Rumah Sekaligus Sumber Nafkah Runtuh, Ibu Sukiyem Peroleh Setitik Harapan dari Amanah Donatur LPM Dompet Dhuafa

Man in a green cap hands a Dompet Dhuafa donation box to an elderly woman in a pink hijab, who holds a white envelope.

JAKARTA — Waktu belum genap menunjukkan pukul setengah enam pagi, Jumat (26/6/2026). Ketika sebagian warga Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat, baru saja membuka mata dan bersiap memulai aktivitas, sebuah suara gemuruh tiba-tiba mengagetkan warga di sekitar bantaran Banjir Kanal Barat.

Kediaman Ibu Sukiyem (65), tempat ia berteduh sekaligus mengais rezeki selama bertahun-tahun, tiba-tiba runtuh. Erosi yang terus menggerus tepian kanal ternyata sudah tak sanggup lagi menopang struktur bangunan. Hanya dalam hitungan detik, dinding dan atap yang selama ini menjadi pelindungnya roboh, menyisakan reruntuhan yang berserakan di dasar kali, bercampur dengan tumpukan sampah.

Bagi Ibu Sukiyem, peristiwa ini bukan hanya soal kehilangan tempat tinggal semata. Rumah kecil itu adalah seluruh hidupnya. Di tempat itulah ia bertahan hidup bersama anak dan saudaranya dengan berjualan minuman dingin di teras rumah. Kini, tempat bernaung itu telah tiada, dan sumber penghasilannya pun ikut lenyap.

“Saya terpaksa menumpang di rumah kerabat sekarang. Belum bisa jualan lagi,” ujar Ibu Sukiyem dengan ekspresi yang menggambarkan kesedihan yang mendalam.

Kehilangan tempat tinggal sekaligus mata pencaharian secara bersamaan tentu menjadi cobaan yang berat baginya di usia yang tak lagi muda.

Baca juga: Dompet Dhuafa Hadir Berbagi Perhatian dan Bantuan untuk Keluarga Korban Kecelakaan Beruntun di Bekasi

Trash pile and scattered debris along a street beside a river, with trees and a distant city skyline on the horizon.

Mendengar kondisi memprihatinkan yang dialami Ibu Sukiyem, Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa segera bertindak. Melalui program Layanan Mustahik, tim Dompet Dhuafa langsung menemui Ibu Sukiyem untuk menyerahkan amanah bantuan dari para donatur berupa dana tunai pada Senin (29/06/2026).

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata, minimal untuk membantu Ibu Sukiyem dan keluarganya bertahan serta memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa sulit sebelum bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Raut wajah haru bercampur lega tampak jelas saat Ibu Sukiyem menerima bantuan itu. Beban yang selama ini menghimpit perlahan mulai terasa lebih ringan.

“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian LPM Dompet Dhuafa kepada saya dan keluarga. Alhamdulillah, bantuan ini sangat meringankan beban kami,” ucap Ibu Sukiyem dengan penuh rasa syukur.

Harapan baru pun mulai tumbuh seiring proses perbaikan reruntuhan rumahnya yang tengah dikerjakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

Baca juga: Dukung Reintegrasi Masyarakat, LPM Dompet Dhuafa dan Bapas Jaktim Bekali Klien Pemasyarakatan Keterampilan Barista

Terima kasih, Sahabat, atas kepedulian yang telah disalurkan kepada Ibu Sukiyem hari ini—sebuah bukti nyata kebaikan yang lahir dari ketulusan para donatur Dompet Dhuafa. Lewat amanah zakat, infak, dan sedekah yang Anda titipkan, kita bukan hanya menghadirkan bantuan berupa materi, tetapi juga mengembalikan senyum, martabat, dan asa bagi mereka yang tengah diuji oleh kehidupan.

Mari terus bergandengan tangan, memperluas jangkauan manfaat, dan menjadi jembatan kebaikan bagi sesama yang membutuhkan uluran tangan. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: LPM
Penyunting: Dhika