RUMTARA Siap Huni untuk Penyintas Banjir dan Longsor Aceh, dari Agung Podomoro Land

JAKARTA — Seratus hari lebih pascabencana banjir bandang dan longsor, Aceh masih belum pulih. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah pengungsi kini masih terdapat 10.400 orang di Provinsi Aceh dan 850 orang di Provinsi Sumatra Utara. Adapun Provinsi Sumatra Barat dilaporkan sudah tidak memiliki pengungsi.

Situasi ini menunjukkan bahwa proses pemulihan masih membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak. Sebagai bentuk komitmen dalam mendampingi para penyintas untuk kembali bangkit, Dompet Dhuafa pun terus memperluas ruang kolaborasi bersinergi untuk menghadirkan upaya bantuan dalam fase pemulihan.

Dalam upayanya, Agung Podomoro Land menggandeng Dompet Dhuafa untuk menghadirkan bantuan Rumah Sementara (RUMTARA) untuk Sumatra.

Pada Rabu (08/04/2026), Dompet Dhuafa menerima secara simbolis bantuan kemanusiaan untuk Sumatra tersebut khususnya Aceh dari Agung Podomoro Land. Penyerahan dana kemanusiaan secara simbolis diserahkan oleh Hidayat Bakri selaku AVP of Corporate Human Resource Agung Podomoro Land Tbk kepada Etika Setiawanti selaku Direktur Resource & Mobilization Dompet Dhuafa.

Seperti diketahui, dana kemanusiaan tersebut berasal dari kepedulian karyawan Agung Podomoro Land untuk mempercepat pemulihan bagi para pengungsi bencana banjir dan longsor Aceh. Binafita Merianti, Head of Performance Development & Talent Management Division Agung Podomoro Land mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan para karyawan untuk program sosial terutama bagi pemulihan para penyintas.

Baca juga: Dompet Dhuafa Percepat Pembangunan RUMTARA untuk Penyintas Bencana di Aceh

“Kebetulan program yang diberikan adalah pembangunan Rumah Sementara, menurut kami itu adalah yang diperlukan saat ini, jadi kita merasa bahwa sasaran paling tepat, kami memikirkan after bencana itu seperti apa,” ujar Binafita.

Sebanyak tujuh RUMTARA dari karyawan Agung Podomoro Land dan Agung Podomoro Group yang akan berdiri kukuh berjejer di Kampung Durian, Rantau, Aceh Tamiang ini hadir berkat inisiatif karyawan yang turut menggalang dana saat bencana terjadi. Dana yang berhasil dihimpun kemudian disalurkan melalui lembaga yang dinilai amanah dan tepercaya, seperti Dompet Dhuafa. Penyaluran yang dilakukan difokuskan untuk mendukung upaya lanjutan dalam proses pemulihan pascabencana.

Menurut Shofa Qudus selaku Kepala DMC Dompet Dhuafa, akan ada dua titik pembangunan RUMTARA, seperti di Pidie Jaya dan Aceh Tamiang yang menjadi titik terparah dari bencana banjir dan longsor. Hingga kini, masih banyak penyintas yang tinggal di tenda pengungsian.

Dompet Dhuafa menetapkan target sebanyak 1.000 unit RUMTARA akan dibangun tersebar di tiga provinsi terdampak paling parah, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Penentuan titik pembangunan dilakukan secara kolaboratif bersama Pemerintah Provinsi untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

“Masih ada, masih banyak di tenda sampai sekarang masyarakat masih banyak yang membutuhkan justru yang paling terdampak parah itu ya memang di aceh Tamiang, nah alhamdulillah pembangunannya udah selesai bisa untuk recovery memenuhi kebutuhan penyintas minimal memindahkan dari tenda ke dalam yang lebih nyaman,” ungkap Shofa.

Agung Podomoro Land menyatakan dukungannya terhadap program ini dengan mempertimbangkan rekam jejak Dompet Dhuafa sebagai lembaga yang amanah dan tepercaya. Kepercayaan tersebut tumbuh dari berbagai informasi dan cerita dampak yang selama ini mereka ikuti.

Selain itu, mereka menilai bahwa kebutuhan hunian menjadi salah satu aspek paling mendesak bagi penyintas, sehingga program penyediaan rumah sementara dinilai tepat sasaran. Inisiatif yang dihadirkan Dompet Dhuafa tersebut pun dipandang relevan dalam menjawab kebutuhan mendesak di masa pemulihan.

Baca juga: Istri Baru Melahirkan, Cerita Sulaiman dapat RUMTARA: Ada Lagi Kehidupan untuk Keluarga Saya

“(Bantuan) ini murni dari dana karyawan yang akhirnya kita harus salurkan begitu ada informasi mengenai rumah sementara. Ini mungkin lebih bermanfaat dan lebih jangka panjang, terima kasih kepada Dompet Dhuafa sudah bisa membantu kami walaupun tidak banyak hanya tujuh unit, semoga bisa bermanfaat,” ujar Hidayat Bakri menambahkan.

Dompet Dhuafa menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh karyawan Agung Podomoro Land dalam menyalurkan amanah bantuan. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal dari sinergi yang baik untuk hadir mendampingi masyarakat terdampak di wilayah Sumatra.

“Terima kasih atas amanah yang diberikan kepada Dompet Dhuafa dari teman-teman karyawan Agung Podomoro Land, mudah-mudahan ini awal dari kolaborasi kita yang mana Dompet Dhuafa, Insya Allah, akan terus membersamai masyarakat yang terdampak di Sumatera di tiga wilayah sampai mereka betul-betul bisa mandiri. Tidak hanya memastikan mereka bisa tinggal tapi mereka bisa berdaya kembali,” kata Etika, Direktur Resource & Mobilization Dompet Dhuafa. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Anndini Dwi Putri
Penyunting: Dhika