Sukacita Penyintas Banjir Aceh Tamiang di Hari Pertama Ramadan Terima Bantuan Mowilex Kit dari Dompet Dhuafa

ACEH TAMIANG, TAMIANG — Memasuki bulan Ramadan 1447 Hijriah, masyarakat Aceh menyambutnya dengan sukacita. Hampir di seluruh wilayah, masyarakat Aceh melangsungkan tradisi meugang (makan besar) hingga ibadah salat Tarawih berjemaah, meski belum sepenuhnya pulih dari jejak bencana hidrometeorologi 2025 lalu.

Di hari pertama Ramadan, wilayah Aceh Tamiang kembali diguyur hujan deras sejak Selasa (18/02/2026) malam hingga Rabu (19/02/2026) pagi. Membuat beberapa akses kembali dipenuhi lumpur basah dan tanah yang rawan longsor. Beberapa akses juga masih sulit ditembus kendaraan, sehingga alternatifnya harus menyeberangi sungai dengan kapal kayu.

Salah satu penyintas, Khairiyah (40), mengungkapkan bahwa Ramadan kali ini “sangat spesial”. Dengan tegar, ia mengatakan rumahnya hanyut terbawa kuatnya arus banjir bandang. Kampungnya, Kampung Rantau Bintang, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, kini terasa jauh berbeda dari sebelum kejadian tersebut.

“Malam waktu kejadian itu, kami warga lari ke atas bukit. Sekarang rumah kami banyak yang hanyut. Tidak banyak harta benda yang bisa dibawa. Kemudian saya dan keluarga ada lima orang dengan anak-anak tinggal di tenda pengungsian. Saat ini kami tinggal di rumah sementara yang kami buat sendiri dari kayu sisa banjir itu,” kata Khairiyah.

“Sebelum banjir saya buka warung kelontong di rumah. Sekarang belum bisa buka lagi. Suami saya pun belum maksimal aktivitasnya, kakinya infeksi kena paku saat banjir. Jadi sekarang saya bantu-bantu untuk ambil bantuan,” ujarnya lagi.

Baca juga: Dompet Dhuafa Terima 1.000 Mowilex Kit untuk Respons Bencana Sumatra

Hari pertama Ramadan itu meski gerimis tipis membasahi dan cuaca mendung masih menyelimuti, Tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa berupaya menembus medan sulit di area belantara sawit di Aceh Tamiang. Berupaya memenuhi penyaluran amanah bantuan dari Mowilex-jenama produk cat premium PT Mowilex Indonesia, kepada para penyintas bencana ke Kampung Rantau Bintang, Bandar Pusaka, dan Desa Sekumur, Karang Baru.

“Kondisi pascabencana hampir tiga bulan ini, khususnya di salah satu lokasi terdampak parah Aceh Tamiang belum sepenuhnya pulih. Masih banyak warga terdampak bencana yang bertahan dalam kondisi rentan, akses terbatas, listrik mati, dan jauh dari sentuhan bantuan terutama mereka yang tinggal di pedalaman,” sebut Kepala DMC Dompet Dhuafa, Shofa Qudus.

“Alhamdulillah, Dompet Dhuafa masih berjibaku menyalurkan bantuan kemanusiaan dari Mowilex ini. Diharapkan bisa terus menguatkan respons kemanusiaan bagi penyintas yang masih membutuhkan, terlebih di bulan Ramadan ini,” lanjutnya.

Donasi kemanusiaan sebanyak 1.000 Mowilex Kit digulirkan untuk mendukung respons kemanusiaan dalam bencana banjir di wilayah Sumatra. Bantuan berupa bahan pangan dan hygiene kit itu tersebar di wilayah Bireuen dan Aceh Tamiang. Sebanyak 500 Mowilex Kit disalurkan di wilayah Aceh Tamiang. Hari itu, sejumlah 100 paket disalurkan di Kampung Rantau Bintang dana 250 paket di Desa Sekumur.

“Alhamdulillah, sangat bersyukur sekali dapat bantuan hari ini. Karena kami masih sulit untuk kembali melakukan aktivitas normal dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. Semoga bisa sampai untuk hari lebaran juga bantuan ini,” ungkap Khairiyah.

Baca juga: H-1 Ramadan Penyintas Bencana di Bireuen Aceh Terisolir Lagi, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan 1.000 Mowilex Kit

Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang kembali memperpanjang masa tanggap darurat bencana selama tujuh hari terhitung sejak 18 Februari 2026 guna melanjutkan penanganan pascabencana di wilayah tersebut.

“Hasil rapat tadi memutuskan masa tanggap darurat diperpanjang tujuh hari. Forkopimda sudah setuju karena memang masih ada beberapa titik yang kondisinya parah,” kata Juru Bicara Pemkab Aceh Tamiang, Muhammad Farij, di Aceh Tamiang, Rabu (19/02/2026), dilansir dari antaranews.

Namun warga bersyukur, di awal Ramadan ini, amanah bantuan masih terus hadir sehingga kebutuhan dasar terpenuhi bagi masyarakat di wilayah terdampak. Amanah bantuan yang kita berikan sangat berarti bagi mereka di sana. Terus kuatkan mereka melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/prayforsumatera. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Dhika
Penyunting: Dedi Fadlil