Suhu Minus di Jepang Tak Surutkan Semangat Warga Muslim Tadarus Al-Qur’an

Dai Ambassador Dompet Dhuafa penugasan Jepang, Ustaz Hifni Nasif, mengisi kajian seusai Subuh dalam Program Takara.

MATSUDO, JEPANG — Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan, Dompet Dhuafa Cabang Jepang bekerja sama dengan Islamic Community Learning Center Tokiwadaira dan Komunitas Rumah Umat Muslim Indonesia Chiba (RUUMUICHI) menggelar Program Tadarus Al-Qur’an dan Kajian Ramadan (Takara).

Kegiatan ini rutin terlaksana setiap pagi setelah salat Subuh selama bulan Ramadan. Program Takara terlaksana dengan penuh kekhusyukan, meskipun setiap pagi Jepang diterjang suhu udara mencapai minus 1 derajat celcius. Dai Ambassador Dompet Dhuafa penugasan Jepang yang diwakili Ustaz Hifni Nashif dan Ustaz Firman Mansir, turut berperan dalam program ini, yakni mengisi kajian usai tadarus.

GM Dompet Dhuafa Jepang, Dr H Ach Firman Wahyudi, menyampaikan bahwa Program Takara merupakan program strategis Ramadan Dompet Dhuafa Jepang dalam upaya meningkatkan interaksi umat muslim di sana dengan Al-Qur’an pada bulan suci Ramadan 1446 H. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antardiaspora muslim di Jepang.

Baca juga: Dai Ambassador Obati Kerinduan Diaspora Prancis Terhadap Ilmu Agama

“Bulan Ramadan merupakan bulan Al-Qur’an. Maka sebagai muslim di negara minoritas harus senantiasa berinteraksi intens dengan kalamullah. Dompet Dhuafa menjadi wasilah dalam kebaikan ini,” tutur Firman.

Dai Ambassador Dompet Dhuafa penugasan Jepang, Ustaz Hifni Nasif, mengisi kajian dalam Program Takara.
Dai Ambassador Dompet Dhuafa penugasan Jepang Ustaz Hifni Nasif mengisi kajian dalam Program Takara

Pada Rabu (05/03/2025), Program Takara dimulai dengan membaca Al-Qur’an secara bergiliran yang dibagi per halaman. Setelah itu, tibalah sesi kajian yang diisi oleh Ustaz Hifni Nashif. Kajian kali ini membahas tafsir ayat dari surah Al-Baqarah. Seusai sesi ceramah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab seputar tema kajian. Lalu, di akhir kegiatan para peserta membaca doa setelah membaca Al-Qur’an dan ditutup dengan doa penutup majelis.

Baca juga: Belasan Dai Ambassador 2025 Siap Bawa Misi Dakwah Pemberdayaan di 11 Negara

Dengan terlaksananya agenda harian ini diharapkan para peserta Program Takara mendapat takara  (bahasa Jepang) yang dalam bahasa Indonesia berarti harta karun.

“Takara di sini dimaknai sebagai pahala dan karunia yang melimpah dan dapat memetik buah dari puasa Ramadan, yaitu menjadi orang orang yang bertakwa, lulus dari madrasah Ramadan dengan predikat takwa,” tutup Firman. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Dai Ambassador penugasan Jepang, Ustaz Hifni Nashif
Penyunting: Ronna