BOJONEGORO, JAWA TIMUR — Sebuah rekor kebaikan baru saja tercipta di pelosok Kabupaten Bojonegoro. Melalui Program Tebar Hewan Kurban (THK) 2026, kemitraan strategis antara Dompet Dhuafa dan Rohani Islam Otoritas Jasa Keuangan (ROIS OJK) menyalurkan amanah sebanyak 47 ekor hewan kurban di sana. Sinergi ini sekaligus mendobrak keterbatasan pasokan daging tahunan yang selama ini menjadi tantangan bagi masyarakat di wilayah minus surplus kurban.
Bagi masyarakat Desa Jepang, Kecamatan Margomulyo, perayaan Iduladha pada Rabu (27/05/2026) atau 10 Zulhijah 1447 Hijriah menorehkan cerita yang sangat membekas. Wilayah pedalaman yang terpaut sekitar 60 kilometer dari Kota Madiun ini mendadak riuh oleh antusiasme warga yang bersiap menyambut pembagian daging kurban berskala besar.
Bila pada tahun-tahun sebelumnya kuota kurban di desa ini tergolong minim, tahun ini suasana berubah total. Lompatan jumlah hewan kurban berkat sokongan dari ROIS OJK menghadirkan kebahagiaan berlipat ganda bagi para petani lokal yang jarang mengkonsumsi daging dalam keseharian mereka.
“Ini momen yang sangat spesial bagi wilayah kami. Biasanya di desa ini kurban ada lima ekor saja, paling banyak hanya berkisar lima sampai 20 ekor beberapa tahun lalu. Namun hari ini, perhatian dari donatur ROIS OJK dan Dompet Dhuafa membawa berkah melimpah. Kami sangat berterima kasih,” tutur Jumadi, salah seorang petani setempat yang menjadi penerima manfaat dengan mata berkaca-kaca.




Sejak pagi hari, selepas pelaksanaan salat Iduladha yang sejuk dan tenang di langit timur Pulau Jawa, riuh rendah warga sudah terasa di bawah keteduhan rumpun bambu desa. Para pria yang sibuk merakit tiang kayu penyangga serta menggali lubang galian. Juga para wanita juga bersiap mencacah dan mengemas daging-daging kurban yang akan didistribusikan kepada warga. Di sisi lain, puluhan hewan kurban berkualitas tampak sehat dan siap disembelih sesuai kaidah syariat.
Kerja sama ini tidak berhenti pada aspek transaksional, melainkan menghidupkan kembali ruh gotong royong pedesaan. Ketika proses penyembelihan rampung, masyarakat berbagi tugas dengan sangat rapi. Kaum pria menyembelih dan memotong daging, sedangkan kaum wanita bertugas mencacah, menimbang daging secara presisi seberat dua kilogram untuk per keluarga, dan mengemasnya dengan apik menggunakan besek rotan tradisional beralaskan daun jati. Langkah ini dipilih sebagai komitmen menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menekan penggunaan plastik sekali pakai.
“Insyaallah, ada sekitar 270 Kepala Keluarga di Desa Jepang yang dipastikan menerima haknya secara merata. Lebih dari itu, karena jumlah kuota kurban dari ROIS OJK melimpah, warga desa tetangga di sekitar Desa Jepang juga bisa menerima jangkauan distribusi ke keluarga lainnya,” jelas Adek Teguh, perwakilan ROIS OJK Jawa Timur yang turut hadir berlangsungnya THK di Desa Jepang.
“Selain 47 ekor setara doka di Bojonegoro, kurban bersama Dompet Dhuafa juga kami salurkan di wilayah Kupang dan Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Barat, sejumlah 30 ekor sapi,” imbuhnya.




“Alhamdulillah, sangat senang sekali. Biasanya kami makan sayur-sayur saja, ya, makan daging kalau Lebaran seperti ini. Namanya juga petani nyambi tukang bangunan. Pokoknya, terima kasih ROIS OJK sudah peduli dengan kami,” ujar Jaiman, penerima manfaat THK di Desa Jepang.
Alokasi kurban di Bojonegoro ini sebenarnya merupakan bagian dari gerakan kemanusiaan yang jauh lebih masif di tingkat regional. Perwakilan Partnership Dompet Dhuafa, Pradila, menyampaikan, bahwa program THK 2026 di hari Iduladha 1447 H ini secara paralel melangsungkan penyembelihan dan pendistribusian sementara sejumlah 390 hewan kurban setara doka (domba/kambing) ke berbagai wilayah di Jawa Timur. Dan direncanakan hingga Hari Tasyrik ketiga, distribusi THK hingga sebanyak 1.500 doka.
Bantuan ini tersebar secara proporsional ke 13 wilayah di Jawa Timur. Selain di Bojonegoro yang disokong penuh oleh ROIS OJK, titik distribusi THK lainnya meliputi kawasan Surabaya, Situbondo, Tuban, Mojokerto, Madiun, Ponorogo, Pacitan, Banyuwangi, Jember, Gresik, Madura, hingga ke ujung timur Sumenep.
“Tata kelola kurban ini berhasil terwujud berkat kuatnya ekosistem kerja sama yang melibatkan banyak lini. Kolaborasi antara lembaga keuangan formal seperti ROIS OJK dan lembaga filantropi Dompet Dhuafa menciptakan dampak berantai yang positif. Rantai nilai ini bergerak mulai dari pemberdayaan peternak lokal, pelibatan amil, jasa logistik kurir, hingga bermuara pada pemenuhan gizi masyarakat yang membutuhkan,” sebut Pradila.
Baca juga: Solidaritas ROIS OJK Tebar Kebahagiaan Kurban Hingga Sumatera Utara dan NTT



Melalui visi besar bertajuk THK: Kurban The Series 2026, ibadah kurban bertransformasi dari sekadar ritual personal menjadi sebuah jembatan ekonomi dan kepedulian sosial yang memperpendek jarak antara perkotaan dan pelosok Nusantara.
Pintu kebaikan masih terbuka lebar hingga Hari Tasyrik ketiga berakhir. Bagi masyarakat yang ingin memperluas dampak keberkahan ini, informasi dan partisipasi kurban dapat diakses secara langsung melalui platform resmi digital.dompetdhuafa.org/kurban. Penyaluran kurban bersama Dompet Dhuafa sebagai lembaga sosial yang terpercaya akan memastikan niat mulia Anda tersalurkan secara tepat sasaran. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Dhika
Penyunting: Dedi Fadlil

