Sedekah Beras: Solusi Harga Beras Tinggi Bagi Masyarakat Dhuafa, Yatim, dan Lansia

golongan-orang-yang-boleh-bayar-fidyah, ilustrasi bansos, sedekah beras

Indonesia kembali mencetak rekor di awal tahun 2024. Namun sayang, rekor ini bukanlah sebuah prestasi yang bisa dibanggakan. Pada Februari 2024, Indonesia mencatatkan kenaikan harga beras tertinggi sepanjang sejarah berdirinya republik ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, harga beras nasional melonjak sebanyak 24,65 persen secara tahunan atau year on year (yoy), dengan rata-rata harga beras eceran mencapai Rp15.157,00/kg. Hal ini tentu memberatkan masyarakat miskin, keluarga yatim dan piatu, serta para lansia. Inilah waktunya untuk memberikan sedekah beras kepada mereka yang membutuhkan.

Harga Beras Tinggi Sulitkan Warga Miskin

Kehidupan sehari-hari yang dijalani oleh masyarakat miskin atau prasejahtera tentu tidaklah mudah. Untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan pokok saja mereka harus membanting tulang sekaligus memutar otak. Rupiah demi rupiah tak mudah mereka kumpulkan. Terkumpul pun hanya mampu membeli secukupnya makanan, sesuatu yang mereka butuhkan, bukan inginkan. Tingginya harga beras di tahun ini makin membebani mereka sebagai masyarakat dhuafa, termasuk para yatim, dan lansia.

Tingginya harga beras di Indonesia dikhawatirkan membuat tingginya nilai inflasi di tahun 2024. Kekhawatiran ini dikemukakan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani dan juga Direktur Institute for Demographic and Poverty Studies (Ideas), Yusuf Wibisono. Menurut mereka, isu terkait harga beras harus ditangani dengan serius, karena ini akan berkontribusi pada lonjakan inflasi. Apabila lonjakan inflasi terjadi, maka akan menyebabkan makin melebarnya kesenjangan sosial di Tanah Air.

Inflasi membuat kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya menurun. Bahkan, bisa membuat masyarakat yang tadinya berada di status sosial menengah ke bawah, menjadi miskin. Akibatnya tingkat kemiskinan di Indonesia pun makin tinggi.

Baca juga: Sedekah Subuh: Amalan Akhirat dan Sosial

sedekah beras, sedekah uang,

Sedekah Beras Bisa Jadi Jawaban

Bahan pangan pokok seyogianya dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di bawah garis kemiskinan dan berkekurangan. Dalam hal ini, masyarakat tentu memiliki harapan tinggi terhadap pemerintah selaku pemilik kewenangan yang diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan dasar masyarakat secara adil dan merata. Namun sayangnya, hal ini belum dapat direalisasikan dengan baik.

Alhasil, masyarakat dhuafa dan prasejahtera kesulitan memperoleh kebutuhan pangan pokok berupa beras. Sebagai bahan pangan pokok orang Indonesia, beras jadi komoditi pangan paling utama yang dibeli masyarakat untuk dapat bertahan hidup. Tak sedikit keluarga miskin yang tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari, apalagi di tengah harga beras yang terus melambung. Ketidakmampuan mereka akan berdampak pada tumbuh kembang anak-anak di keluarganya. Secara jangka panjang, ini juga akan berdampak pada bonus demografi Indonesia yang tidak berkualitas.

Inilah waktu yang tepat bagi kita sesama manusia untuk membantu mereka yang membutuhkan. Melalui Program Sedekah Beras, Dompet Dhuafa berupaya membantu mereka yang berkekurangan untuk dapat memenuhi kebutuhan pokok berupa beras. Sedekah Beras untuk lansia, yatim, dan dhuafa ini merupakan salah satu upaya Dompet Dhuafa membantu masyarakat kurang mampu agar bisa makan, memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari, dan mendapatkan sumber kekuatan untuk melakukan berbagai aktivitas seperti ibadah, sekolah, juga mencari nafkah.

Baca juga: Rahasia Sedekah, Menurut Pandangan Imam Al Ghazali

sedekah beras, tebar zakat fitrah
Markidah (62) dari Kampung Cibau, Desa Beberan, Kecamatan Ciruas menerima beras TZF dari Dompet Dhuafa melalui Mitra Gapoktan Bina Mulya

Keutamaan Sedekah Beras

Perlu diketahui, sedekah beras berbeda dengan zakat fitrah yang wajib ditunaikan saat bulan Ramadan tiba. Zakat fitrah terikat dengan ketentuan-ketentuan tertentu, seperti berkecukupan atau mampu dan ditunaikan saat bulan Ramadan. Sementara sedekah beras tidak terikat dengan hal-hal semacam itu. Sedekah beras memiliki keutamaan yang sama dengan sedekah pada umumnya. Di antara keutamaan sedekah adalah akan dilipatgandakan pahala serta hartanya dan dihapuskan dosa-dosanya. Keutamaan sedekah lebih lanjut bisa Sahabat dalam artikel 5 Keutamaan Sedekah Menurut Al-Quran dan Hadits dan Ini 7 Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan Berdasarkan Hadis.

Di dunia, seorang muslim wajib membantu sesamanya yang kesusahan. Baik itu membantu secara materiel maupun nonmateriel seperti melalui ilmu atau tenaga yang dimilikinya. Ini semua termasuk ke dalam perilaku bersedekah, yakni membantu sesama untuk memenuhi kebutuhan mereka. Bersedekah kepada sesama sangat diutamakan dalam agama Islam, bahkan ganjarannya adalah kelapangan di akhirat kelak. Seperti yang tertuang dalam hadis Rasulullah Saw berikut:

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat’.” (HR Muslim, At-Tirmidzi)

Sahabat Baik, mari sedekahkan sedikit harta yang kita miliki kepada mereka yang membutuhkan melalui Sedekah Beras untuk Lansia, Yatim, dan Dhuafa di Dompet Dhuafa. Semoga kita mendapatkan pahala di setiap butir beras yang kita sedekahkan.

SEDEKAH BERAS SEKARANG