-nya. Total penerima beasiswa ini mencapai 2.293 orang,” tambah Haryo.
Baca juga: ETOS ID dan BAKTI NUSA, Dua Beasiswa Dompet Dhuafa untuk Mahasiswa

Baca juga: GREAT Edunesia: Bangun Peradaban Lewat Pendidikan
Program Beasiswa ETOS ID dirancang dengan dua metode utama, yakni Improvement dan Development, untuk meningkatkan kapasitas serta integritas diri mahasiswa. Tidak hanya memfasilitasi dana pendidikan berupa tunjangan biaya kuliah (UKT) selama 8 semester dan bantuan aktivitas perkuliahan sebesar Rp600.000/bulan, ETOS ID juga menyediakan pembinaan intensif. Pembinaan ini mencakup peningkatan kemampuan bahasa asing (Bahasa Inggris), pendampingan mentor akademis dan organisasi, training pengembangan diri, persiapan pasca kampus (karir), Temu Etoser Nasional, hingga kesempatan terlibat dalam aktivitas pemberdayaan masyarakat.
Persyaratan pokok program ini adalah mahasiswa atau calon mahasiswa beragama Islam (Muslim/Muslimah) yang memiliki prestasi akademis dan organisasi baik, berasal dari keluarga prasejahtera, dan berkomitmen mengikuti program selama 8 semester. ETOS ID adalah ikhtiar untuk memutus rantai kemiskinan, dengan harapan para alumni mampu menjadi pribadi yang kompeten, profesional, berintegritas, berdaya saing, dan memiliki kontribusi di masyarakat, sehingga dapat mengubah status keluarga dari mustahik menjadi muzakki.
Selain Beasiswa ETOS ID, program-program lain seperti “KTG Road To School”, “Hero for Earth”, dan “Nada Belajar” juga turut memberikan kontribusi besar pada total penerima manfaat Great Edunesia. Jalinan kolaborasi erat dengan berbagai institusi pendidikan tinggi seperti Universitas Andalas, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Hasanuddin juga memperkuat dampak program ini di jenjang pendidikan tinggi.
Dengan capaian yang terus meningkat dan dukungan dari program-program berkualitas seperti Beasiswa ETOS ID, Dompet Dhuafa melalui program Great Edunesia telah membuktikan dedikasinya dalam menciptakan perubahan positif dan memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan. Keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus memperluas jangkauan dan menghadirkan inovasi demi masa depan Indonesia yang lebih baik. (Dompet Dhuafa)

