Setiap kali mendekati Hari Raya Iduladha, muncul pertanyaan klasik: lebih baik mana, kurban kambing atau sapi, yang bernilai di sisi Allah Swt? Pertanyaan ini wajar, mengingat harga dua jenis hewan kurban tersebut berbeda jauh.
Sebagian muslim beranggapan bahwa kurban kambing lebih afdal karena bisa diniatkan atas nama satu orang. Sementara, bila kita tak mampu kurban satu ekor sapi, kita perlu patungan dengan enam orang yang lain, sehingga sapi tersebut dibagi menjadi tujuh. Tapi, apa benar kurban seperti itu lebih baik? Jangan terburu-buru menyimpulkan ya Sahabat! Kita perlu melihatnya dari berbagai sisi dulu, yakni sisi syariat, keutamaan, dan kondisi masing-masing individu.
Lebih Baik Kurban Kambing atau Sapi?
Sebelum memutuskan hewan apa yang akan kamu pilih untuk kurban, ada baiknya kamu tahu lebih dulu tentang kriteria yang bisa digunakan untuk menilai hewan kurban terbaik. Kriteria tersebut yakni kualitas, kuantitas, dan ketakwaan.
Kualitas
Secara kualitas, berkurban dengan satu ekor hewan lebih baik daripada patungan. Apa pun jenisnya, mau kambing, domba, kerbau, sapi, dan sebagainya. Namun, satu ekor kambing atau domba hanya boleh mewakili satu orang. Meski begitu, pahalanya dapat diniatkan untuk satu keluarga.
”Pada masa Rasulullah Saw ada seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai kurban bagi dirinya dan keluarganya.”
(HR Tirmidzi)
Namun, bila mempertimbangkan kondisi ekonomi yang minim, harga kurban satu ekor sapi terbilang cukup mahal untuk ditunaikan oleh seorang saja. Dalam kondisi seperti ini, umat muslim boleh patungan untuk kurban sapi dengan maksimal tujuh orang.
“Kami berqurban bersama Nabi Saw di Hudaibiyah, satu unta untuk tujuh orang, satu sapi untuk tujuh orang.”
(HR Muslim, Abu Daud, Tirmidzi)
Jadi secara kualitas ibadah kurban, kurban satu ekor kambing akan lebih baik daripada patungan sapi sebanyak tujuh orang.
Kuantitas
Sahabat, bila kita berpatokan pada kriteria kualitas, sudah pasti kurban satu ekor sapi lebih baik daripada patungan dengan enam orang lain untuk berkurban sapi. Namun secara kuantitas, kurban sapi—meskipun harus patungan—lebih baik daripada kurban seekor kambing atau domba saja.
Mengapa begitu? Sebab ukuran sapi lebih besar, otomatis dagingnya pun lebih banyak. Dengan demikian, lebih banyak pula orang yang akan merasakan manfaat kurbanmu, Sahabat!
Ketakwaan
Kriteria ketiga yakni ketakwaan. Maksudnya, nilai atau penerimaan ibadah kurban kita di sisi Allah tidak diukur dari besar atau banyaknya hewan yang dikurbankan. Melainkan, Allah menilai ibadah kurban kita dari ketulusan niat, keikhlasan, dan ketaatan kita saat menunaikan ibadah ini.
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”
(QS. Al-Hajj: 37)
Ayat di atas menerangkan bahwa Allah Swt tidak melihat bentuk fisik dari kurban yang kita persembahkan—ukuran, harga, atau jumlahnya. Lebih dari itu, yang Allah nilai adalah niat tulus, ketaatan, dan keikhlasan dalam menjalankan ibadah ini.
Makin tinggi ketakwaan kita dalam berkurban—tidak riya’, tidak mengeluh, dan hanya berharap rida Allah—maka makin besar nilainya di sisi Allah. Jadi, ketakwaan adalah parameter utama untuk menilai seberapa bernilai ibadah kurban kita di sisi Allah, bukan sekadar aspek lahiriah dari hewan yang dikurbankan.
