Energi Besar dan Pemulihan Panjang, Dompet Dhuafa di Forum Kemenko PM: Butuh Kombinasi Upaya Tanggap Darurat Pascabencana Sumatra

JAKARTA — Membahas Percepatan Pemulihan Sosial Ekonomi Pascabencana Sumatra—banjir bandang dan longsor yang terjadi Desember 2025 lalu—dalam sebuah rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat pada Selasa (6/1/2025), Dompet Dhuafa menyampaikan bahwa respons bencana tersebut akan membutuhkan energi yang besar.

“Upaya penanganan darurat dan transisi menuju pemulihan sepertinya akan berlangsung dalam kurun waktu setidaknya 6-12 bulan,” ungkap Syamsul Ardiansyah, Bidang Aliansi Strategis Dompet Dhuafa, dalam pertemuan yang dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial, Prof. Dr. Ir. Nunung Nuryantono, M.Si.

“Sementara untuk proses pemulihan menyeluruh, termasuk pembangunan infrastruktur vital dengan prinsip build-back-better, akan butuh waktu paling cepat lima tahun,” tambahnya.

Baca juga: Hadapi Ancaman Pascabanjir, Purela dan Dompet Dhuafa Cegah Gelombang Penyakit yang Mengintai Anak-Anak

Menurut Dompet Dhuafa, bencana yang terjadi di Sumatra berlangsung bukan di puncak musim hujan, yang berarti curah hujan tinggi masih akan tetap terjadi selama kurun waktu empat bulan yang akan datang.

“Oleh karena itu, di tengah proses transisi menuju pemulihan seperti yang terjadi saat ini, bahaya susulan yang bisa menimbulkan ancaman keselamatan masih akan terjadi,” jelasnya lagi.

Merespons kebutuhan tersebut, Dompet Dhuafa mengkombinasikan upaya tanggap darurat bencana, seperti penyediaan akses hunian dan tempat berlindung yang aman, pemenuhan kebutuhan hidup dasar, pemulihan pelayanan dasar di bidang kesehatan dan pendidikan, dilaksanakan berbarengan dengan pemulihan ekonomi, mata pencaharian, dan kesempatan berusaha, yang biasanya dilaksanakan pada fase pemulihan.

Berdasarkan data Sitrep (Situation Report) DMC (Disaster Management Center) Dompet Dhuafa yang terbit pada 5 Januari 2025, terdapat: 1.177 Jiwa Meninggal Dunia, 148 Jiwa Hilang, dan 242,2 Ribu Jiwa Mengungsi (Sumber data: BNPB).

Dilaporkan juga bahwa kebutuhan mendesak saat ini adalah evakuasi, makanan siap santap, air bersih, aksi bersih, logisitik (non-food), layanan medis, wifi & charger, hunian, kebutuhan bayi, perempuan, & lansia.

Sejak awal mengerahkan tim kemanusiaan dan hingga saat ini, Dompet Dhuafa telah mengupayakan percepatan bantuan evakuasi korban, menyalurkan bantuan logistik (makanan dan nonmakanan), paket school kit, hygiene kit, family kit, muslim kit, pos wifi & charger, air & aksi bersih), dapur umum, pos hangat, layanan medis, layanan PFA (Psychological First Aid), service motor, pangkas rambut, sekolah ceria, kendaraan taktis & ambulans, hingga Rumtara (rumah sementara), serta mengerahkan 257 personil.

Baca juga: Air Bersih Jadi Penyelamat Pascabanjir Aceh Tamiang

Sahabat, Dompet Dhuafa masih terus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk sama-sama menggaungkan solidaritas untuk Sumatra. Bersama kita bantu mereka pulih melalui digital.dompetdhuafa.org/donasi/bangkitsumatera. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Dhika, Nisya
Penyunting: Dedi Fadlil