JAKARTA — Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan Indonesia Stock Exchange (IDX) menggelar Waqf Talk: Wakaf Saham Mengalirkan Kebermanfaatan Tanpa Batas pada Kamis (06/03/2025) di Auditorium Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Talkshow ini menghadirkan berbagai narasumber dari lembaga filantropi, pasar modal syariah, akademisi, serta praktisi industri keuangan untuk membahas konsep, regulasi, dan manfaat wakaf saham dalam pembangunan sosial dan ekonomi umat.
Wakaf saham menjadi topik utama dalam diskusi ini, mengingat potensinya yang besar dalam mendukung pembangunan ekonomi umat secara berkelanjutan. Berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia (BWI), potensi wakaf di Indonesia mencapai Rp2.000 triliun, dengan luas tanah wakaf sekitar 420 ribu hektare dan potensi wakaf uang mencapai Rp188 triliun. Wakaf saham sebagai bentuk inovasi dalam filantropi Islam memberikan peluang baru bagi umat muslim untuk berkontribusi dalam amal jariah melalui kepemilikan saham yang dimanfaatkan bagi kepentingan sosial.

Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini, menegaskan bahwa konsep wakaf saham dapat menjadi solusi dalam memperkuat ekonomi umat secara berkelanjutan. Menurutnya, dengan berkembangnya wakaf pada sektor saham, umat muslim memiliki opsi baru dalam berwakaf yang sesuai dengan perkembangan zaman, serta dapat mengalirkan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Wakaf saham bukan sekadar instrumen investasi, tetapi juga bentuk amal jariah yang manfaatnya terus mengalir. Dengan adanya inovasi ini, umat muslim memiliki opsi baru dalam berwakaf yang sesuai dengan perkembangan zaman. Kami berharap kolaborasi antara lembaga filantropi, pasar modal syariah, serta para investor dapat membuka peluang lebih luas dalam pemberdayaan ekonomi berbasis wakaf,” ujarnya.
Baca juga: Dompet Dhuafa Terima Wakaf 1.000 Lembar Saham dari BAF Syariah
Sebagai bentuk literasi dan edukasi bagi masyarakat, Waqf Talk menghadirkan berbagai narasumber kompeten di bidangnya antara lain Ketua Lembaga Pengembangan Investasi Wakaf Dompet Dhuafa, Prima Hadi Putra; Lembaga Kenaziran BWI, Ali Yusuf; Ketua Forum Wakaf Produktif, Rayan A. Luminaries; dan Sharia Product Development PT Panin Sekuritas, Nurhayati Mahdian.
Ali Yusuf memulai pemaparannya dengan menjelaskan peran strategis BWI dalam menetapkan standar dan tata kelola wakaf secara profesional.
“BWI terus berupaya mengoptimalkan potensi aset wakaf di Indonesia, termasuk wakaf saham. Dengan regulasi yang tepat serta tata kelola yang transparan, wakaf saham dapat menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunan sosial dan ekonomi,” ujarnya.


