JAKARTA — Dalam melanjutkan asa dan cita perguruan tinggi yang berdaya serta berintegritas, Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Budi Bakti—yang dikelola langsung oleh Yayasan Dompet Dhuafa Republika—secara resmi melantik Dr. (C) Aza El Munadiyan, S.Si., M.M sebagai Ketua STIM Budi Bakti periode 2026-2030 menggantikan Rina Fatimah, S.Sos., M.Si., M.M yang telah purna masa tugasnya terhitung sejak dari 2021-2025.
Pelantikan tersebut berlangsung di Aula Sasana Budaya, Gedung Philanthropy Dompet Dhuafa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (6/1/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini beserta jajarannya; Ketua Yayasan Pendidikan Umar Usman (Great Edunesia), Asep Hendriana beserta jajaranya; serta para sivitas akademika (dosen, staf, dan senat mahasiswa) dari STIM Budi Bakti.
Serah terima jabatan dimulai dengan pembacaan surat keputusan pemberhentian dan pengangkatan dari Pengurus Dompet Dhuafa. Setelah itu, terdapat penandatanganan serah terima jabatan dan berita acara. Lalu, diakhiri dengan pengucapan sumpah jabatan ketua baru STIM Budi Bakti, Aza El Munadiyan.




Dalam kesempatan tersebut, Rina Fatimah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pengurus Dompet Dhuafa yang telah mempercayai dirinya untuk memimpin STIM Budi Bakti selama 4 tahun.
“Terima kasih yang tulus kepada jajaran Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika terutama pada periode sebelumnya karena telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk mengemban amanah sebagai Ketua STIM Budi Bakti sejak Agustus 2021,” ujar Rina dalam sambutannya.
Baca juga: Beasiswa STIM Budi Bakti Dompet Dhuafa: Bukti Komitmen dan Keyakinan Tentang Perubahan
Ia mengatakan, memimpin STIM Budi Bakti menjadi pengalaman yang menantang untuk dirinya. Pasalnya, ia pernah merasa tidak percaya diri saat diberi amanah tersebut, akan tetapi ia tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk STIM Budi Bakti.
“Saya pernah merasa insecure karena memasuki lingkungan yang penuh dengan insan-insan akademik yang berdedikasi. Namun pada akhirnya, saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah S2 di program Magister Manajemen di Universitas Paramadina sebagai bentuk ikhtiar untuk mengolah rasa insecure ini, ” ungkapnya.
“Karena insecure itu tidak boleh diharapkan, nanti akan menghambat proses ke depannya. Ikhtiar ini juga sekaligus membuka ruang saya untuk belajar dan bertanya dengan orang yang lebih berpengalaman. Alhamdulillah di akhir penugasan saya, semua proses belajar berjalan dengan baik, walaupun belum sempurna dan bisa menjalankan amanah kepemimpinan ini secara beriringan,” sambungnya.



Menutup sambutan, Rina memberikan ucapan selamat atas dilantiknya Aza El Munadiyan sebagai ketua baru STIM Budi Bakti. Ia berharap di kepemimpinan baru Aza dapat membawa energi dan inovasi terbaru untuk membangun STIM Budi Bakti menjadi kampus berdaya dan berintegritas.
“Mudah-mudahan di kepemimpinan yang baru membawa harapan baru, energi baru, dan juga banyak inovasi-inovasi baru yang dihasilkan demi kemajuan STIM Budi Bakti,” jelasnya.
“Akhir kata saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya apabila selama menjalankan amanah di Kampus Budi Bakti ada banyak kekhilafan, sikap, perkataan, tentu juga kebijakan, mohon untuk dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya. Semoga ikhtiar yang kita lakukan dicatat sebagai amal kebaikan dan menjadi pijakan untuk langkah yang lebih baik di masa mendatang,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Aza El Munadiyan mengatakan, jabatan ketua STIM Budi Bakti yang dipercayakan oleh Yayasan Dompet Dhuafa Republika merupakan amanah yang tanggung jawabnya sangat besar. Ia bercerita, teringat dengan perkataan kedua orang tuanya yang mengatakan bahwa menjadi pemimpin adalah tugas yang berat.
“Jadi saya teringat dengan pesan almarhum Bapak dan Ibu saya. Salah satu tugas terberat menjadi seorang pemimpin adalah bagaimana bahwa kelak di dunia dan akhirat membawa apa yang kita pimpin itu menjadi salah satu pemberat amalan kita. Itu yang memberatkan, sampai saat mengucap sumpah tadi juga saya meneteskan air mata,” ujar Aza dalam sambutannya.




