SRAGEN, JAWA TENGAH — Secara geografis, Kabupaten Sragen berada di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Berdasarkan laman resmi Kabupaten Sragen, Sragen mempunyai relief yang beraneka ragam, ada daerah pegunungan kapur yang membentang dari timur ke barat terletak di sebelah utara Bengawan Solo dan dataran rendah yang tersebar di seluruh Kabupaten Sragen.
Kabupaten Sragen didominasi oleh pemukiman dan lahan persawahan, dengan kondisi tanah yang beragam, termasuk tanah kapur. Wilayah ini memiliki iklim dengan curah hujan rendah dan musim kemarau yang panjang. Kurangnya fasilitas penampungan udara seperti embung menyebabkan Sragen sering mengalami kekeringan, yang berdampak pada sektor pertanian serta tersedianya air bersih bagi masyarakat.


Di sudut Kabupaten Sragen, tepatnya di Desa Mranggen, Kecamatan Plupuh, sulitnya air bersih pun dialami, selain curah hujan yang rendah, faktor lainnya justru berasal dari keresahan para petani. Para petani di Kabupaten Sragen sedang gencar-gencarnya menggunakan sibel.
Sibel adalah istilah populer untuk sumur bor yang menggunakan pompa submersible (atau pompa celup) sebagai alat untuk mengeluarkan udara dari dalam sumur dengan tujuan mencegah kekeringan karena sibel memiliki efisiensi yang tinggi, namun dengan pemasangan dan penggunaan kedalaman yang tidak sesuai standar bisa berdampak pada kekeringan yang berkelanjutan.
Baca juga: Minim Air Bersih, Dompet Dhuafa Alirkan Air Untuk Kehidupan Bagi Warga Joho Boyolali


Keberadaan sumur sibel menjadi dilema tersendiri. Di satu sisi, sumur ini diandalkan oleh para petani sebagai sumber air untuk mengairi sawah. Namun di sisi lain, penggunaan yang tidak terkontrol justru memicu penurunan permukaan udara dan dianggap sebagai salah satu penyebab kekeringan.
Untuk memberikan solusi di tengah dilema tersebut, Dompet Dhuafa melalui kemitraan strategisnya bersama mitra digital melihat kebutuhan air bersih yang menjadi perhatian bersama. Melalui program wakaf , Air Untuk Kehidupan , Dompet Dhuafa dan mitra digitalnya turut mengalirkan air bersih kepada warga Desa Mranggen khususnya di RT 8, dengan menghadirkan sumur air.

Sumur tersebut dibangun di lahan wakaf SDIT Hidayaturrahman 2 Plupuh, Kabupaten Sragen. Siang itu, Senin (28/4/2025), saat tim Dompet Dhuafa berkunjung ke SDIT Hidayaturrahman, suara ceria anak-anak terdengar lebih riang dari biasanya. Beberapa dari mereka menyambut dengan antusias, karena satu hal yang begitu sederhana namun sangat berarti yaitu ketersediaan air bersih yang begitu melimpah.
Daerah Plupuh memang berada di wilayah yang secara geografis kurang bersahabat. Tanahnya tandus, dan banyak daerah persawahan di timur desa menggunakan sibel. Pompa air biasa seperti merek kenamaan di Indonesia sudah tak sanggup bersaing. Akibatnya, warga terpaksa menginduk ke Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) milik desa sebelah dengan jarak tiga kilometer, dan membayar Rp1.500 per meter untuk air yang dialirkan.
Setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan sumber air, kini masyarakat tak lagi harus menempuh jarak tiga kilometer hanya untuk mengisi ember, bahkan untuk siswa dan siswi SDIT Hidayaturrahman kini tak kesulitan lagi untuk berwudu.
Baca juga: Dompet Dhuafa Bangun Sumur Air untuk Kehidupan bagi Warga Puuwatu Sulawesi Tenggara


“Alhamdulillah dengan bantuan dari Dompet Dhuafa ini banyak membantu khususnya untuk di sekolah anak-anak sudah tidak lagi susah mencari air untuk berwudu dan kegiatan di sekolah,” ujar Aswin Rizki Faisal, Kepala SDIT Hidayaturrahman 2 Plupuh.
Proses pengeboran sumur itu pun tidak mudah. Saat alat mencapai kedalaman 80 meter, alat berhenti menghadang batu besar. Tapi semangat itu tak patah. Setelah melewati berbagai rintangan, akhirnya air bersih pun menyembur dari perut bumi. Dan yang lebih melegakan airnya jernih, dan akan diuji lab agar aman dikonsumsi masyarakat.
Saat ini air masih difungsikan untuk kebutuhan sekolah dan sekitarnya, namun kedepannya setelah diuji lab, air akan disalurkan juga kepada seluruh masyarakat di RT 8, Desa Mranggen, Kecamatan Plupuh. Mayoritas warga Mranggen adalah petani dan peternak, dan industri. Perekonomian mereka tergolong menengah ke bawah. Maka hadirnya air bersih ini memberikan kemudahan, sebab di sini, air bukan sekedar kebutuhan harian. Udara adalah kehidupan. Udara adalah hak.

Joko (45), selaku Ketua RT 8 Desa Mranggen, Kecamatan Plupuh menyampaikan bagaimana kesan warga saat mendengar kabar tentang kemudahan mendapatkan air melalui program wakaf Dompet Dhuafa.
“Kemarin itu kan saya bilang sama warga bahwa di RT 8 ini akan diadakan pengadaan air bersih di SDIT, nah warga bilang mudah-mudahan kedepannya lebih bagus warga sini kan ambilnya dari pam RT lain jauh juga nah kemarin itukan di hari lebaran agak kesulitan air karena jauh dan banyak yang menggunakan, mudah-mudah dengan adanya pam yang baru ini nanti warga bisa lebih senang lagi mendapatkan air bersih,” ungkap Joko.
Baca juga: Dompet Dhuafa Alirkan Air Untuk Kehidupan dan Jamban Komunal untuk Masyarakat OKU Timur


Joko dan Aswin juga mengapresiasi aksi kebaikan yang dilakukan Dompet Dhuafa dan Mitra Digitalnya.
“Kami mengucapkan terima kasih untuk segenap donatur yang sudah membantu kami dengan hartanya dan semuanya, semoga berkah selalu dimudahkan urusannya,” ujar Aswin. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Anndini Dwi Putri
Penyunting: Dhika

