Kenapa Doa Ibu Mustajab? Ini Penjelasan Al-Quran dan Hadis

kenapa-doa-ibu-mustajab

Dalam Piala Dunia Qatar 2022, ibu dari sejumlah pemain Timnas Maroko mencuri perhatian khalayak. Pasalnya, para ibu tersebut tampak mendoakan anak-anak mereka sejak sebelum pertandingan dimulai hingga selesai. Potret Achraf Hakimi yang mencium kening ibunya seusai Timnas Maroko sukses melibas tim lawan pun viral di media sosial. Dari sana, warganet lantas menyimpulkan bahwa doa dari para ibu Timnas Maroko lah yang menjadi kunci kesuksesan Timnas Maroko hingga berhasil meraih juara 4 Piala Dunia 2022.

Lantas, kenapa doa Ibu mustajab dan diijabah oleh Allah Swt? Berikut penjelasan Al-Quran dan Hadis.

Jerih Payah Ibu Bertaruh Nyawa

Salah satu hal yang membuat kedudukan seorang Ibu tinggi di mata Allah Swt, sehingga doa-doanya cenderung mustajab adalah karena perjuangannya dalam melahirkan dan mendidik anak-anaknya. Hal ini dijelaskan dalam Al-Quran surah Al-Ahqaf ayat 15 berikut:

Baca juga: Doa Agar Bebas dari Utang, Diamalkan Sebelum Tidur

Suasana bahagia seorang ibu setelah melahirkan anaknya
Ilustrasi Ibu yang baru saja melahirkan anaknya

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku (cara) untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS. Al-Ahqaf: 15)

Melalui ayat Al-Quran di atas, Allah Swt memerintahkan hamba-Nya untuk berbuat baik kepada orang tua utamanya ibu. Pasalnya, ibu telah mempertaruhkan separuh nyawa untuk melahirkan seorang anak dan merelakan banyak waktu untuk mendidik anak hingga ia dewasa. Apa yang dikorbankan seorang ibu tak sepadan dengan apa pun di dunia, bahkan dalam sebuah hadis Rasulullah Saw menyebutkan bahwa dosa orang yang membunuh bisa ditebus dengan cara berbakti kepada ibu.

“Dari Ibnu ‘Abbas, ada seorang lelaki datang kepadanya, lalu berkata kepada Ibnu Abbas: “Saya pernah ingin melamar seorang wanita, namun ia enggan menikah dengan saya. Lalu ada orang lain yang melamarnya, lalu si wanita tersebut mau menikah dengannya. Aku pun cemburu dan membunuh sang wanita tersebut. Apakah saya masih bisa bertaubat?” Ibnu Abbas menjawab: “Apakah ibumu masih hidup?” Lelaki tadi menjawab: “Tidak, sudah meninggal.” Lalu Ibnu Abbas mengatakan: “Kalau begitu bertobatlah kepada Allah dan dekatkanlah diri kepada-Nya sedekat-dekatnya.” Lalu lelaki itu pergi. Aku (Atha’) bertanya kepada Ibnu Abbas: “Kenapa Anda bertanya kepadanya tentang ibunya masih hidup atau tidak?” Ibnu Abbas menjawab: “Aku tidak tahu amalan yang paling bisa mendekatkan diri kepada Allah selain birrul walidain.” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad, sanadnya shahih).

Baca juga: Bagaimana Cara Agar Doa Mustajab

Seorang ibu sedang mengajarkan nama-nama benda menggunakan smart card
Ilustrasi Ibu dan Anak (Pixabay/Parenti Pacek)

Dalam ayat Al-Quran yang lain, Allah kembali menegaskan bahwa tugas seorang ibu tidaklah ringan, karena ia menjadi perantara lahirnya seorang manusia di Bumi. Kesulitan dan penderitaan yang dirasakan seorang ibu sejak hamil tidak berkurang sedikit pun saat ia melahirkan. Cobaan yang dialami mulai dari masa menyusui hingga anaknya besar dan bisa mengurus diri sendiri, hanya dirasakan oleh seorang ibu.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukur lah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.” (QS. Luqman: 14)

Derajat Ibu di Sisi Allah Swt

Ibu, Ibu, Ibu lalu kemudian Ayah. Ungkapan ini sudah sering kita dengar di kalangan umat Muslim, sebab ini tercantum dalam hadis Rasulullah Saw yang berbunyi:

“Dari Mu’awiyah bin Haidah Al Qusyairi radhiyallahu ‘anhu, beliau bertanya kepada Rasulullah Saw: “Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?” Nabi menjawab: “Ibumu.” “Lalu siapa lagi?” Nabi menjawab: “Ibumu.” “Lalu siapa lagi?” Nabi menjawab: “Ibumu.” “Lalu siapa lagi?” Nabi menjawab: “Ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya”.”(HR. Al Bukhari)

Baca juga: Doa-doa Memohon Pertolongan Allah dalam Ayat Al-Quran

Berdasarkan hadis tersebut dapat disimpulkan bahwa kedudukan atau derajat seorang ibu di sisi Allah dan Rasul-Nya sangatlah tinggi. Tak heran jika kemudian doa ibu menjadi mustajab, terlebih doa ibu yang ia panjatkan untuk anaknya.

Selain hadis di atas, ada pula hadis lain yang menegaskan derajat seorang ibu di sisi Allah dan Rasul-Nya. Dalam hadis ini disebutkan bahwa saking bernilainya seorang ibu hingga ada surga di bawah telapak kakinya.

“Dari Mu’awiyah bin Jahimah As-Sulami, ia datang menemui Rasulullah Saw. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, saya ingin ikut berperang dan saya sekarang memohon nasihat kepadamu.” Rasulullah Saw lalu bersabda: “Kamu masih punya ibu?” Mu’awiyah menjawab: “Ya, masih.” Rasulullah Saw bersabda: “berbaktilah kepada ibumu (lebih dahulu), karena sungguh ada surga di bawah kedua kakinya”.” (HR. An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Allah juga menggantungkan rida-Nya kepada rida seorang ibu. Barangsiapa mendapatkan rida seorang ibu, maka ia juga akan mendapatkan rida Allah. Sebegitu besarnya Allah memberi penghargaan bagi seorang ibu, hingga menjadikan ibu perwakilan-Nya untuk memberikan rida-Nya pada seorang manusia. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad Saw berikut.

“Rida Allah tergantung pada rida orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (HR. Hasan At-Tirmidzi)

Melalui Dompet Dhuafa, Sahabat bisa berusaha untuk membalas jasa seorang ibu dengan mengalirkan pahala untuknya, sebagaimana beliau mengalirkan cinta dan kasihnya kepada kita. Berikan kado terbaik untuk Ibu dengan Wakaf untuk Ibu, wakaf terbaik untuk wanita terbaik.