BEKASI — Weebz Mandiri menyalurkan donasi senilai Rp10 juta melalui Dompet Dhuafa untuk membantu korban bencana banjir bandang di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, pada Jumat (12/12/2025). Serah terima donasi secara simbolis berlangsung di Gudang Indo Blok C1, Kaliabang Raya, Bekasi Utara.
Serah terima donasi tersebut dihadiri perwakilan Weebz Mandiri, Julino selaku Managing Director dan Winda sebagai Human Resource Weebz Mandiri. Sementara, pihak Dompet Dhuafa diwakili oleh Tim Partnership, Muhammad Zidni dan Pradila Maulia.
Sebagai informasi, Weebz Mandiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan solusi instrumen untuk kebutuhan industri. Perusahaan ini menyediakan layanan dan produk teknis untuk mendukung operasional berbagai sektor, termasuk energi dan manufaktur.



Baca juga: Relawan Terus Berdiri di Garis Terdepan, Jaga Akses Utama Bantuan di Jembatan Teupin Mane Aceh
Managing Director Weebz Mandiri, Julino, berharap para penyintas banjir yang terdampak bisa segera bangkit lagi.
“Semoga korban bencana segera pulih, baik fisik atau infrastruktur, maupun mental dan psikologisnya,” ucap Julino.
Julino juga memberikan apresiasi kepada Dompet Dhuafa yang telah menjadi kepanjangan tangan masyarakat dalam menyalurkan kebaikan.
“Mudah-mudahan semua pekerjaan tim Dompet Dhuafa lancar,” harapnya.
Sementara itu, Human Resource Weebz Mandiri, Winda mengungkapkan bahwa dirinya sempat merasakan pilu lantaran menyaksikan bayi yang terpaksa harus makan mie instan karena tak ada makanan.

“Bayi itu sedang tahap pertumbuhan. Tapi, orang tuanya terpaksa memberinya makan mie instan karena nggak ada makanan lain yang bisa sampai ke sana,” tutur Winda dengan mata berkaca-kaca.
“Apalagi aku sendiri punya bayi, jadi merasakan betul betapa menderitanya sebagai orang tua”, imbuhnya.
Menanggapi hal itu, Muhammad Zidni mengatakan bahwa bencana di Sumatra memang perlu mendapatkan perhatian serius.
“Soalnya banyak fasilitas umum yang rusak dan jembatan ambruk. Jadi bantuan ke beberapa tempat terisolasi terhambat,” ungkapnya.

Zidni mengatakan bahwa dari tiga provinsi yang terdampak, Aceh Tamiang termasuk yang terparah. Untuk itu, tim Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) telah diturunkan ke beberapa titik termasuk Aceh.
Pradila Maulia menambahkan bahwa tim Dompet Dhuafa akan terus memberikan dukungan pada korban yang terdampak. Termasuk ikut membersamai penyintas melewati fase evakuasi, inkubasi, dan masa recovery.

Saat ini, berdasarkan laporan BNPB terbaru, masih dibutuhkan pasokan makanan siap santap, popok bayi, air bersih, alat komunikasi, serta kebutuhan lansia.
Melalui kolaborasi dan dukungan berbagai pihak, Dompet Dhuafa berkomitmen untuk memastikan kebutuhan dasar para penyintas terpenuhi hingga mereka bisa kembali menata kehidupan secara normal.
Dompet Dhuafa mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama membantu pemulihan saudara-saudara kita di Aceh dan wilayah terdampak lainnya melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/prayforsumatera. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Aji Pangestu
Penyunting: Dhika

