Siap Siaga Bencana di Perkotaan, Dompet Dhuafa Latih Pengemudi Ojol Tangguh Hadapi Bencana

dompet-dhuafa-latih-pengemudi-ojol-tangguh-hadapi-bencana

JAKARTA — Pada Senin (10/04/2023), Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa berbagi edukasi kepada ratusan pengemudi transportasi ojek online (ojol) untuk siap siaga menghadapi bencana di perkotaan.

Melalui program Urban Disaster Management (UDM) Berbasis Kelompok dan Komunitas Masyarakat, ratusan pengemudi ojol diberikan pelatihan tentang dasar-dasar manajemen kebencanaan, dasar-dasar pertolongan pertama, kesiapsiagaan bencana kebakaran (sistem peringatan dini, termasuk pemadaman api ringan dengan APAR atau peralatan rumah tangga lainnya, dan evakuasi).

DMC Dompet Dhuafa memberi pelatihan bagi ratusan ojol yang beroperasi di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, dan Depok.

dompet-dhuafa-latih-pengemudi-ojol-tangguh-hadapi-bencana

dompet-dhuafa-latih-pengemudi-ojol-tangguh-hadapi-bencana

Baca juga: Dompet Dhuafa Tumbuhkan Semangat Literasi Mitigasi Bencana Lewat Pesantren Kilat

“Banyak ilmu yang bermanfaat didapatkan. Mudah-mudahan (bencana tersebut) nggak kita alami di dunia nyata. Cuma, banyak banget manfaat (dari pelatihan ini), minimal buat kita pribadi, keluarga, tetangga atau siapa pun yang membutuhkan saat di jalanan,” imbuh salah satu pengemudi ojol di sela-sela pelatihan.

UDM sendiri merupakan program penanggulangan bencana perkotaan DMC Dompet Dhuafa yang berfokus pada kesiapsiagaan bencana untuk masyarakat, kelompok ataupun komunitas dan kelompok rentan lainnya. Program ini juga berfokus pada penanggulangan krisis kesehatan dan kegawatdaruratan sehari-hari.

“Adapun tujuan dari UDM adalah untuk mengidentifikasi dan memetakan potensi komunitas atau masyarakat perkotaan, membangun masyarakat perkotaan yang tanggap dan tangguh bencana, serta terutama di kawasan-kawasan yang padat penduduk dan berpenghasilan kecil.”

“Kemudian juga untuk memberdayakan komunitas dan kelompok rentan lainnya, dan para pendamping mereka untuk pertolongan pertama dalam menanggulangi bencana,” terang Ahmad Lukman selaku Humanitarian Academy Manager DMC Dompet Dhuafa.

dompet-dhuafa-latih-pengemudi-ojol-tangguh-hadapi-bencana

dompet-dhuafa-latih-pengemudi-ojol-tangguh-hadapi-bencana

Baca juga: Hadiri Rakornas BNPB 2023, DMC Dompet Dhuafa Gaungkan Kolaborasi Penanggulangan Bencana Berbasis Pemberdayaan

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam tiga bulan terakhir, terdapat 810 peristiwa bencana alam di Indonesia. Artinya, dalam satu hari terjadi sembilan peristiwa bencana alam. Akibatnya dua juta penduduk menderita dan mengungsi, 180 jiwa luka-luka, 118 korban meninggal dunia, dan 6 jiwa menghilang.

Menurut The World Risk Index tahun 2021, Indonesia berada pada Peringkat 38 dari 181 negara paling rentan bencana. Rajib Shaw salah seorang profesor pakar penanggulangan bencana menyatakan bahwa menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Pemerintah Kobe City, 97 persen penduduk selamat karena individu dan komunitas memiliki kapasitas tentang penanggulangan bencana saat terjadi gempa bumi Hanshin-Awaji pada tahun 1995.

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mencatat, jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mencapai 152,51 juta unit hingga 31 Desember 2022. Sebanyak 126,99 juta unit atau 83,27 persen di antaranya merupakan sepeda motor. Jika dibandingkan dengan jumlah populasi Indonesia yakni 273,52 juta jiwa, maka sekitar 46 persen merupakan pengendara sepeda motor.

dompet-dhuafa-latih-pengemudi-ojol-tangguh-hadapi-bencana

Baca juga: Respons Bencana di Suriah, Dompet Dhuafa Audiensi dengan KBRI Damaskus-Suriah dan Kemlu RI

Dengan demikian DMC Dompet Dhuafa mengajak pengemudi kendaraan roda dua untuk selalu siap siaga dalam menghadapi bencana yang dimulai dari pengemudi ojol. Pengemudi ojol juga merupakan posisi yang strategis untuk menjadi relawan penanggulangan bencana di perkotaan. Dengan besarnya jumlah pengemudi yang tersedia dan mobilitas mereka dalam bergerak menjadikan sasaran yang tepat untuk menjadi peserta UDM DMC Dompet Dhuafa.

Selain itu, dalam sebuah survei Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) pada Agustus-September 2022 di wilayah Jabodetabek, Bandung, Palembang, Bali, dan Yogyakarta, sebanyak 82 persen dari 2.310 responden menggunakan layanan transportasi online. Bahkan, sebanyak 56 persen menyatakan akan tetap menggunakan layanan transportasi online walaupun tidak dapat diskon/promo.

Maka dengan banyaknya konsumen layanan transportasi online di atas juga menjadi potensi dan kesempatan bagi pengemudi ojek online untuk saling berbagi ilmu saat hendak melakukan pekerjannya. Ini menambah jumlah jiwa yang menerima manfaat dari pengetahuan dan wawasan penanggulangan bencana yang telah dipelajari oleh pengemudi ojek online. (Dompet Dhuafa/DMC)