Selain itu, Ketua Forum Wakaf Produktif, Rayan A. Luminaries, menyoroti pentingnya membangun ekosistem sinergis antara pelaku wakaf tradisional dan institusi keuangan modern.
“Wakaf saham adalah inovasi yang harus didukung dengan infrastruktur yang kuat dan kesadaran masyarakat yang lebih luas. Peran media sosial dan teknologi digital menjadi sangat penting dalam memperkenalkan konsep ini kepada generasi muda agar mereka lebih tertarik untuk berpartisipasi,” jelasnya.
Dari sisi industri keuangan, Nurhayati Mahdian, Sharia Product Development PT Panin Sekuritas Tbk, membahas mekanisme wakaf saham serta peluang pengembangan produk investasi syariah berbasis wakaf.
“Saat ini, pasar modal syariah telah menyediakan berbagai instrumen investasi yang memungkinkan investor untuk berkontribusi dalam wakaf saham. Sebagai sekuritas, Panin Sekuritas senantiasa berupaya memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam berwakaf melalui saham,” paparnya.
Dalam wawancara khusus, Ali Bastoni, GM Penghimpunan dan Literasi Wakaf Dompet Dhuafa menjelaskan bahwa acara Waqf Talk ini adalah bagian dari fase awal edukasi publik terkait wakaf saham.
“Hari ini, kami melakukan aktivitas literasi dan edukasi wakaf produktif, khususnya wakaf saham, di auditorium IDX dan pasar modal Indonesia. Kami melibatkan banyak stakeholder, termasuk Badan Wakaf Indonesia, Forum Wakaf Produktif, serta Panin Sekuritas. Tujuannya adalah memberikan pemahaman awal tentang wakaf saham kepada masyarakat,” ungkapnya.
Baca juga: Gandeng Dompet Dhuafa, Phillip Dan Panin Sekuritas Luncurkan Wakaf Saham
Lebih lanjut, Ali menegaskan bahwa acara ini merupakan langkah awal dari rangkaian edukasi yang lebih luas. Setelah ini, ungkapnya, Dompet Dhuafa akan masuk ke fase kedua, di mana akan ada kelas-kelas terbatas yang lebih mendalam. Nantinya, peserta diharapkan dapat tergabung dalam ekosistem pasar modal syariah dan mendukung aspek filantropi dalam wakaf saham.
Mengenai keterlibatan mahasiswa dalam acara ini, Ali Bastoni menekankan bahwa anak muda memiliki peran penting dalam penyebaran literasi wakaf saham. Para mahasiswa pun dilibatkan sebagai amplifier, yaitu pihak yang membantu menyebarkan informasi literasi wakaf ini. Dengan demikian, cakupan edukasi menjadi lebih luas dan bisa lebih sesuai dengan bahasa serta pemahaman anak muda.
Bagi masyarakat yang ingin ikut serta dalam wakaf saham, Ali Bastoni menjelaskan langkah-langkahnya.
“Untuk berwakaf saham, publik harus memiliki akun di sekuritas terlebih dahulu. Dompet Dhuafa telah bekerja sama dengan Philips Sekuritas dan Panin Sekuritas. Masyarakat bisa membuka akun atau memindahkan saham mereka ke akun wakaf Dompet Dhuafa,” pungkasnya.


Sementara itu, Prima Hadi Putra, dalam sesinya menyoroti pentingnya sosialisasi wakaf saham kepada generasi muda. Kolaborasi antara Dompet Dhuafa, Bursa Efek Indonesia, Forum Wakaf Produktif, dan BWI ini, berkomitmen untuk terus mengenalkan wakaf saham kepada masyarakat, terutama anak muda. Ini bukan hanya tentang meningkatkan volume transaksi di pasar modal, tetapi juga tentang membangun masa depan filantropi di Indonesia.
Menurutnya, wakaf saham merupakan langkah strategis dalam penggalangan dana wakaf yang lebih modern dan sesuai dengan perkembangan zaman.
“Kami berharap semakin banyak Gen Z yang melek investasi dan melihat wakaf saham sebagai peluang, bukan hanya untuk meraih capital gain atau dividen, tetapi juga untuk mendapatkan pahala yang terus mengalir,” tambahnya.
Baca juga: Sintesis Wakaf dan Investasi
Selanjutnya, mengenai manfaat wakaf saham bagi anak muda, Prima menjelaskan bahwa ini adalah cara bagi mereka untuk berinvestasi sekaligus berkontribusi dalam filantropi.
“Biasanya anak muda hanya menggunakan platform investasi untuk mengejar keuntungan. Dengan wakaf saham, mereka bisa berinvestasi sambil mendapatkan pahala yang berkelanjutan. Ini adalah kombinasi antara prestasi finansial dan kebermanfaatan sosial,” tutupnya.
Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini dihadiri oleh sekitar 75-100 peserta yang terdiri dari donatur Dompet Dhuafa, Key Opinion Leaders (KOL), nazir, pelaku pasar modal, serta mahasiswa. Antusiasme peserta terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Dengan adanya Waqf Talk, diharapkan literasi dan partisipasi masyarakat dalam wakaf saham semakin meningkat. Dompet Dhuafa dan IDX berkomitmen untuk terus mengedukasi serta membuka peluang kolaborasi guna mendorong pertumbuhan wakaf saham sebagai bagian dari ekonomi berbasis syariah yang berkelanjutan di Indonesia. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Riza Muthohar
Penyunting: Dhika

