JAKARTA — Dompet Dhuafa resmi mengumumkan angka capaian Program Tebar Hewan Kurban (THK) 1447 H/2026 M, setelah Hari Tasyrik, Rabu (03/06/2026). Di tengah situasi ekonomi yang relatif menantang bagi sebagian besar masyarakat, kurban melalui Dompet Dhuafa justru mencatatkan pertumbuhan penghimpunan sebesar 12,93% dengan total capaian mencapai 40.204 ekor setara domba/kambing (doka).
Ali Bastoni selaku Ketua Tebar Hewan Kurban 1447 H Dompet Dhuafa, mengungkapkan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari kepekaan tim dalam membaca situasi lapangan melalui empat pilar inovasi utama.
“Pertama, kami merilis skema kurban dengan harga yang sangat terjangkau agar memudahkan masyarakat tetap bisa beribadah. Kedua, kami membuka titik distribusi baru di luar negeri seperti Somalia, di mana harga hewan kurbannya hanya Rp1,4 jutaan namun memiliki bobot yang baik standar Indonesia,” jelas Ali.




Tak hanya itu, Dompet Dhuafa juga menggandeng tokoh publik legendaris seperti Indro Warkop untuk turut mengkampanyekan kurban sebagai gaya hidup, serta meluncurkan fitur teknologi “SAVE” sebuah sistem berbasis web yang memungkinkan pekurban melacak (tracking) status hewan kurban mereka secara mandiri dan real-time.
Melalui dua langkah distribusinya, yakni skema reguler THK (21 ribuan ekor) ke wilayah pelosok 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) dan skema kemitraan, ekspres, serta mitra jejaring (20 ribuan ekor), Dompet Dhuafa berhasil menyentuh 2.504.478 jiwa penerima manfaat di ratusan wilayah Indonesia hingga mancanegara.
Namun, mengantarkan amanah para pekurban ke wilayah krisis bukanlah perkara mudah. Di Sudan, ketika konflik mendadak bereskalasi, tim di lapangan harus memutar otak, mengubah rencana pemotongan kambing menjadi sapi demi mencari wilayah yang lebih aman. Di Somalia, antusiasme pekurban Indonesia terhadap hewan unta begitu melonjak hingga tim terpaksa menutup pendaftaran lebih awal karena keterbatasan stok di hilir. Sementara di Palestina, jeruji konflik memaksa tim mengubah mekanisme distribusi menjadi daging kaleng dan frozen (beku) agar bisa menembus blokade.
Baca juga: Begini Cara Dompet Dhuafa Kelola Wakaf Uang agar Tumbuh Tanpa Menggerus Nilai Pokok





Di balik angka-angka capaian di atas, esensi kurban yang sebenarnya terlihat dari senyuman para penerima manfaat. Di salah satu rumah warga di Situbondo, Jawa Timur, aroma masakan rawon dan daging bumbu kecap tercium dari dapur Zahro. Ia terlihat sangat senang saat menceritakan berkah Iduladha yang ia terima.
“Alhamdulillah, di hari Iduladha ini saya sekeluarga bisa makan daging. Kami sangat senang Dompet Dhuafa mau datang ke lingkungan sini. Semoga tahun depan bisa datang ke sini lagi,” ucap Mbak Zahro sambil tertawa bahagia.
Kisah lain yang menyentuh hati juga datang dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Di sana, ada Amina yang harus berjuang keras demi mencukupi kebutuhan makan keluarganya. Untuk menghemat pengeluaran, Amina biasanya mencampur beras dengan jagung. Menu makan sehari-hari mereka juga sangat sederhana, hanya dengan sayur atau ikan dalam jumlah sedikit. Makan daging sapi adalah hal yang sangat jarang bagi mereka.
“Setiap hari kami makan seadanya saja. Kami baru bisa makan daging kalau kebetulan ada rezeki lebih atau saat Hari Raya seperti sekarang,” kata Amina.
Tantangan Amina tidak berhenti di situ. Di rumah kontrakannya yang kecil, tidak ada kulkas untuk menyimpan makanan. Jadi, begitu mendapat daging kurban, ia harus buru-buru memasaknya menjadi dendeng atau sambal goreng agar tidak busuk. Padahal, untuk membeli bumbunya saja ia harus mengeluarkan uang ekstra. Karena itulah, bantuan dari Dompet Dhuafa ini menjadi hadiah yang sangat berharga bagi keluarganya.
Sembari menahan air mata bahagianya, Ibu Amina mengucapkan terima kasih kepada para donatur.
“Kami sangat bersyukur karena setiap tahun bisa merasakan manfaat program ini. Semoga semua orang yang berkurban selalu diberikan kesehatan, umur panjang, rezeki yang berkah, dan dimudahkan urusannya oleh Allah. Kami selalu mendoakan para donatur di setiap shalat kami,” ujarnya tulus.




Rasa syukur yang sama juga disampaikan oleh warga di Pulau Buru, Maluku. Lewat perwakilannya, mereka berterima kasih atas kebaikan para donatur yang sudah peduli dengan warga di daerah terpencil. Bantuan daging kurban ini sangat membantu mereka dalam merayakan Hari Raya Iduladha dengan penuh suka cita.
Sementara di wilayah barat Indonesia, kebahagiaan kurban dirasakan oleh warga Dusun Margahayu, Lampung. Berkat kerja sama antara Dompet Dhuafa dan Pertamina, warga di dusun tersebut bisa mengadakan pemotongan hewan kurban langsung di kampung mereka.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Dompet Dhuafa. Alhamdulillah Dusun Margahayu mendapatkan manfaat untuk pemotongan kurban, sehingga kami bisa mendapatkan manfaat, bisa ikut merayakan Hari Raya Kurban,” ungkap Sunandar.
Baca juga: Kalcer Kebaikan, Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Tumbuh 15 Persen





Bagi Dompet Dhuafa, Iduladha 1447 H ini juga penuh dengan cerita perjuangan yang mengharukan. Saat proses pembagian kurban berlangsung, tim kemanusiaan mereka ternyata sedang berjuang di tengah laut dalam misi kemanusiaan untuk membantu warga Palestina.
“Kurban tahun ini bertepatan dengan peristiwa besar. Ada tiga anggota tim kami dalam gerakan Global Summud Flotilla (GSF) yang membawa bantuan ke Palestina lewat jalur laut dan darat. Mereka mendapatkan perlakuan keji dan tidak adil dari tentara zionis Israel,” ungkap Ali Bastoni dengan sedih.
Bagi Ali, kejadian itu menjadi pengingat tentang makna pengorbanan yang sesungguhnya.
“Tim kami di lapangan rela mengorbankan waktu, bahkan bertaruh nyawa demi membantu sesama. Semangat inilah yang juga ditunjukkan oleh para pekurban di tanah air yang sudah rela menyisihkan uang mereka untuk membelikan hewan kurban terbaik bagi warga yang membutuhkan,” jelasnya.





Setelah seluruh proses pembagian kurban selesai, Ali Bastoni menyampaikan harapan besarnya untuk masa depan program ini.
“Saya berharap untuk semua pekurban yang sudah berbagi melalui Dompet Dhuafa, semoga bantuan yang sudah menyentuh lebih dari 2 juta penerima manfaat ini menjadi berkah yang luar biasa. Ibadah kurban membuktikan bahwa pengorbanan tidak hanya soal ibadah spiritual, tapi juga bantuan nyata berupa materi. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan,” tutup Ali. (Dompet Dhuafa)
Teks: Roseta
Foto: DDTV
Penyunting: Dhika

