BOGOR — Dompet Dhuafa melalui GREAT Edunesia, Mitra Pelaksana Program (MPP) Yayasan Pendidikan Umar Usman (YPUU), kembali mempertegas posisinya sebagai lembaga filantropi yang transparan dan akuntabel. Melalui pilar program pendidikan, Dompet Dhuafa resmi menerima sertifikasi ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dan ISO 21001:2018 tentang Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (SMOP).
Pada Kamis (09/04/2026), sertifikasi ini diberikan oleh NQA, Badan Sertifikasi Internasional, setelah melalui proses audit yang memastikan bahwa seluruh proses operasional pendidikan Dompet Dhuafa telah memenuhi standar global.
Penerapan ISO 37001:2016 menjadi bukti nyata komitmen Dompet Dhuafa dalam memitigasi risiko korupsi dan penyuapan. Dalam pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf), sistem ini menjamin bahwa setiap rupiah yang disalurkan untuk beasiswa maupun pembangunan fasilitas pendidikan terbebas dari praktik gratifikasi dan konflik kepentingan.
Sementara itu, ISO 21001:2018 berfokus pada peningkatan kualitas layanan pendidikan. Dengan standar ini, Dompet Dhuafa memastikan bahwa siswa dari kalangan prasejahtera (duafa) tidak hanya mendapatkan akses pendidikan gratis, tetapi juga kurikulum yang kompetitif, pelayanan yang inklusif, dan fasilitas yang terstandarisasi layaknya lembaga pendidikan kelas dunia.
Keberhasilan meraih dua ISO sekaligus ini memberikan pesan kuat bahwa amanah Donatur dikelola dengan baik yang diaudit pihak eksternal. Penerima manfaat juga mendapat jaminan kualitas pendidikan yang diakui secara internasional. Juga akuntabilitas Dompet Dhuafa sebagai organisasi nirlaba yang beroperasi dengan profesional.
“Langkah ini merupakan bagian dari transformasi Dompet Dhuafa untuk terus menjaga amanah para donatur dan memastikan dampak sosial yang kami hasilkan benar-benar berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Asep Hendriana, CEO GREAT Edunesia. (Dompet Dhuafa)
Teks: Dhika
Foto: YPUU
Penyunting: Ronna

