JAWA BARAT — Cuaca ekstrem dan hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor pada Ahad (02/03/2025) malam menyebabkan banjir bandang yang menerjang Kecamatan Cisarua. Salah satu daerah terdampak parah adalah Kampung Pensiunan, Desa Tugu. Akibatnya, sedikitnya 575 jiwa terdampak dan harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Banjir bandang ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi dalam waktu yang cukup lama, memicu luapan air sungai serta material lumpur yang menghantam pemukiman warga. Tak sedikit rumah warga yang akhirnya terendam oleh air, bahkan lumpur. Di tengah suasana Ramadan, bencana ini semakin menambah tantangan bagi warga yang kini harus bertahan di pengungsian dengan keterbatasan fasilitas yang seadanya. Belum lagi cuaca yang masih tak menentu dengan suhu yang cukup dingin, makin menambah kondisi buruk bagi para pengungsi.
Merespons kondisi tersebut, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) dan Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) segera turun ke lokasi untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak. Kehadiran tim kemanusiaan ini bertujuan untuk mengurangi derita para penyintas, mulai dari memberikan kebutuhan dasar seperti makanan dan selimut hingga pendampingan dalam masa pemulihan.
Baca juga: Banjir Jabodetabek: Dompet Dhuafa Evakuasi Penyintas Banjir Usia 70 Tahun


Pada Senin (03/03/2025), Tim DMC bergerak cepat mendistribusikan bantuan darurat berupa selimut hangat bagi para penyintas yang mengungsi di masjid, yang kini digunakan sebagai pos pengungsian utama. Selain itu, tim juga membagikan makanan siap santap bagi warga yang masih kesulitan mengakses kebutuhan pangan akibat dampak banjir.
“Kami membagikan selimut hangat untuk penyintas yang mengungsi di pengungsian. Diketahui para warga mengungsi di masjid sebagai titik pos pengungsian,” ujar Eka Suwandi, salah satu personil DMC Dompet Dhuafa yang turun membantu para warga.
Selain mendistribusikan bantuan, tim DMC juga melakukan asesmen cepat untuk mengetahui kebutuhan mendesak warga terdampak. Hasil asesmen menunjukkan bahwa kebutuhan utama para penyintas saat ini mencakup makanan siap saji untuk sahur dan berbuka puasa, perlengkapan tidur seperti kasur dan selimut tambahan, serta perlengkapan kebersihan agar mereka tetap terjaga kesehatannya selama berada di pengungsian.
“Kami terus berkoordinasi dengan koordinator posko dan pihak pemerintah setempat untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” lanjut Eka.
Baca juga: Banjir Melanda Jabodetabek, Dompet Dhuafa Kerahkan Tim ke Beberapa Lokasi
Banjir yang terjadi pada malam hari itu menyisakan lumpur tebal di rumah-rumah warga dan fasilitas umum. Pada siang harinya, warga dibantu oleh relawan mulai membersihkan sisa lumpur yang menggenangi rumah mereka. Namun, dengan curah hujan yang masih tinggi di malam hari, banyak warga yang memilih tetap bertahan di pos pengungsian karena khawatir akan terjadinya banjir susulan.
Eka menegaskan, pihaknya akan terus memantau kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan tim lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. Hal yang paling utama saat ini adalah memastikan warga tetap dalam kondisi aman serta kebutuhan dasarnya terpenuhi.

Sebagai upaya lanjutan dalam membantu warga terdampak, pada Rabu (04/03/2025) dini hari, Tim LPM Dompet Dhuafa mengerahkan Dapur Keliling (Darling) ke lokasi pengungsian. Inisiatif ini bertujuan untuk menyediakan makanan sahur bagi para penyintas yang masih bertahan di posko. Sebanyak 234 porsi makanan siap saji disiapkan oleh LPM untuk hidangan sahur bagi para penyintas di pos pengungsian. Setelah itu, tim LPM juga berencana menyediakan makanan berbuka puasa agar mereka tetap bisa menjalani Ramadan dengan lebih baik meskipun dalam kondisi sulit.
“Sebanyak 234 porsi makanan siap saji untuk hidangan sahur para penyintas di pos pengungsian. Setelah ini kami berencana menyediakan juga untuk makanan berbuka puasa,” ungkap Asep Suryana dari LPM Dompet Dhuafa.
Baca juga: Bantuan Logistik dan Layanan Dapur Umum Dompet Dhuafa untuk Penyintas Banjir Kendal
Tim relawan berusaha memastikan bahwa makanan yang disediakan tidak hanya cukup secara jumlah, tetapi juga bergizi agar para penyintas tetap sehat dan kuat selama menjalani masa pemulihan pasca-banjir. Tentu aksi ini memutuhkan dukungan berkelanjutan dari masyarakat luar. Dompet Dhuafa pun komitmen akan terus berikhtiar memberikan bantuan terbaik bagi warga terdampak bencana agar mereka dapat melalui masa sulit ini dengan lebih ringan. Selain bantuan langsung, tim juga merencanakan program jangka menengah hingga panjang untuk mendukung pemulihan warga, termasuk pendampingan psikososial bagi anak-anak dan keluarga yang mengalami trauma akibat bencana ini.
Di tengah situasi yang penuh tantangan ini, Dompet Dhuafa mengajak seluruh masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam membantu penyintas banjir bandang di Cisarua. Dukungan dalam bentuk donasi, tenaga relawan, maupun doa sangat dibutuhkan agar warga dapat segera pulih dan kembali menjalani Ramadan dengan penuh kedamaian. Mari kia bantu kuatkan mereka dengan salurkan bantuan terbaik melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/siapsiagabencana. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Riza Muthohar, DMC
Penyunting: Dhika

