Bogor, Jawa Barat – Pada Sabtu (7/6/2025), Dompet Dhuafa melalui Zona Madina menggelar kegiatan penyembelihan hewan kurban di Parung, Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari ibadah Iduladha 1446 H, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antara donatur, pemangku kepentingan, dan para penerima manfaat.
Pada momen Iduladha tahun ini, Zona Madina Dompet Dhuafa menyembelih satu ekor sapi premium dan dua puluh lima ekor domba. Selain itu, sebanyak tiga ekor sapi telah dipercayakan kepada Zona Madina melalui program Tebar Hewan Kurban (THK), yang terdiri dari:
- Sebanyak dua ekor sapi berasal dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Prudential Syariah dan telah disembelih pada Jumat (6/6/2025) di wilayah Kecamatan Kemang dan Kecamatan Tajurhalang.
- Satu ekor sapi dengan bobot lebih dari 900 kg berasal dari kolaborasi CSR Huawei dan Lintas Teknologi Telkomsel, disembelih pada hari Sabtu (7/6/2025).
Baca juga: Kebahagiaan Berkah Daging Kurban Sampai ke Tangan Penerima Manfaat di Kawasan Zona Madina




Baca juga: Refleksi 30 Tahun Tebar Hewan Kurban di Zona Madina
“Pertama, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pekurban yang telah mengamanahkan hewan kurbannya kepada Zona Madina Dompet Dhuafa. Semoga menjadi catatan kebaikan di sisi Allah Swt,” ujar Jabaluddin.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus dan mitra Dompet Dhuafa, antara lain: Parni Hadi; Inisiator dan Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa; Herdiansah; Wakil Ketua Pengurus Dompet Dhuafa; Yayat Supriyatna; Anggota Dewan Pengawas Dompet Dhuafa; Dian Mulyadi; Deputy Director Corporate Secretary Dompet Dhuafa; Anna Rahmawati; Ketua Pengurus Yayasan Wirausaha Indonesia Berdaya; Udhi Tri Kurniawan; Sekretaris Pengurus Yayasan Wirausaha Indonesia Berdaya; Armie Robie; Direktur Zona Madina Dompet Dhuafa.


Dalam sambutannya, Herdiansah menyampaikan harapan besar terhadap peningkatan partisipasi masyarakat dalam berkurban.
“Tahun ini, terdapat sekitar satu koma tujuh delapan juta orang yang berkurban di Indonesia dan jumlah itu terus meningkat. Kami berharap, tahun depan bukan hanya menerima daging kurban, tetapi juga menjadi bagian dari yang berkurban. Bayangkan jika Dompet Dhuafa dapat menyembelih hingga satu juta ekor, menghimpun dana hingga Rp10 triliun, bahkan bisa jadi Presiden hadir langsung meresmikan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, Dompet Dhuafa menargetkan penghimpunan dana kurban sebesar Rp55 miliar dan akan menyembelih sekitar dua puluh lima ribu ekor hewan kurban yang akan didistribusikan ke berbagai wilayah, termasuk Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.


Sementara itu, Parni Hadi dalam pesannya mengangkat konsep “Cinta Segitiga Kurban.”
“Bukan cinta segitiga seperti yang sering kita dengar, tapi cinta kepada Allah (hablum minallah), cinta kepada sesama manusia (hablum minannas), dan cinta kepada alam (hablum minal ‘alam). Kurban adalah peristiwa cinta, teladan dari Nabi Ibrahim tentang ketundukan dan pengorbanan,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa kurban tidak hanya soal memberi, tetapi juga memberdayakan.
“Dompet Dhuafa mengembangkan konsep kurban berbasis pemberdayaan. Misalnya, musala-musala diberi modal untuk memelihara kambing atau sapi. Harapannya, ke depan mereka bisa mandiri dan berdaya secara ekonomi,” imbuhnya.



Usai penyembelihan, daging kurban langsung didistribusikan kepada 1.200 penerima manfaat di empat kecamatan sekitar Zona Madina, yakni Kecamatan Parung, Ciseeng, Tajurhalang, dan Kemang.
Proses kurban di Dompet Dhuafa dikenal cepat, transparan, dan amanah. Donatur dapat memantau kondisi hewan dari pemilihan, penyembelihan, sampai penyaluran secara real-time melalui sistem terintegrasi yang mudah diakses. (Dompet Dhuafa)
Teks & Foto: Fatzry Boim
Penyunting: Syafira

