Menembus Batas, Peserta Paradaya Movement 2.0 Siap Jadi Garda Keamanan Berintegritas

JAKARTA — Pelatihan security bagian dari Program Paradaya Movement 2.0 kembali digagas oleh Dompet Dhuafa melalui Institut Kemandirian (IK), bekerja sama dengan PT Paragon Corp dan Forum Zakat (FOZ). Kegiatan ini berlangsung di Lakespra TNI Angkatan Udara, Jakarta, pada Selasa (20/01/2026).

Materi pelatihan mengacu pada kurikulum Gada Pratama sesuai dengan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perkap) Nomor 24 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Pengamanan Swakarsa, Perkap Nomor 18 Tahun 2006 tentang Pelatihan dan Kurikulum Satpam, serta Keputusan Kapolri Nomor 54 Tahun 2023 tentang Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan Satpam Gada Pratama. Dengan kurikulum tersebut, para peserta akan mendapatkan keterampilan teknis pengamanan sesuai standar kepolisian.

Para peserta pelatihan security Paradaya Movement 2.0 mempraktikan cara penangkapan yang baik, sesi ini juga dipandu oleh Polri.
Para peserta pelatihan security Paradaya Movement 20 mempraktikkan cara penangkapan yang baik sesi ini juga dipandu oleh Polri
Para peserta mendapatkan keterampilan teknis pengamanan sesuai standar kepolisian.
Para peserta mendapatkan keterampilan teknis pengamanan sesuai standar kepolisian

Selama sembilan hari penuh, para peserta pelatihan security yang terdiri dari 35 orang dari berbagai daerah termasuk luar pulau Jawa, tidak hanya dibekali dengan keterampilan teknis di bidang keamanan, tetapi juga ditempa melalui materi softskill seperti penguatan konsep diri, kepemimpinan, komunikasi, serta kegiatan keasramaan yang menumbuhkan karakter tangguh, berintegritas, dan siap menjadi garda profesional.

Inisiatif ini mendapat dukungan dari PT Daya Prima Lestari (DPL) sebagai mitra IK Dompet Dhuafa. PT DPL merupakan perusahaan penyedia jasa keamanan profesional yang turut berkontribusi dalam membuka akses pelatihan bagi masyarakat kurang mampu agar memperoleh keterampilan dan sertifikasi sebagai tenaga satuan pengamanan.

Para peserta mendapatkan keterampilan teknis pengamanan sesuai standar kepolisian.
Para peserta mendapatkan keterampilan teknis pengamanan sesuai standar kepolisian
Peserta pelatihan security juga mendapatkan pelatihan dasar untuk teknik tongkat dan borgol Gada Pratama, yang difokuskan pada penguasaan alat keamanan tongkat tonfa/Polri.
Peserta pelatihan security juga mendapatkan pelatihan dasar untuk teknik tongkat dan borgol Gada Pratama yang difokuskan pada penguasaan alat keamanan tongkat tonfaPolri

Program ini menargetkan lahirnya anggota satpam yang profesional, berintegritas, dan siap ditempatkan di berbagai proyek PT DPL. Peserta yang menyelesaikan pelatihan dan dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikat resmi serta Kartu Tanda Anggota (KTA) satpam yang sah sebagai bukti kompetensi mereka.

Direktur Utama PT DPL, Soekamto Limopranto Fillipus Andreas, menegaskan pentingnya memiliki skill bagi generasi muda di tengah gempuran zaman saat ini. Dengan skill dari pelatihan security Paradaya Movement 2.0 ini, peserta diharapkan dapat lebih mudah memperoleh pekerjaan dan memiliki daya saing di dunia kerja.

Pemaparan teori-teori terkait Hak Tersangka atau Terdakwa oleh pihak Polri.
Pemaparan teori teori terkait Hak Tersangka atau Terdakwa oleh pihak Polri

Baca juga: Buka Peluang Kerja, Kolaborasi Paradaya Movement Helat Program Pelatihan Security

“PT Daya Prima Lestari kita akan memberikan pendidikan kepada anak-anak kami semua untuk mengembangkan untuk mencari pekerjaan lebih mudah, karena mereka mempunyai skill. Apa yang sudah kita didik kepada mereka harus bisa mempraktikkan dan kita PT DPL itu bukan menjanjikan, tapi mengusahakan supaya mereka yang sudah didik bisa kita salurkan bisa mendapatkan pekerjaan, yang mendapat pekerjaan akhirnya mereka bisa berkembang berdaya juga kepada masyarakat kepada keluarga,” ungkap Soekamto.

Setelah pemaparan materi, para peserta melanjutkan pelatihan praktik di lapangan tentnang penggunaan tongkat dan borgol.
Setelah pemaparan materi para peserta melanjutkan pelatihan praktik di lapangan tentnang penggunaan tongkat dan borgol
Latihan mencakup gerakan drill borgol berupa penguncian dan penangkisan.
Latihan mencakup gerakan drill borgol berupa penguncian dan penangkisan

Pada kesempatan yang sama, para peserta pelatihan security juga mendapatkan pelatihan dasar untuk teknik tongkat dan borgol Gada Pratama, yang difokuskan pada penguasaan alat keamanan tongkat tonfa/Polri dan borgol besi untuk pertahanan diri, pengendalian situasi, dan penanganan tersangka secara aman. Latihan mencakup gerakan drill tongkat pemukulan atau tangkisan dan drill borgol berupa penguncian dan penangkisan.

