SMART Ekselensia Putri, Buka Gerbang Harapan dari Bangku Sementara

BOGOR, JAWA BARAT – Dari bangku sederhana di ruang aula yang sementara ini berbagi, terpancar binar-binar harapan. Bukan hanya dari 23 pasang mata siswi yang penuh semangat, melainkan juga dari harapan besar untuk masa depan. Sekolah SMART Ekselensia kembali mencetak babak baru dalam sejarah pendidikan di Indonesia. Di tahun 2025 ini, sekolah SMART Ekselensia baru saja menerima pendaftaran bagi siswi putri, di mana mimpi para putri dhuafa maupun yatim berprestasi kini memiliki jembatan nyata menuju cita-cita. Dan pada tanggal 14 Juli 2025 lalu, para siswi tersebut mengikuti MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan) yang digelar oleh SMART Ekselensia di Parung, Kabupaten Bogor.

Baca juga: Sekolah Gratis Berkualitas Tinggi untuk Dhuafa, SMART Ekselensia Buka Penerimaan Peserta Didik Baru 2025

Sejenak, mari tengok Kayyisah Khairiyah, siswi SMART Ekselensia asal Bogor ini merupakan remaja cerdas yang memilih SMART Ekselensia dari tiga pilihan sekolah sebelumnya yang ditawarkan orang tuanya. Matanya berbinar saat bercerita tentang ambisinya menjadi diplomat dan ekonom, menembus cakrawala pendidikan di luar negeri. Ia terinspirasi oleh para alumni SMART yang telah membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang. Meski sedikit canggung dengan keberadaan siswa putra di hari pertama MPLS, ia merasa bangga berada di sekolah “berbobot” ini. SMART, baginya, adalah jembatan peluang yang bisa menghubungkannya dengan cita-cita besar.

Tak kalah bersemangat, ada Syamma Rajiyyah Hakimah (Sarah), yang terkesima dengan lingkungan SMART Ekselensia yang elok, disiplin, dan dikelola dengan dana Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF). Ayahnya adalah seorang Security di sekolah ini, sosok yang tak pernah memaksakan kehendak dan selalu mengajarkan syukur. Saat bercerita tentang pengorbanan sang ayah, mata Sarah berkaca-kaca. Dengan bakat menggambar dan membuat kerajinan tangan, Sarah bermimpi kelak bisa kuliah Desain Komunikasi Visual (DKV) atau Hubungan Internasional, membawa keberkahan bagi keluarganya melalui pendidikan di SMART Ekselensia.

Baca juga: Sekolah di SMART Ekselensia Pupuk Giat Arwan Angkat Derajat Keluarga Tanpa Ayah

Kemudian, ada Uli Aulia Nur Rohmah. Gadis asal Bogor ini tergerak bergabung dengan SMART setelah melihat banyak alumninya berhasil menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Ayahnya, seorang penjual bakso, adalah inspirasi terbesarnya. “Ayah rela menabung dari jualan bakso agar aku bisa kuliah tinggi, katanya nggak boleh nyerah,” tutur Uli, yang memiliki hobi memasak dan bercita-cita menjadi dosen. Di SMART Ekselensia, ia menemukan lingkungan disiplin yang membuka lebar peluangnya mencapai impian itu.

Baca juga: SMART Ekselensia Pulang Kampung, Agrinesia Raya Bekali 420 Box Oleh-oleh Lapis Bogor

Kisah Kayyisah, Sarah, dan Uli adalah sebagian kecil dari 23 siswi angkatan pertama SMART Ekselensia Putri. Mereka memiliki segudang prestasi, hafalan Al-Qur’an, dan semangat menggapai cita yang membara. Mungkin saat ini, mereka masih “numpang” di fasilitas siswa putra, namun tekad mereka tak sedikit pun surut.

Sejak tahun 2004, Dompet Dhuafa telah mengukir sejarah melalui program pendidikan SMART Ekselensia untuk putra, yang telah melahirkan ribuan alumni berprestasi, banyak di antaranya meraih beasiswa PTN dan luar negeri. Kini, komitmen itu meluas. “Hari ini bersejarah karena pertama kali SMART Ekselensia memiliki siswi putri. Dan ini dilakukan karena komitmen kontribusi SMART Ekselensia dan para stakeholder, serta donaturnya,” ungkap Zaid Syaifullah, Direktur Sekolah SMART Ekselensia.

Pembukaan SMART Ekselensia Putri adalah jawaban atas permintaan masyarakat dan kebutuhan generasi akan wanita tangguh. “SMART Ekselensia ingin mencetak anak-anak dhuafa untuk mampu mengakses pendidikan hingga perguruan tinggi dan memutus rantai kemiskinan,” tegas Zaid.

Namun, perjalanan ini masih membutuhkan uluran tangan kita. Ali Bastoni, General Manager Penghimpunan Wakaf Dompet Dhuafa, menjelaskan bahwa unit wakaf Dompet Dhuafa menginisiasi pembangunan sekolah, asrama, dan sarana pendidikan khusus bagi siswi SMART Ekselensia Putri.

“Ada aset wakaf seluas 4.000 meter persegi di wilayah Tajur Halang, Kabupaten Bogor, yang insha Allah akan dibangun SMART Ekselensia bagi siswi putri” papar Ali. “Ini menjadi upaya setelah keberhasilan dengan SMART Ekselensia hari ini, Dompet Dhuafa membangun sumber daya yang lengkap di tingkat SMP-SMA untuk putra & putri.”

Baca juga: Chappy Hakim Tanamkan Karakter Kuat pada Siswa SMART Ekselensia Indonesia

Desain yang ada memungkinkan kapasitas hingga 200 siswi. Namun, untuk mewujudkan impian menjadi boarding school yang ideal, diperlukan banyak uluran tangan para mitra kebaikan. “Kita mengajak para mitra kebaikan, untuk membangun harapan para siswi dan orang tua, untuk hadirkan fasilitas kelas-kelas, setelah itu asrama, baru bisa menjadi boarding school,” imbuh Ali.

Gagasan SMART Ekselensia Putri ini telah bergulir sejak tahun 2023, dan kini, dengan masuknya 23 siswi pertama, momentumnya semakin nyata. Di tengah keterbatasan fasilitas yang masih sementara, komitmen Dompet Dhuafa untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat tetap membara.

Kisah Kayyisah, Sarah, Uli, dan para siswi SMART Ekselensia Putri lainnya adalah cerminan dari potensi luar biasa yang menanti untuk berkembang. Mereka adalah calon-calon pemimpin, ilmuwan, dan pendidik masa depan yang akan memutus rantai kemiskinan dan membawa perubahan positif.

Mari kita bersama-sama menjadi bagian dari sejarah ini. Setiap donasi yang Anda berikan melalui Wakaf Asrama Perempuan, bukan hanya membangun gedung, melainkan juga membangun harapan, mencetak generasi unggul, dan menorehkan senyum di wajah-wajah penuh cita-cita. (Dompet Dhuafa)

Teks dan Foto: Dhika
Penyunting: Dedi Fadlil