ACEH — Di tengah kerusakan parah yang ditinggalkan banjir bandang di Bireuen, Aceh, para relawan menjadi garda terdepan dalam memastikan aliran bantuan tidak terhenti. Jembatan Teupin Mane di Kilometer 10, Kecamatan Juli, yang sebelumnya menjadi jalur vital penghubung Bireuen menuju Bener Meriah dan Aceh Tengah, kini hanya menyisakan rangka besi yang terbelah.
Setiap hari, puluhan relawan berjaga tanpa henti di lokasi jembatan yang terputus total. Mereka bukan hanya mengatur arus logistik, tetapi juga menjadi penyambung asa bagi ribuan warga yang terisolir tanpa pasokan makanan yang layak. Kabel sling yang dipasang melintang pada kerangka besi menjadi harapan Utama untuk menyalurkan beras, mie instan, air mineral, serta kebutuhan dasar lainnya. Semua dilakukan secara manual, dengan tarikan tangan, berkali-kali dalam sehari.


Baca juga: Layanan Kesehatan Cuma-Cuma bagi Pengungsi Banjir Bandang Aceh
Salah satu relawan, Muhammad Yusuf, telah berada di lokasi sejak sehari setelah banjir terjadi hingga hari ini, Rabu (10/12/2025). Setiap hari, ia bersama relawan lain menarik sling berulang-ulang, ratusan kali, untuk memastikan bantuan sampai ke seberang.
“Kami lakukan ini dengan ikhlas. Selagi masih bisa membantu, kami akan terus di sini,” tutur Yusuf di sela istirahatnya menunggu aba-aba penarikan sling.
Para relawan tidak mematok biaya apa pun. Warga yang ingin menyeberangkan bantuan atau melakukan evakuasi hanya memberi seikhlasnya. Semangat gotong royong inilah yang menjadi penopang utama distribusi bantuan, sementara akses resmi masih tertutup dan alat berat kesulitan mencapai lokasi.


Baca juga: Bantuan Pangan Pokok Sampai ke Ribuan Pengungsi Banjir di Bireuen Aceh
Tak hanya logistik, jalur darurat ini juga menjadi jalan hidup bagi warga yang membutuhkan perawatan medis segera. Yusuf menceritakan, beberapa relawan dari Desa Beunyet, Kecamatan Juli, mengangkut pasien balita, ibu hamil, hingga warga dewasa menuju RSUD Bireuen dan RSUZA Banda Aceh. Semua dilakukan dengan peralatan seadanya dan risiko tinggi.
Sementara itu, upaya perbaikan jembatan dan jalan utama masih menunggu stabilnya cuaca serta kesiapan alat berat. Hingga saat ini, para relawan terus berjaga, bekerja secara bergantian, memastikan bahwa tidak ada satu pun bantuan atau evakuasi yang terhambat.
Ribuan warga masih membutuhkan bantuan pangan, air bersih, obat-obatan, dan dukungan pemulihan. Sahabat dapat ikut hadir meringankan beban mereka dengan menyalurkan donasi melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/prayforsumatera. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Riza Muthohar
Penyunting: Dhika

