BEKASI, JAWA BARAT — Merespons banjir yang terjadi di sejumlah titik di Jabodetabek, Dompet Dhuafa melalui Tim Disaster Management Center (DMC) mengerahkan tim respons untuk melakukan evakuasi warga terdampak banjir di Kabupaten dan Kota Bekasi pada Selasa (4/2/2025).
Pekan pertama Ramadan 1446 H ini, cuaca ekstrem terus mengguyur sejumlah wilayah di Jabodetabek, khususnya Bekasi, sejak Ahad (2/3/2025) malam hingga Selasa (4/3/2025) pagi, yang disebut-sebut sebagai pemicu terjadinya banjir. Selain itu, banjir juga disebabkan oleh meluapnya air dari tanggul wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane.
“Ada sejumlah titik yang kita jangkau untuk bantu evakuasi warga yang terjebak banjir, selain di Bekasi, di antaranya area Jakarta Selatan-Tangsel, area Jakarta Timur. Selain itu, kita juga tetap siaga di Cisarua sejak Senin (3/3/2025) kemarin,” ujar Eka Suwandi selaku Kepala Bagian Respons DMC Dompet Dhuafa.

Baca juga: Ramadan di Tengah Banjir Bandang Cisarua, Dompet Dhuafa Bantu Penuhi Kebutuhan Dasar Pengungsi
Banjir yang merendam 12 kecamatan di wilayah Bekasi menyebabkan aktivitas publik lumpuh total per Selasa (4/3/2025). Banjir tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga kantor pemerintahan, pusat perbelanjaan, hingga rumah sakit.
Berdasarkan informasi BPBD, terdapat 20 titik banjir yang tersebar di kecamatan se-Kota Bekasi dengan ketinggian air bervariasi mulai 20 sentimeter hingga 3 meter, menyebabkan ribuan warga terpaksa mengungsi. Kecamatan yang terdampak antara lain Kecamatan Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Medan Satria, Jatiasih, Pondok Gede, dan Kecamatan Rawalumbu.
Dimulai dari banjir bandang di Cisarua, Kabupaten Bogor sampai ribuan rumah di Jakarta terendam banjir sejak Senin (3/3/2025) malam.
Menurut Eka, Tim DMC yang bertugas di setiap lokasi banjir membawa serta perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Selain itu setiap personil dan para relawan yang bertugas dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD).

Berdasarkan laporan tim DMC di lapangan, banjir yang terjadi sejak Senin malam, belum seluruhnya surut. Di Cawang banjir masih tinggi (1-2 meter) dan arus air masih tampak deras.
Selain wilayah Bekasi, Eka Suwandi menerangkan tim DMC bersiaga di beberapa titik di Jabodetabek dan juga di Cisarua untuk membantu penanganan banjir yang terjadi.
Baca juga: Banjir Jabodetabek: Dompet Dhuafa Evakuasi Penyintas Banjir Usia 70 Tahun
Di beberapa titik lainnya pun masih menampakkan genangan banjir yang belum surut dan hilang. Banjir di Jabodetabek kembali menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrim. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menanggulangi bencana ini serta meminimalisir dampak yang ditimbulkan.
Masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti informasi cuaca terkini dan mengutamakan keselamatan di tengah kondisi yang masih belum sepenuhnya stabil.
Berikan doa terbaik untuk keselamatan warga terdampak dan juga para relawan yang membantu. Semoga banjir segera surut, dan kita semua diberikan kesempatan melewati Ramadan tahun ini dengan selamat dan aman. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Anndini Dwi Putri
Penyunting: Dhika


