Pastikan Hewan Kurban Layak Syariat, Dompet Dhuafa Gelar QC Ketat di Getasan

Man kneels to pet a white sheep as a uniformed officer and onlookers watch in a narrow street.

SEMARANG, JAWA TENGAH — Menjelang perayaan Iduladha 2026, Dompet Dhuafa Cabang Jawa Tengah memastikan seluruh hewan kurban yang dikelola melalui Program Jaringan Tani Ternak Nusantara (Jantara) memenuhi standar syariat dan kesehatan yang ketat. Melalui proses Quality Control (QC) yang melibatkan tim ahli dan dokter hewan, kualitas hewan kurban di titik pemberdayaan Desa Tolokan, Kecamatan Getasan, dipastikan dalam kondisi prima.

Proses seleksi dilakukan dengan menimbang satu per satu hewan untuk memastikan bobot sesuai spesifikasi, serta pemeriksaan fisik secara menyeluruh guna menjamin tidak ada cacat pada hewan. Muhammad Miftahul Huda dari DD Farm Jawa Tengah menjelaskan bahwa proses pemantauan telah berjalan selama kurang lebih lima bulan sejak pengisian kandang di akhir 2025.

“Dari 48 ekor itu semuanya ditimbang satu-satu, kemudian dicek kesehatannya, fisik ya secara umum. Tidak ada cacat dalam artian matanya tidak buta, telinga, hidung, dan kakinya tidak ada yang patah,” ungkap Miftah.

“Alhamdulillah ada 45 ekor yang lolos Quality Control,” imbuhnya.

Man crouching in a dirt yard greets a white sheep with his hands as onlookers stand nearby.

Baca juga: Proses Panjang Quality Control dari Bajawa hingga Flores Timur Demi Tebar Hewan Kurban Berkualitas

Selain aspek syariat, pemeriksaan medis mendalam dilakukan untuk memastikan hewan bebas dari penyakit menular seperti PMK atau penyakit musiman. Drh. Hermanto dari Puskeswan Getasan memaparkan bahwa terdapat lima indikator utama yang menjadi acuan tim medis untuk menyatakan seekor hewan dalam kondisi sehat:

  1. Aktivitas Tinggi: Hewan harus menunjukkan tingkah laku yang lincah dan gerak-gerik yang aktif saat berada di kandang.
  2. Sorot Mata Jernih: Mata tampak normal, bersinar, dan tidak ada tanda-tanda penyakit atau infeksi (seperti Pink Eye).
  3. Nafsu Makan Baik: Hewan menunjukkan keinginan makan yang kuat, yang menjadi tanda sistem pencernaan berfungsi normal.
  4. Area Mulut Bersih: Tidak ditemukan adanya luka, sariawan, atau lesi di area mulut yang bisa menjadi indikasi awal penyakit menular.
  5. Kebersihan Area Belakang: Ekor dan area anus harus bersih. Tidak boleh ada sisa cairan atau kotoran yang menempel, karena hal tersebut merupakan tanda hewan sedang mengalami diare atau gangguan pencernaan lainnya.

“Rata-rata semuanya untuk perkembangannya bagus. Kondisi kesehatannya domba-domba juga sehat. Kemudian perkembangannya juga gemuk-gemuk,” jelas Drh. Hermanto saat melakukan peninjauan di kandang Desa Tolokan.

Drh. Hermanto saat menyampaikan sambutan dalam rangkaian acara press touring.
Drh Hermanto saat menyampaikan sambutan dalam rangkaian acara press touring

Baca juga: Quality Control THK di Sukabumi, Dompet Dhuafa Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Sesuai Syariat

Zaini Tafrikhan, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Tengah, menegaskan bahwa persiapan saat ini sudah mencapai tahap akhir. Program ini tidak hanya soal menyediakan hewan, tetapi juga tentang keberlanjutan ekonomi peternak lokal di Desa Tolokan.

“Persiapan kita di momentum Iduladha alhamdulillah seluruh peternak kita sudah lakukan quality control. Sesuai syariat umurnya sudah oke, sudah mantap gitu ya, semuanya jantan,” tegas Zaini.

“Kesiapannya 100% insyaallah tinggal menjaga agar dombanya tetap sehat hingga hari pemotongan nanti,” lanjut Zaini.

Melalui standar kesehatan yang terjaga, program ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi para pekurban (mudhohi/sohibul qurban) sekaligus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi peternak di wilayah Getasan. Mari luaskan manfaat kebaikan berkurban melalui digital.dompetdhuafa.org/kurban. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Roseta
Penyunting: Dhika