BOGOR — Idulfitri 1447 H tinggal menghitung hari, sore itu, Rabu (18/03/2026) di kawasan Jalan Raya Puncak, suasana jalan cukup padat suara klakson mobil dan motor menjadi pengiring. Sebagian orang tampak hendak meninggalkan wilayah yang selalu ramai untuk pulang ke kampung halaman. Beberapa juga ada yang berangkat untuk membeli takjil berbuka. Ada pula yang hendak menebarkan semangat berbagi, seperti dua insan yang memiliki niat mulia, Hamidah Rachmayanti dan Irfan Farhad, yang hendak melakukan Tebar Zakat Fitrah (TZF) Dompet Dhuafa di kampung halamannya.
Tepatnya di Kampung Seuseupan, Ciawi, Bogor, sebanyak 100 paket beras dibagikan kepada para penerima manfaat yang masuk dalam delapan asnaf zakat fitrah. Hamidah dan Farhad mengetuk satu per satu pintu para penerima manfaat.

Seperti melihat sosok yang sudah lama tidak berjumpa, itulah kebanyakan respons masyarakat yang melihat Hamidah, suasana hangat dan indahnya silaturahmi terlihat di sana. Ada juga yang terkejut ketika melihat ternyata di balik pintu rumahnya adalah Hamidah.
Bagaimana tidak, kampung tersebut menjadi kampung tempat ia bertumbuh sejak kecil. Sehingga, kembali menginjakan jalan-jalan di dalam gang sempit menjadi sebuah kilas balik bagi Hamidah.



“Alhamdulillah hari ini kita nyalurin 100 paket beras zakat fitrah dari teman-teman yang udah berdonasi melalui Dompet Dhuafa. Alhamdulillah hari ini kita salurin ke kampungnya Hamidah jadi ini banyak keluarga, tetangga, juga teman-teman yang alhamdulillah kita salurkan bagi yang membutuhkan,” ujar Farhad, sang suami.
“Alhamdulillah jadi nostalgia juga, jadi kayak ketemu ibu-ibu terus ini yang mungkin tahu kecilnya aku gitu, kan udah lama banget nggak pernah ke sini,” sahut Hamidah.
Baca juga: Zakat Fitrah 2026: Panduan Lengkap Besaran, Waktu, dan Cara Menunaikannya di Indonesia


Lebih lanjut, Hamidah juga menceritakan bagaimana kebahagiaan itu terpancar ketika mereka mengetuk satu per satu pintu rumah warga. Ia dan Farhad mendorong sebuah troli kecil berisi dua karung beras, dan mengantarkan langsung kepada penerima manfaat.
“Sebenarnya sih yang amaze di sore hari ini tuh kita ngerasain langsung ngetok-ngetok rumah mereka ngelihat kehidupan mereka bertemu sama keluarga besarnya apalagi ini kan udah momen-momen mau Lebaran ya udah mulai kumpul jadi kayak kita happy banget sih karena bisa nyalurin langsung door to door ke penerima zakat fitrahnya dan pada happy ya nerimanya,” sambung Hamidah

Di Kampung Seuseupan sendiri, rumah pemukiman padat penduduk. Hamidah dan Farhad harus berkali-kali memutari gang-gang kecil, menanjak, untuk bertemu langsung penerima manfaat. Di sana kebanyakan adalah kriteria penerima zakat fitrah seperti janda, duafa, dan masyarakat kurang mampu, sehingga Program Tebar Zakat Fitrah dapat terlaksana tepat sasaran.
“Harapannya mudah-mudahan dari diterimanya bantuan dari teman-teman semua ini insyaallah jadi amal jariyahnya mudah-mudahan programnya terus berkelanjutan dan lebih besar lagi diterimanya oleh masyarakat. Barakallah buat yang sudah berdonasi dan ini kan nggak hanya di daerah ini tadi aku dengar di beberapa titik udah disalurkan, jadi insyaallah penyaluran zakat fitrah ini lebih merata,” ucap Hamidah.
Kebahagiaan itu salah satunya dirasakan oleh Nenek Heni (70) seorang paruh baya yang kini tinggal dengan putri bungsunya.
“Ibu udah nggak ada yang tanggung jawab, sendiri tinggal sama si bungsu aja,” ucap Heni.

Heni sendiri adalah tetangga dekat rumah Hamidah, ia bersyukur ketika menerima zakat fitrah. Karena satu-satunya penghasilan yang ia andalkan hanya dari menjahit. Terkadang Nenek Heni juga membuat keset hingga sprei dari sisa-sisa kain perca. Jika ada tetangga yang ingin menjahit atau sekadar memotong baju, Heni tak mematok harga, ia menerima seikhlasnya.
“Duh bahagia banget bahagia banget senang tadi kata cucu gini jadi Jidah nggak beli beras lagi dong kan biasanya beli beras dikit, kalau ada uang,” kata Heni.
Baca juga: Senyum Hadi Merekah, Terima Beras Zakat Fitrah Jelang Idulfitri 1446 H

Heni bersyukur ketika dikunjungi oleh Hamidah dan Farhad, lebih dari sekadar menerima beras, bagi Heni kebahagiaan juga hadir ketika bisa bertemu dengan orang-orang terdekat.
“Sedekah ini saya terima dengan bahagia dengan senang hati, yang mengganti itu hanya Allah yang mengganti, kalau kita memberi orang lain itu artinya meminjamkan jadi yang mengganti itu Allah,” pungkas Heni.


Heni dan ribuan penerima manfaat lainnya sudah merasakan, mari hadirkan kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan di hari yang fitri, masih ada waktu hingga 1 Syawal nanti, tunaikan zakat fitrahmu melalui ddf.id/zakatfitrah.
Teks dan foto: Anndini Dwi Putri
Penyunting: Ronna

