TANGERANG SELATAN – Pilar Program Pendidikan Great Edunesia Dompet Dhuafa menunjukkan komitmen nyata dalam pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui Kampus Bisnis Umar Usman. Komitmen ini diwujudkan dengan peluncuran program Konsultasi Usaha Mandiri dan Berdaya (KUMADAYA). Inisiatif baru ini diperkenalkan dalam gelaran Sinergi Apresiasi dan Peluncuran Aksi untuk UMKM (SAPA UMKM) yang berlangsung di Khadijah Learning Center, Tangerang Selatan, pada Kamis (26/6/2025).
Mengusung tema “Menjangkau Lebih Luas, Mendorong UMKM Naik Kelas” acara SAPA UMKM tidak hanya menjadi ajang peluncuran, tetapi juga menandai penutupan dua program unggulan yang telah berjalan: Womenpreneur Growth Academy (WGA) dan Business Development Program (BDP). Selama ini, kedua program tersebut telah memberikan pendampingan intensif kepada ratusan pelaku usaha, membantu mereka meningkatkan kapasitas, daya saing, dan ketahanan bisnis.

Program KUMADAYA merupakan terobosan baru berupa mobil layanan konsultasi usaha keliling. Inisiatif ini dirancang khusus untuk menjangkau dan mendampingi pelaku UMKM hingga ke pelosok wilayah Jabodetabek dan Banten. Dalam setahun, KUMADAYA menargetkan untuk menyambangi 12 titik di enam kota besar, dengan ambisi mendampingi lebih dari seribu pelaku usaha.
Lily Zulaikha, Direktur Kampus Bisnis Umar Usman, menjelaskan tujuan utama KUMADAYA. “Sebagai salah satu kontribusi kami, kami ingin terus mendampingi pelaku usaha agar dapat mengembangkan usahanya dan meningkatkan kapasitas bisnis mereka,” ungkapnya. “Melalui KUMADAYA, kami ingin menjangkau para pengusaha UMKM tidak hanya di wilayah Tangerang, tetapi juga memberikan pendampingan dan konsultasi bagi pelaku usaha yang berada jauh dari pusat kota.”
Mobil layanan ini akan menyasar lokasi-lokasi strategis dan ramai seperti pasar, majelis ta’lim, sentra kuliner, pertokoan, perkantoran, hingga alun-alun. Pendekatan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha dan memberikan konsultasi yang tepat sasaran, serta dapat diakses langsung oleh mereka yang membutuhkan. Selain layanan tatap muka di lapangan, pendampingan juga akan dilakukan secara daring.
Baca juga: Konsisten Jaga Kualitas Pendidikan, GREAT Edunesia Sabet Trofi Perunggu SNI Award 2024


Sebagai bagian dari rangkaian acara, Kampus Bisnis Umar Usman juga melangsungkan wisuda bagi para peserta BDP dan WGA. Hasil yang dicapai oleh para wisudawan sangat menggembirakan, mulai dari peningkatan omzet bisnis, bertambahnya tenaga kerja, hingga terjalinnya kemitraan usaha yang lebih luas.
Business Development Program (BDP) adalah program pembelajaran bisnis komprehensif selama empat bulan. Dirancang untuk membantu pemilik usaha mengembangkan bisnisnya, BDP mengkombinasikan training, mentoring, dan coaching. Sementara itu, Woman Growth Academy (WGA), yang berlangsung selama enam bulan, secara khusus menyasar pelaku usaha perempuan. Data menunjukkan bahwa pengusaha perempuan mencapai 65% dari total UMKM di Indonesia, menjadikan fokus pada kelompok ini sangat relevan.
Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, menegaskan bahwa program-program pemberdayaan ini lahir dari semangat Filantropreneur. Konsep ini adalah pemanfaatan dana sosial masyarakat seperti ZISWAF (zakat, infak, sedekah, wakaf) untuk membangun kemandirian dan kewirausahaan.


“Kami ingin memanfaatkan dana dari masyarakat ini untuk dampak atau manfaat yang lebih besar dan berkelanjutan,” tutur Ahmad Juwaini. “Kami memiliki berbagai program di bawah Kampus Bisnis Umar Usman yang mencakup pendidikan kewirausahaan, pendampingan, dan pelatihan. Semua ini dalam kerangka upaya memanfaatkan dana sosial untuk mengatasi masalah pengangguran dan PHK yang terus bertambah, serta membantu mereka yang belum memiliki pekerjaan dan penghasilan.”
Lebih lanjut, Ahmad Juwaini menekankan pentingnya kolaborasi dalam pemberdayaan dan pembangunan ekonomi. “Dalam pemberdayaan ekonomi, kami meyakini bahwa dalam mendampingi masyarakat, kita harus melibatkan pihak-pihak lain, seperti badan usaha, organisasi, jaringan profesi, termasuk industri dan komunitas,” tambahnya. “Saat ini, kami juga berupaya agar masyarakat kita dapat tumbuh dan berkembang sebagai kekuatan bisnis yang kuat.”


Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten. Diharapkan, program KUMADAYA khususnya dapat menjadi jembatan akses ilmu dan pendampingan bagi para pengusaha UMKM. Dengan demikian, Indonesia dapat terus mencetak pengusaha-pengusaha tangguh yang membawa perubahan nyata bagi ekonomi masyarakat.
Dompet Dhuafa, melalui Kampus Bisnis Umar Usman, akan terus konsisten dan berkomitmen mendukung segala upaya untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya bagi para pengusaha UMKM. (Dompet Dhuafa)
Teks dan Foto : Anndini Dwi Putri
Penyuntng : Dhika

