Press Touring The Kurban Series 1447 H, Dompet Dhuafa Ajak Media Tinjau Kandang di Desa Tolokan

Group of people posing outdoors behind a banner that says 'The Kurban Series 1447' during a press tour at a campus setting in Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.

SEMARANG, JAWA TENGAH — Dompet Dhuafa menggelar kegiatan Press Touring Kurban Series 1447 H dengan mengajak 30 jurnalis dari berbagai media untuk meninjau langsung kesiapan hewan kurban di Desa Tolokan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Selasa (12/05/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan transparansi pengelolaan dana zakat melalui pemberdayaan peternak lokal di lereng Gunung Merbabu.

Rombongan berangkat dari Jakarta pada Senin (11/05/2026) pukul 07:00 WIB dan tiba di lokasi pukul 18:00 WIB. Agenda utama dilaksanakan pada Selasa (12/05/2026) di Desa Tolokan, Kecamatan Getasan. Acara dibuka oleh Bani Kiswanto selaku Officer Media Relation Dompet Dhuafa dan dihadiri oleh Kepala Desa Tolokan, Bapak Dwi Wahono, serta Drh. Hermanto yang memantau kesehatan hewan.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Zaini Tafrikhan, yang memaparkan Program Jaringan Tani Ternak Nusantara (Jantara). Program ini merupakan pengembangan dari sentra ternak Dompet Dhuafa (DD) Farm yang telah dirintis sejak 2021.

“Kami menginisiasi agar peternakannya itu tidak hanya tersentral di DD Farm, tapi juga bisa dirasakan manfaatnya langsung kepada petani atau peternak yang ada di desa-desa. Di tahun 2026 ini, ada 50 ekor domba yang ada di sini (Desa Tolokan) dan 50 ekor domba di Kendal yang kita berikan bantuan dari Dompet Dhuafa Farm,” ujar Zaini.

Police officer in tan uniform shakes hands with a man in a dark blue jacket while others watch indoors.
Group of men in uniform standing outside a weathered building, some holding phones and discussing.

Baca juga: Kurban Pernah Langka, Heri Santoso Ubah Desa Tolokan Jadi Sentra Ternak Lewat Amanah Dompet Dhuafa

Zaini juga menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk tanggung jawab Dompet Dhuafa dalam mengelola dana zakat agar manfaatnya berkelanjutan.

“Poinnya adalah dana zakat yang dikelola oleh kami dirasakan manfaatnya tidak hanya satu kali, tapi dia terus bergulir dan sustain sampai hari ini,” tegasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa Tolokan, Dwi Wahono, atas kehadiran rekan media dan tim Dompet Dhuafa. Ia menjelaskan bahwa mayoritas warga desa menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan peternakan.

“Kehadiran Dompet Dhuafa di desa kami ini sangat membantu sekali, terutama bagi para peternak kami. Program pemberdayaan seperti pendampingan, bantuan bibit ternak, hingga pemasaran melalui program kurban, sangat dirasakan manfaatnya oleh warga. Dulu peternak kami mungkin hanya beternak secara tradisional, tapi sekarang sudah mulai mengenal manajemen ternak yang lebih baik,” ungkap Sang Kades.

A group of photographers and reporters outside a weathered building, taking photos of a sheep tied near the entrance.

Dalam kesempatan tersebut juga, Drh. Hermanto dari Puskeswan Getasan turut memberikan penjelasan mengenai kondisi medis hewan di lokasi. Berdasarkan pemantauannya, kondisi kesehatan domba di Desa Tolokan dalam keadaan baik.

“Alhamdulillah untuk perkembangannya lumayan bagus. Kondisi kesehatannya domba-domba juga sehat dan gemuk-gemuk. Untuk penyakit-penyakit yang biasanya menyerang seperti PMK, setiap tahun kita memang sudah melakukan vaksinasi sebagai langkah pencegahan. Jika ada ternak yang sakit, peternak di sini juga sudah biasa berkonsultasi langsung dengan saya,” jelas Drh. Hermanto.

Setelah sesi sambutan, para jurnalis dibagi menjadi tiga kelompok untuk melakukan Jelajah Kandang. Mereka meninjau tiga lokasi kandang yang berbeda untuk berinteraksi langsung dengan para peternak mitra. Selain melihat proses penggemukan domba para jurnalis memanfaatkan momen ini untuk mewawancarai langsung para peternak mengenai suka duka mengelola bantuan ternak, serta menggali informasi lebih lanjut dari beberapa narasumber di Desa Tolokan.

Baca juga: Pastikan Hewan Kurban Layak Syariat, Dompet Dhuafa Gelar QC Ketat di Getasan

Group of people sitting in a circle on a rug in a room, sharing a communal meal with bowls arranged in the center; two volunteers in blue jackets labeled'The Kurban Series' face away from the camera.

Kegiatan ditutup dengan sesi penyampaian pesan dan kesan setelah para jurnalis melihat potret nyata pemberdayaan di lapangan. Salah satu perwakilan media menyatakan pentingnya transparansi ini kepada publik.

“Masyarakat atau orang awam harus tahu kalau pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) di Dompet Dhuafa itu yang diserahkan memang benar-benar dikelola untuk kemaslahatan umat. Ini harus lebih banyak dipublikasikan agar publik percaya bahwa program pemberdayaan ini nyata,” pungkas salah satu jurnalis.

Rangkaian kegiatan ini berakhir pada siang hari, dan rombongan jurnalis bertolak kembali menuju Jakarta dengan membawa perspektif baru mengenai pengelolaan kurban yang profesional dan berdampak luas. Mari terus luaskan manfaat kebaikan berkurban melalui digital.dompetdhuafa.org/kurban. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Roseta
Penyunting: Dhika