Percepat Pemulihan Pascabencana di Aceh, Dompet Dhuafa Gelar Sekolah Tukang Ahli bagi Penyintas

ACEH — Para penyintas bencana banjir dan longsor di Aceh masih terus berjuang bangkit dari keterpurukan pascabencana. Dompet Dhuafa melalui Institut Kemandirian, turut membantu para penyintas agar bisa kembali bangkit dan menjalani kehidupan normal dengan menggelar Pelatihan Sekolah Tukang Ahli yang dimulai pada Rabu (11/03/2026). Giat yang bertujuan mencetak tenaga terampil di bidang konstruksi ini diikuti oleh masyarakat di Kampung Pantan Nangka dan Kampung Gewat, Aceh Tengah.

Sekolah Tukang Ahli merupakan bagian dari upaya pemulihan sekaligus pemberdayaan masyarakat pascabencana di Sumatra. Program ini bertujuan membantu para penyintas agar memiliki keterampilan yang dapat mendukung proses pemulihan dan kemandirian mereka. Pelatihan berlangsung selama 15 hari di bulan Ramadan dengan penerima manfaat sebanyak 21 warga dari wilayah terdampak.

Sekolah Tukang Ahli dirancang untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia lokal dalam membangun rumah yang tidak hanya layak huni, tetapi juga kuat, aman, dan sesuai dengan standar konstruksi yang berlaku. Para peserta dibekali keterampilan dasar hingga menengah di bidang konstruksi bangunan agar memiliki kemampuan yang dapat langsung diterapkan dalam proses pembangunan kembali wilayah mereka yang terdampak.

Baca juga: Serempak, Dompet Dhuafa Resmikan STUKA dan Luncurkan Buku ‘Reportase Puitis’ Parni Hadi

Para peserta yang merupakan penyintas tidak hanya akan belajar teori, tetapi juga mendapatkan praktik langsung di lapangan. Adapun materi pelatihan mencakup Teknik Dasar Pertukangan, Pengenalan Struktur Bangunan, hingga Metode Pembangunan Rumah yang yang aman dan layak. Sehingga, program ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat di wilayah tersebut.

“Program ini juga terhubung dengan pembangunan 10 unit rumah hunian sementara (Rumtara) bagi warga terdampak bencana. Menariknya, proses pembangunan rumah tersebut akan melibatkan langsung para peserta pelatihan. Dengan demikian, para alumni Sekolah Tukang Ahli tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga kesempatan kerja nyata dalam proses rehabilitasi lingkungan tempat tinggal mereka,” ungkap Direktur Institut Kemandirian, Abdurrahman Usman.

Selain pelatihan, Dompet Dhuafa turut menyalurkan bantuan alat kerja konstruksi, baik untuk penggunaan individu maupun kelompok. Dukungan ini diberikan agar para peserta dapat langsung mengaplikasikan keterampilan yang telah dipelajari dan terus mengembangkan kemampuan mereka di bidang pertukangan.

Baca juga: Di Ruang Pelatihan Institut Kemandirian, Para Disabilitas Belajar Berdiri di Atas Kaki Sendiri

Melalui Program Sekolah Tukang Ahli, Dompet Dhuafa berharap para penyintas bencana tidak hanya bangkit secara fisik melalui pembangunan hunian, tetapi juga bangkit secara ekonomi melalui keterampilan baru yang dimiliki.

Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen Dompet Dhuafa dalam menghadirkan program pemulihan berbasis pemberdayaan, dengan mendorong lahirnya tenaga tukang terampil dari masyarakat yang mampu berkontribusi dalam pembangunan kembali wilayah para penyintas yang terdampak bencana. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Siti Halimatussadiah, Gigih Ashraf, Anndini
Penyunting: Ronna