Lantas apa jawabannya, kurban kambing atau sapi yang lebih baik? Hewan mana pun tidak ada yang lebih baik apabila ibadah kurban tidak dibarengi dengan ketakwaan. Sebaliknya, kurban kambing atau sapi akan bernilai tinggi bila dibarengi dengan ketakwaan yang tulus kepada Allah Swt.
Baca juga: Cek Harga Sapi Kurban 2026, Bobot Mulai 200 Kg hingga 1 Ton

Kurban Sesuai Kemampuan
Tujuan dari ibadah kurban adalah rasa syukur dan ingin mendekatkan diri kepada Allah Swt. Maka persoalan memilih hewan kurban, tidak ada yang lebih baik selain yang sesuai dengan kemampuan.
Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Apa yang aku larang hendaklah kalian menjauhinya, dan apa yang aku perintahkan maka lakukanlah semampu kalian. Sesungguhnya binasanya orang-orang sebelum kalian adalah karena mereka banyak bertanya dan karena penentangan mereka terhadap para nabi mereka.”
(HR Bukhari dan Muslim)
Saat kita memaksakan diri melebihi kapasitas, tentulah kita akan bertemu dengan hal-hal buruk. Misalnya, memaksakan diri untuk berlari kencang padahal kaki sedang pincang. Tentu akan memerparah kondisi kaki. Atau memaksakan untuk membeli pakaian mahal, tapi dompet setipis tisu, tentu akan menyulitkan diri sendiri.
Untuk itu, laksanakanlah ibadah yang sesuai dengan kemampuan masing-masing. Bila kita hanya mampu membeli satu ekor kambing, tidak apa-apa. Atau hanya mampu ikut kurban patungan sapi, juga diberbolehkan. Tetapi jika harta yang kita punya memampukan kita berkurban satu ekor sapi, maka ini lebih baik.
Satu yang perlu diingat, segala niat kurban hanya ditujukan kepada Allah, bukan manusia. Hanya Allah yang berhak menilai sejauh apa ibadah kurban kita, apa pun pilihan jenis hewan kurbannya. Bisa jadi, seorang pemulung yang telah menabung bertahun-tahun untuk ikut patungan sapi, bisa lebih bernilai baik daripada seorang konglomerat yang hanya kurban satu ekor kambing.
Gimana Sahabat, masih pusing mau pilih kurban kambing atau sapi? Pilihlah yang sesuai dengan kondisi dan kemampuanmu. Itu lebih baik.
Baca juga: Apa Saja Pahala Kurban Kambing? Ini Jawabannya

Kurban Kambing atau Sapi di Dompet Dhuafa
Kurban punya nilai sosial yang tinggi. Bukan hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga sebagai sarana untuk saling berbagi dengan kaum fakir dan miskin. Kurban juga mampu menyingkirkan stereotip bahwa orang miskin hanya bisa makan tempe dan orang hanya orang kaya yang bisa makan daging steak.
Sahabat, gunakan momen Iduladha sebaik mungkin dengan berkurban melalui Dompet Dhuafa. Mempercayakan ibadah kurbanmu pada Dompet Dhuafa sama dengan meluaskan manfaat kurban kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Mengapa harus Dompet Dhuafa? Ada tiga alasan. Pertama, hewan kurban sudah pasti berasal dari peternak lokal yang mana berarti kita membantu keberlanjutan usaha para peternak sekaligus membantu kondisi ekonomi mereka.
Kedua, Dompet Dhuafa selalu meninjau kesehatan dan kebersihan hewan kurban lewat proses quality control, demi memastikan hewan yang kita beli berkualitas terbaik.
Ketiga, proses transparan dan amanah. Dompet Dhuafa selalu mengabarkan proses kurban mulai dari pemilihan, penyembelihan, hingga penyaluran daging kurban melalui sistem terintegrasi yang dapat diakses dengan mudah oleh donatur.
Melalui Program Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa, daging kurban insyaallah akan tersalurkan ke seluruh penjuru Nusantara. Sehingga, daging kurban tak hanya melimpah di pemukiman metropolitan, tetapi terbagi merata hingga ke desa-desa di pelosok. Yuk, kurban sekarang! (RQA)

