TANGERANG SELATAN – Menanggapi situasi terkini di Tanah Air, Dompet Dhuafa kembali menegaskan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat, tidak hanya melalui aksi kemanusiaan di lapangan, tetapi juga dengan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Sebagai wujud cinta dan respons terhadap kondisi negeri, Dompet Dhuafa menggelar agenda spiritual bertajuk “Tausiah, Zikir, dan Doa untuk Negeri” pada Selasa (2/9/2025), di Aula Masjid Al-Syukro Ciputat.
Agenda ini berlangsung secara hibrida, memungkinkan partisipasi luas dari seluruh Insan Dompet Dhuafa baik yang berada di lokasi Aula Masjid Al-Syukro, Ciputat, maupun yang mengikuti secara daring. Video acara dapat disaksikan melalui tautan https://youtu.be/jYpwxbtXX2Y.



Baca juga: Di Tengah Ricuhnya Aksi, LKC Dompet Dhuafa Jateng Hadir Mendampingi Korban
Respon spiritual ini bertujuan untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan memohon bantuan-Nya demi kemajuan dan kesejahteraan Indonesia. Sebagaimana yang terus diimplementasikan, Dompet Dhuafa senantiasa berada di garda terdepan dalam merespons kebutuhan masyarakat, termasuk saat terjadi aksi unjuk rasa, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, keamanan, dan keselamatan.
Doa bersama dipimpin oleh Ustaz Ahmad Shonhaji selaku Direktur Program Sosial, Kemanusiaan, & Dakwah Dompet Dhuafa. Kegiatan ini juga turut menghadirkan Prof. Amin Suma selaku Dewan Syariah Dompet Dhuafa, Ustaz Hilman Fauzi selaku Tokoh Agama Islam dan Muhammad Atiatul Muqtadir selaku Aktivis yang memberikan tausiah dan tanggapan inspiratif. Dalam sambutannya, Bapak Rahmad Riyadi, selaku Anggota Dewan Pembina Dompet Dhuafa, turut menyampaikan keprihatinannya.



Baca juga: Dompet Dhuafa Terus Bantu Tangani Kedaruratan Medis dalam Aksi Massa
“Apa yang saya rasakan ini mungkin yang kedua kali, dulu tahun 1998 dan sekarang 2025. Tentu ini perlu kita sikapi, melihat dengan cermat, hingga peduli dengan aksi,” ujarnya.
Beliau juga menginformasikan selain fokus pada kondisi negeri, bahwa Dompet Dhuafa akan segera memberangkatkan delegasi ke Tunisia dan Yordania dalam misi kemanusiaan untuk Palestina, dan berharap langkah ini mendapat dukungan dari para pemangku kepentingan sehingga amanah dari para donatur dapat tersalurkan dengan berkah.
Sementara itu, Ustaz Idrianto Faishal dalam tausiahnya menekankan tiga poin penting mengenai konsekuensi menjauh dari Allah SWT, yaitu: hidup menjadi sempit, berada dalam siklus setan, dan hati yang menjadi keras.


Langkah spiritual ini diharapkan menjadi penguat batin bagi Dompet Dhuafa dan seluruh masyarakat, mengembalikan ketenangan, serta menumbuhkan optimisme untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. (Dompet Dhuafa)
Teks dan Foto : Dhika
Penyunting : Dedi Fadlil