Selain itu, materi pelatihan mencakup teknik penangkapan, pencegahan, interogasi, hingga pembuktian. Selain itu, peserta juga mendapatkan latihan fisik, termasuk penggunaan borgol dan tongkat. Dalam praktik lapangan, instruktur menerangkan secara rinci teknik pemborgolan dan penggunaan tongkat, baik untuk melawan maupun bertahan.

Sri Mida Tritis Balden, salah satu peserta wanita yang mengikuti pelatihan security di Paradaya Movement 2.0.
Sri Mida Tritis Balden salah satu peserta wanita yang mengikuti pelatihan security di Paradaya Movement 20

Sri Mida Tritis Balden, peserta perempuan asal Tangerang, menyatakan keinginannya untuk menjajal bidang keamanan dengan penuh percaya diri. Perempuan yang memiliki latar belakang sebagai model tersebut menilai bahwa profesi satpam mengemban tanggung jawab besar, sehingga hal itu mendorongnya untuk tertarik dan mencoba peran tersebut secara serius.

“Karena rasa pengen mencoba di dunia security terus mungkin di rasa tanggung jawabnya di dalam hal pekerjaan ngelihat di luaran security wanita kayaknya menarik ya tantangan banget ya gitu karena tanggung jawabnya yang benar-benar besar banget untuk menjaga keamanan,” ujar Mida.

Sri Mida Tritis Balden, salah satu peserta wanita yang mengikuti pelatihan security di Paradaya Movement 2.0.
Sri Mida Tritis Balden salah satu peserta wanita yang mengikuti pelatihan security di Paradaya Movement 20

Ia menilai pelatihan yang diikutinya selama beberapa hari terakhir berlangsung luar biasa dan sarat materi. Menurutnya, setiap sesi terasa padat dan berbobot serta memberikan tambahan pengalaman, ilmu, dan wawasan.

“Harapannya supaya bisa jadi security yang profesional dalam bertugas nanti saat di lapangan karena kita sudah dibekali ilmu, Saya ucapkan terima kasih banyak karena Institut Kemandirian dan Paragon Sudah membawa saya ke jenjang ini ke dunia security ini semoga makin sukses dan makin berkah,” pugkas Mida.

Baca juga: Paradaya Movement 2.0 Bergerak Memberdayakan, Sinergi Dompet Dhuafa dan Paragon Corp Hadirkan Pelatihan Vokasi untuk Mustahik

Ali Aji Salimudin, salah satu peserta yang mengikuti pelatihan security di Paradaya Movement 2.0.
Ali Aji Salimudin salah satu peserta yang mengikuti pelatihan security di Paradaya Movement 20
Latihan mencakup gerakan drill borgol berupa penguncian dan penangkisan.
Latihan mencakup gerakan drill borgol berupa penguncian dan penangkisan

Berbeda dengan Mida, salah satu peserta yang berasal dari Parung Kuda, Sukabumi, Ali Aji Salimudin, yang justru ingin mengejar mimpinya yang sempat pupus; menjadi anggota TNI. Menurut Ali profesi satpam memiliki kesamaan dengan profesi Polri atau TNI, sehingga Ali tertarik mengikuti pelatihan ini.

Dengan semangat dan tekad yang kuat, Ali mengaku antusias saat memutuskan mencoba tantangan baru. Sebelumnya, ia bekerja sebagai ojek pengantar barang yang mengandalkan penghasilan harian. Namun, setelah melihat unggahan tentang Paradaya Movement 2.0 di media sosial, ia merasa tertantang untuk mengambil langkah berbeda dan membuka peluang yang lebih baik bagi dirinya.

Latihan mencakup gerakan drill borgol berupa penguncian dan penangkisan.
Latihan mencakup gerakan drill borgol berupa penguncian dan penangkisan

“Tadi, pas latihan tongkat dan borgol saya tertarik banget, karena seorang petugas keamanan tidak selalu berada dalam situasi yang kondusif ada kemungkinan menghadapi kasus pencurian atau perkelahian. Karena itu, menurut saya dasar-dasar perlawanan dan pertahanan diri dibutuhkan sebagai bekal menghadapi situasi darurat,” ujar Ali.

“Terima kasih atas kesempatannya kepada Institut Kemandirian Dompet Dhuafa dan Paragon, bisa mewujudkan impian saya. Pengin banget gitu nyoba jenjang karier di security, katanya kan untuk saat ini mencoba di Gada Pratama terus Madya sama Utama. Harapan saya sih bisa masuk ke Gada Utama,” sambung Ali. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Anndini Dwi Putri
Penyunting: Ronna