Sumber Air Bersih Kembali Mengalir, Harapan Baru Warga Parung Joho Sukabumi Setelah Banjir Bandang

SUKABUMI, JAWA BARAT — Pada Kamis (6/11/2025), warga Kampung Parung Joho, Desa Bantar Panjang, kembali merasa lega karena bisa memenuhi kebutuhan air bersih mereka, setelah renovasi sumur bor rampung dan bisa berfungsi kembali. Sebelumnya, selama berbulan-bulan mereka hanya bergantung pada aliran sungai yang tak menentu dan sering kali tercemar. Namun kini, masyarakat sudah dapat menikmati akses air bersih yang lebih layak dan aman.

Susi Anggraeni (22), warga setempat, mengisahkan bagaimana banjir bandang yang melanda wilayah mereka beberapa waktu lalu memutus akses dan menghancurkan beberapa fasilitas. Jembatan yang biasa digunakan warga untuk menuju lahan pertanian hanyut terbawa arus. Sungai yang selama ini menjadi penopang kebutuhan hidup pun tak lagi aman digunakan.

“Itu kan karena ada banjir bandang, rumah-rumah pada longsor, rumah-rumah pada kebanjiran, sekolahan juga jebol sampai peralatan sekolah pun nggak ada, habis. Sampai sekolahannya nggak ada, sampai sekolahannya juga rusak semua. Sumur juga terdampak, jadi nggak ada air bersih waktu itu. Jadi terpaksalah kita kembali lagi ke air sini (sungai),” ungkap Susi.

Sebelum ada sumur bor, warga menggantungkan kebutuhan mandi, mencuci, hingga konsumsi air dari sungai. Di masa kemarau, keadaan tak kalah sulit. Air sungai mengering hingga warga mencari leuwi—cekungan air yang tersisa—untuk sekadar mencuci. Air sungai yang jernih itu tak lagi aman diminum karena kerap tercampur kotoran hewan dan limbah pabrik.

Baca juga: Warga Muaragembong Kehilangan Sumber Air Bersih, Dompet Dhuafa Bangun Sumur Bor

Ketika banjir bandang menerjang, sumur bor yang menjadi sumber air bersih utama ikut rusak. Mesin submersible mati karena kabel listrik terputus dibawa arus. Warga pun kembali bergantung pada sungai yang kian tak layak saat musim hujan, peristiwa itu hanya menyisakan luka panjang bagi masyarakat.

Air sungai yang tampak bersih pun sesungguhnya tidak layak konsumsi. Susi menyebut kadang ada limbah peternakan, bahkan limbah pabrik yang mengalir bersama arus sungai.

“Soalnya kita nggak bisa cari air sebelum ada sumur, dan kalau kita nggak ngambil air dari sungai, kita nggak bisa ambil air bersih lagi selain dari sini,” sambung Susi.

Harapan pun baru muncul ketika Prudential Syariah bersama Dompet Dhuafa hadir dengan program renovasi sumur bor dan distribusi paket pangan untuk penyintas banjir bandang. Pendistribusian dilakukan di sebuah musala, di Kampung Parung Joho, Desa Bantar Panjang, Sukabumi, pada Kamis (6/11/2025).

Ayu Septiana selaku Officer CSR Partnership Dompet Dhuafa mengungkapkan bahwa distribusi ini khusus diberikan kepada penyintas terdampak banjir bandang Sukabumi. Ia juga berharap ini bisa menjadi motivasi dan bentuk dukungan juga dari Prudential Syariah dan Dompet Dhuafa kepada para warga.

“Semoga renovasi sumur air bersih ini dapat membantu memudahkan kegiatan ataupun aktivitas masyarakat yang ada di Kampung Parung Joho, Desa Bantar Panjang, Sukabumi. Kami juga berharap masyarakat dapat menjaga warisan kecil dari Prudential Syariah ini, supaya dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama sampai anak cucu mereka,” kata Ayu.

Kampung Parung Joho tergolong terisolasi, hanya dapat dijangkau oleh kendaraan yang mampu melewati medan hutan. Untuk mencapai wilayah ini, tim harus menempuh perjalanan panjang melalui jalan berbatu, licin, dan rusak, sebelum akhirnya tiba di kawasan terpencil di sepanjang Sungai Cikaso, tempat Kampung Parung Joho berada.

Baca juga: Dompet Dhuafa Wujudkan ‘Sumber Air Su Dekat’ di Desa Papela

Lebih lanjut, menurut Resda Jaya Pangestu, Staf Program Kemanusiaan dan Kesehatan Dompet Dhuafa Jawa Barat proses renovasi bukan hal mudah. Kerusakan terjadi karena gardu listrik belum tersedia dan kabel yang sebelumnya digunakan rusak dihantam banjir. Akibatnya, mesin submersible di kedalaman 60 meter tak bisa berfungsi.

“Ini salah satu wilayah terdampak banjir juga, itu sangat parah di sepanjang sungai Cikaso dan ini adalah wilayah yang memang ujung dan bisa disebut terisolir karena untuk menuju lokasi ini melewati bukit, sawah dan kebun melewati jalan-jalan yang memang kondisinya rusak dan harus pakai kendaraan yang memang habitatnya di hutan, jadi memang agak kesulitan, tapi Alhamdulillah, karena memang niat kami membawa kebaikan kendala itu bisa kami atasi. Kita tergerak membantu merenovasi dari segi peralatan dan pengerjaan juga karena harus membentang kabel sejauh 500 meter,” kata Resda.

Namun berkat kerja keras tim dan warga, sumur bor berhasil diinstal ulang dan kini kembali mengalirkan air bersih. Bagi warga seperti Susi, hadirnya kembali sumur bor membuat perubahan besar dalam rutinitas harian.

“Sejak ada renovasi sumur bor, alhamdulillah kita gak usah lagi bolak balik seperti cuci piring, pakaian, anak-anak mandi, semenjak ada sumur bor Alhamdulillah Semenjak ada renovasi sumur bor, Alhamdulillah air bersih bisa ada di rumah-rumah warga, kita jadi lebih enak dan lebih mudah, terutama ibu-ibu buat kita kalau mau nyuci, kita jadi lebih aman dan tenang karena nyuci juga bisa bawa anak gitu misalnya aktivitas di rumah gampang terselesaikan, kita tuh jadi enak nyuci bisa kapan aja bisa malem, siang ataupun pagi. Terima kasih Prudential Syariah dan Dompet Dhuafa,” ucap Susi.

Baca juga: Gandeng Ditjen Sumber Daya Air, Atasi Masalah Pengairan Di Kabupaten Madiun

Renovasi sumur bor ini menjadi titik terang bagi warga Parung Joho setelah lama bergulat dengan kesulitan akibat bencana. Harapan yang sama terulang dalam setiap ucapan syukur mereka, agar bantuan ini menjadi berkah panjang, menjaga kehidupan, dan memperkuat ketahanan warga menghadapi masa depan. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Anndini Dwi Putri
Penyunting: Dhika