Selain itu, ia mengatakan, dari puluhan hingga kini menjadi ratusan mahasiswa, STIM Budi Bakti sudah sangat dikenal dan telah mempunyai kelas reguler pagi dari yang tadinya hanya terdapat kelas karyawan saja. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa terdapat banyak alumni dan mahasiswa yang telah sukses setelah lulus kuliah di STIM Budi Bakti.
“Saya mendapat WA dari alumni yang juga bimbingan saya, katanya ‘Bapak alhamdulillah, saya diterima kerja di perusahaan komoditi tingkat nasional’. Kemudian beberapa waktu lalu, kami juga mendapat kabar banyak dari mahasiswa dan alumni yang telah mendapat sertifikasi guru. Kemudian dikabarkan lagi seorang mahasiswa yang baru lulus tahun 2025 langsung kerja di perusahaan nasional dengan digaji dua kali UMR,” jelasnya.
Pencapaian para mahasiswa dan alumni STIM Budi Bakti, menurut Aza, diibaratkan seperti sebuah pondasi bangunan yang harus terus diperkuat dan dimenjulangkan lebih tinggi lagi. Ketika pondasi sudah kuat, lanjutnya, maka bangunan itu akan kokoh.
Menutup sambutan, Aza mengucapkan terima kasih kepada Dompet Dhuafa atas amanah jabatan ketua STIM Budi Bakti. Ia berharap, STIM Budi Bakti dapat menjadi salah satu visi Dompet Dhuafa dalam memberdayakan serta mengatasi kemiskinan yang ada di Indonesia.
“Terima kasih Yayasan Dompet Dhuafa Republika atas amanah yang diberikan. Semoga empat tahun ke depan memberikan banyak dukungan dan Insha Allah ke depan STIM Budi Bakti jadi salah satu bagian visi Dompet Dhuafa untuk melahirkan banyak muzakki, mengentaskan kemiskinan di Indonesia, dan melahirkan manusia-manusia yang berdaya. Mohon doa dan dukungan selama empat tahun ke depan,” jelasnya.
Baca juga: Buka Jalan ke Dunia Internasional, Universitas Budi Bakti Gandeng Kampus Malaysia


Di sisi lain, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini mengucapkan terima kasih kepada Rina Fatimah atas dedikasinya dalam memimpin STIM Budi Bakti selama empat tahun.
“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ibu Rina Fatimah yang telah melaksanakan amanah dan tugas memimpin STIM Budi Bakti dari periode 2021-2025. Tentu sangat banyak yang telah disumbangkan dan dicapai oleh Bu Rina yang sangat penting dalam melanjutkan perkembangan STIM Budi Bakti,” ujar Ahmad dalam sambutannya.
Ia juga mengucapkan selamat kepada Aza El Munadiyan atas amanah jabatan ketua yang telah resmi diemban selama empat tahun ke depan.
“Kami juga mengucapkan selamat kepada Pak Aza yang resmi memulai tugas di awal tahun. Mudah-mudahan Pak Aza bisa melanjutkan segala keberhasilan yang sudah dicapai oleh Ibu Rina. Semoga Pak Aza juga bisa mengembangkan hal-hal baik serta dapat meraih prestasi-prestasi terbaik selama empat tahun nanti,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berpesan, pengembangan kampus STIM Budi Bakti ke depannya perlu mempunyai panduan strategis tentang tujuan jangka panjang, langkah-langkah utama (milestone), dan garis waktu untuk mencapainya sehingga kampus ini bisa bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang berdaya dan berintegritas.



“Kita memang harus punya roadmap tentang mengembangkan kampus ini. Kampus itu harusnya tumbuh dari kekuatan itu sendiri. Nah, tantangan buat Pak Aza itu sebenarnya adalah sebagai entrepreneur perguruan tingginya dalam mewujudkan perguruan tinggi sesuai roadmap dan dukungan Dompet Dhuafa,” imbuhnya.
“Untuk itu, mari bersama-sama, buat Pak Aza, kita melanjutkan terus perjalanan mengembangkan perguruan tinggi Dompet Dhuafa dengan capaian-capaian lebih baik dan lebih bagus. Hingga akhirnya kita bisa mengantarkan STIM Budi Bakti sebagai salah satu kampus yang unik dan spesialis, dan akhirnya diperhatikan orang bukan karena kampus ada, tapi karena kampus ini punya sesuatu yang luar biasa,” pungkasnya.
Ucapan selamat atas dilantiknya Aza El Munadiyan sebagai ketua baru STIM Budi Bakti juga diberikan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IV (Jawa Barat dan Banten), Lukman. Walaupun belum bisa hadir langsung, Lukman tetap memberi ucapan terima kasih kepada Rina Fatimah dan ucapan selamat kepada Aza El Munadiyan.
Dari regenerasi kepemimpinan ini, ia berharap, dapat membuat STIM Budi Bakti menuju perguruan tinggi yang unggul dan berdampak. Untuk itu, ia mengimbau agar kampus selalu memperhatikan penginputan data di PDDikti agar ke depannya dapat memudahkan proses administrasi.
“Kami sangat berharap seluruh tim, baik dari unsur pimpinan ketua, wakil ketua, dosen, civitas akademika STIM Budi Bakti dengan restu yayasan harus kompak bahu-membahu untuk bisa mewujudkan STIM Budi Bakti menuju kampus unggul yang berdampak,” ucapnya.
“Hari ini tentunya harus bisa dilaksanakan dari mulai kepatuhan portal data mahasiswa, dosen di PDDikti, data pembelajaran di PDDikti sampai nanti ketika wisuda itu harus sudah menyiapkan penomoran ijazah. Mahasiswa juga didampingi dari mulai perencanaan studi sehingga siap nanti untuk diterima di dunia kerja. Selamat atas serah terima ini, mudah-mudahan sukses selalu untuk STIM Budi Bakti,” pungkasnya.
Serah terima jabatan ini menjadi simbol Dompet Dhuafa dalam mendukung keberlanjutan program pendidikan, khususnya di ranah perguruan tinggi untuk mencetak generasi yang unggul, peduli, berjiwa sosial, serta memberdayakan. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Moh Reynaldi Risahondua
Penyunting: Dhika

